Freeport Lapor Kondisi Perusahaan ke Wiranto

Oleh : Irvan AF | Jumat, 17 Maret 2017 - 06:37 WIB

Ilustrasi saham Freeport Mc-Moran di New York Stock Exchange. (Michael Nagle/Bloomberg via Getty Images)
Ilustrasi saham Freeport Mc-Moran di New York Stock Exchange. (Michael Nagle/Bloomberg via Getty Images)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Wakil Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas melaporkan situasi perusahaannya kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto.

Tony yang didampingi Direktur Freeport Clementino Lamury mendatangi Kantor Kemenko Polhukam di Jakarta, Kamis (16/3/2017), dan mengaku memenuhi undangan untuk bertemu Menko Polhukam.

"Kami menyampaikan laporan menyeluruh situasi terakhir. Itu saja," jelas Tony usai pertemuan tersebut.

Saat ini, pemerintah dan PT Freeport sedang berselisih terkait perubahan Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2017 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, menyatakan memperpanjang pelaksanaan ekspor konsentrat dengan sejumlah syarat, yakni pemegang KK harus beralih operasi menjadi perusahaan IUP (Izin Usaha Pertambangan) dan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) serta membuat pernyataan kesediaan membangun "smelter" dalam jangka waktu lima tahun.

Pemerintah menyodorkan perubahan status PT Freeport Indonesia (PTFI) dari sebelumnya KK menjadi IUPK agar bisa tetap melanjutkan operasi di Indonesia. Namun, Freeport bersikeras tidak dapat melepaskan hak-hak hukum yang diberikan dalam KK yang disepakati pada 1991.

Lantaran tidak ingin beralih status menjadi IUPK dan bersikukuh mempertahankan status KK, Freeport hingga saat ini menghentikan aktivitas produksi sehingga menyebabkan ribuan karyawan dirumahkan dan diberhentikan.

Sementara itu, Menko Polhukam Wiranto mengaku memanggil manajemen PT Freeport untuk mengetahui gangguan keamanan yang berpotensi timbul dengan adanya perselisihan tersebut.

"Informasi dari mereka bisa menjadi bahan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi. Jangan sampai ada hal-hal yang menyangkut masalah keamanan nasional di sana," ujarnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Changemakers Nusantara Day

Kamis, 19 Mei 2022 - 16:52 WIB

Changemakers Nusantara Day: Pertemuan Akbar Ribuan Pembawa Perubahan Tanah Air

Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB), organisasi nirlaba pembawa perubahan bagian dari Grup GoTo, menggelar Changemakers Nusantara Day untuk merayakan keberhasilan ribuan pembawa perubahan yang telah…

PLN (Foto/Rizki Meirino)

Kamis, 19 Mei 2022 - 16:43 WIB

PLN Batam Setop Rencana Ekspor Listrik ke Singapura

PT Pelayanan Listrik Nasional Batam (PLN Batam) menghentikan rencana ekspor listrik ke Singapura. Hal tersebut diutarakan Komisaris PT PLN Batam Rizal Calvary Marimbo di Jakarta, kemarin usai…

Tugu Insurance

Kamis, 19 Mei 2022 - 16:39 WIB

Laba Meningkat, Tugu Insurance Tebar Dividen Sebesar Rp 126,6 Miliar

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) yang dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2022 menyetujui pemberian dividen sebesar Rp 126.592.140.666…

Bintang Handayani, Ph.D, Dosen dan Peneliti Senior di President University, Cikarang (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 19 Mei 2022 - 16:33 WIB

Benang Merah Disiplin Dan Berbahasa Disiplin

Rabu cerah di Jakarta Raya, duduk kembali di tempat favorit dengan teh hangat citrus mint. Kesulitan menerjemahkan citrus mint saya putuskan untuk menulisnya dengan cetak miring, berikut kajian,…

Gedung PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom)

Kamis, 19 Mei 2022 - 15:49 WIB

Ceruk Pasar Besar, Ini Sederet Keunggulan Telkom Menggeluti Bisnis Data Center via NeutraDC

Keputusan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menggeluti bisnis data center melalui bendera NeutraDC dinilai menemukan momentum yang tepat.