Sekuriti Tambang Tewas Tertimbun Tanah Longsor, PT WIL Disorot

Oleh : Nina Karlita | Jumat, 22 Maret 2024 - 09:45 WIB

Tim Reskrim Polres Kolaka saat melakukan olah TKP di area tambang PT WIL.
Tim Reskrim Polres Kolaka saat melakukan olah TKP di area tambang PT WIL.

INDUSTRY.co.id - Kolaka, Sulawesi Tenggara - PT Wajah Inti Lestari (WIL), perusahaan tambang nikel ilegal yang beroperasi di Kolaka, Sulawesi Tenggara, sedang menjadi sorotan.

Syahrun, warga Desa Babarina yang bekerja sebagai Security di perusahaan itu tewas akibat tertimbun longsor.

Kapolsek Wolo IPTU Jumardin membenarkan kejadian itu.

”Iya benar, korban meninggal di duga akibat tanah longsor. Pukul 01.000 WITA dini hari, korban masih sempat mengirim pesan di grup WhatsApp kalau kondisi angin kencang dan hujan. Korban di ketahui meninggal dunia sekitar pukul 07.00 setelah di lakukan pengecekan oleh karyawan PT WIL di tempat terjadinya longsor,” kata Jumardin. Kamis (21/3/2023). 

Kapolsek Jumardin mengatakan, saat ini tim Reskrim Polres Kolaka sedang melakukan olah TKP. Dimana dugaan sementara korban tewas karena tertimbun tanah longsor.

Diketahui, aktivitas PT Waja Inti Lestari (WIL) baru-baru ini kembali menjadi sorotan.

Advokasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) mendesak Kapolda Sultra untuk mengusut tuntas kasus tambang ilegal di Kabupaten Kolaka yang di lakukan PT Wijaya Inti Lestari (WIL) dan PT Tri Mitra Barbarina Putra (PT TMBP).

APNI membeberkan, pelanggaran yang dilakukan oleh PT WIL memiliki IUP Operasi Produksi di Desa Lapo-pao, Kolaka dengan luas wilayah (Ha) 210 hekatare yang berlaku sejak 27 Juli 2020–26 Juli 2030 dan dikeluarkan oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Nomor 418/DPMPST/VII/2020.

Dalam IUP PT WIL terdapat Kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) sesuai surat Keputusan Penunjukan Nomor 6623/menlhk-pktl/kuh/pla.2/10/2021 dengan No SK. 465/Menhut-II/2011. 

Berdasarkan kondisi lapangan, PT WIL diduga menggarap sebagian Kawasan hutan Produksi terbats (HPT) tanpa memiliki Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dalam melakukan aktivitas pertambangan di Desa Lapao-pao Kecamatan Wola Kabupaten Kolaka, Sultra.

"Selain itu juga diduga menggarap ore nikel didalam sebagian kawasan hutan Produksi Terbatas (HPT) dan membuat jalan holing yang menghubungkan Jety PT Tri Mitra Barbarina Putra (PT TMBP) yang dulunya benama Perusahaan PT Barbarina Putra Sulung yang tidak memilik izin Tersus/TUKS," demikian laporan APNI.

Tidak hanya itu, PT WIL juga diduga melakukan penjualan Dokumen untuk mengisi kuota RKAB miliknya kepada PT Tri Mitra Barbarina Putra yang Perusahaan sebelumnya Bernama PT Barbarina Putra Sulung yang telah dicabut IUP batuannya oleh Menteri Investasi dan Menteri ESDM pada Februari 2022 lalu. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Rakernas, ALDEI Mengakselerasi Industri Logistik Digital Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045

Minggu, 21 Juli 2024 - 09:33 WIB

Rakernas, ALDEI Mengakselerasi Industri Logistik Digital Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045

Jakarta-Rakernas ALDEI (Asosiasi Logistik Digital Economy Indonesia) tanggal 18 Juli di Paxel HQ, Jakarta yang dibuka dengan dukungan Dewan Pembina ALDEI, sekaligus Wakil Ketua Umum KADIN, Yukki…

Ilustrasi Guru Honorer (Photo by KlikPositif.com)

Minggu, 21 Juli 2024 - 09:03 WIB

Seratus Guru Honorer Dipecat di Jakarta, Komisi X: Istilah ‘Cleansing’ Terlalu Sadis...

Komisi X DPR RI mengkritik kebijakan pemecatan lebih dari seratus guru honorer di DKI Jakarta secara sepihak melalui sistem ‘cleansing’ atau ‘pembersihan’. Wakil Ketua Komisi XI DPR…

Ketua DPR Puan Maharani

Minggu, 21 Juli 2024 - 08:59 WIB

Duh, MinyaKita Naik Harga dan Langka! Puan Maharani Minta Pemerintah Lakukan Ini...

Ketua DPR RI (H.C) Puan Maharani meminta Pemerintah untuk mengetatkan pengawasan terhadap distribusi minyak goreng bersubsidi merk MinyaKita yang harganya resmi mengalami kenaikan per Jumat…

Industri furnitur

Minggu, 21 Juli 2024 - 08:28 WIB

Gandeng Perusahaan Industri, Menperin Agus Terus Tingkatkan Kualitas SDM Penopang Industri Furnitur

Secara keseluruhan, kinerja industri pengolahan tercatat menunjukkan level ekspansi, yang tecermin dari capaian Prompt Manufacturing Index-Bank Indonesia (PMI-BI) sebesar 51,97 persen pada triwulan…

Agenda kegiatan LAMFI sekaligus seminar

Minggu, 21 Juli 2024 - 08:26 WIB

DPR: Akreditasi Perbaiki Fasilitas dan Layanan Kesehatan Terhadap Masyarakat

Masyarakat yang berobat ke Fasilitas dan layanan Kesehatan (Faskes) baik Puskesmas, Klinik, Laboratorium dan unit transfusi darah, harus mendapatkan layanan yang baik. Pelayanan yang baik tersebut…