Kemenperin Pacu Pertumbuhan Industri Kimia-Tekstil dari Pupuk

Oleh : Irvan AF | Selasa, 02 Mei 2017 - 07:01 WIB

Ilustrasi industri tekstil. (Tarko Sudiarno/AFP/Getty Images)
Ilustrasi industri tekstil. (Tarko Sudiarno/AFP/Getty Images)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Kementerian Perindustrian menargetkan pertumbuhan sektor industri kimia, tekstil dan aneka (IKTA) pada 2017 mencapai 753 perusahaan, salah satunya dengan memacu industri pupuk dan petrokimia.

Kemenperin mencatat sektor IKTA mengalami peningkatan cukup signifikan dari 2014 sekitar 473 perusahaan, menjadi 591 perusahaan pada 2015 dan pada 2016 sebanyak 677 perusahaan.

"Investasi di dalam negeri untuk sektor IKTA, paling tinggi pada industri kimia. Namun, saat ini nilai impornya masih sangat besar," kata Dirjen IKTA Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (2/5/2017).

Ia menyebutkan Kemenperin terus memacu pengembangan industri pupuk dan petrokimia di Bintuni, Papua Barat serta memfasilitasi pembangunan pabrik petrokimia di Masela.

Selanjutnya, pembangunan industri berbasis gasifikasi batubara di Kalimantan Timur, Sumatera Selatan (Muara Enim), dan Lampung (Mesuji), pembangunan industri turunan amonia berbasis gas di Sulawesi Tengah (Donggi Senoro), serta pembangunan pabrik bahan baku obat berbasis migas.

Industri pengolahan non migas, yakni pupuk dan petrokimia menjadi salah satu sektor prioritas yang tengah dipacu pengembangannya sebagai penggerak pembangunan dan pemerataan ekonomi nasional.

Menurut Achmad, selama ini kontribusi industri mampu membawa efek berganda terhadap penyerapan tenaga kerja, peningkatan nilai tambah, dan penerimaan devisa.

Ada pun Kemenperin mencatat nilai investasi sektor IKTA mencapai Rp22,17 triliun pada kuartal pertama 2017. Sementara itu, sasaran untuk total nilai investasi 2017 sebesar Rp152 triliun.

Realisasi investasi sektor IKTA pada 2016 mencapai Rp122,5 triliun dengan kontribusi sekitar 37,24 persen terhadap pertumbuhan industri pengolahan non migas nasional.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartato mengaku optimistis industri pengolahan non migas diproyeksikan tumbuh di kisaran 5,2-5,4 persen dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1-5,4 persen pada 2017.

Hal tersebut salah satunya dipengaruhi dari kebijakan pemerintah yakni penurunan harga gas industri dan harga komoditas yang mulai bangkit.

Kontribusi sektor industri pengolahan terhadap total Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2016 sebesar 20,51 persen, yang terdiri dari industri pengolahan non migas sebesar 18,20 persen dan industri pengolahan batubara dan pengilangan migas sebesar 2,31 persen.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pertamina (Foto: Ist)

Senin, 20 Januari 2020 - 09:00 WIB

PEPC Raih Penghargaan Zero Accident dari Pemprov Jatim

PT. Pertamina EP Cepu (PEPC) berhasil meraih penghargaan Zero Accident dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur. Penghargaan ini diserahkan pada Apel Akbar yang diadakan oleh Pemerintah Propinsi…

Bursa Efek Indonesia

Senin, 20 Januari 2020 - 08:47 WIB

Reliance : IHSG Diprediksi Bakal Uji Titik Resistensi 6.340 pada Perdagangan Hari ini

Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas Indonesia, mengemukakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bakal bergerak naik serta menguji titik resistensi…

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Senin, 20 Januari 2020 - 06:59 WIB

Awal Pekan IHSG Bergerak Akan Menguat

Secara teknikal IHSG mulai beranjak kuat diatas level support Moving Average 200 hari, 20 hari dan 5 hari sebagai indikasi kuat kembali menguji resistance upper bollinger bands yang berada di…

Presiden Jokowi (Foto Setkab)

Senin, 20 Januari 2020 - 05:00 WIB

Presiden Jokowi Tinjau Kesiapan Wisata Bahari di Labuan Bajo

Tentunya Presiden Jokowi sudah mendengar informasi bahwa Labuan Bajo tidak hanya terkait dengan Taman Nasional Komodo.

Peserta Latihan Kemantapan Kemampuan Pelatihan Prajurit Kolatmar TA Melaksanakan Hanmars

Senin, 20 Januari 2020 - 04:00 WIB

Peserta Latihan Kemantapan Kemampuan Pelatihan Prajurit Kolatmar TA Melaksanakan Hanmars

Para peserta Latihan Pemantapan Kemampuan Kepelatihan Kolatmar melaksanakan kegiatan ketahanan mars (Hanmars) sejauh 20 Km. Kegiatan Hanmars tersebut dilaksanakan di wilayah Surabaya dengan…