Kecap ABC Dukung Kampanye Suami Sejati Mau Masak

Oleh : Herry Barus | Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:48 WIB

Kecap ABC Dukung Kampanye Suami Sejati Mau Masak (Foto Dok Industry.co.id)
Kecap ABC Dukung Kampanye Suami Sejati Mau Masak (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Sebagai brand kebutuhan masak sehari-hari yang digunakan pada 1 dari 2 keluarga di Indonesia, Kecap ABC mengemban tanggung jawab untuk mendukung kesetaraan gender di dapur. Kecap ABC percaya bahwa Ibu selayaknya mendapatkan apresiasi yang pantas; yang hanya datang dari tindakan yang nyata seperti membantu di dapur.

Dengan latar belakang ini, Kecap ABC memperkenalkan “Suami Sejati Mau Masak, Terima Kasih Perasan Pertama” yang mengajak suami-suami Indonesia untuk setara dengan istri dimulai dari dapur, tentunya dengan Kecap ABC yang membuat masakan lebih mudah dan enak. Kampanye ini dimulai dengan iklan TV yang bercerita tentang anak kecil yang mengingatkan ayahnya akan semua pekerjaan yang dilakukan ibu dari membersihkan rumah, menjaga anak hingga memasak.

Landasan kampanye ini adalah aktivasi digital yang merefleksikan realita Indonesia yaitu meningkatnya jumlah perceraian. Studi yang dilakukan oleh Nation Research 2018 mengindikasikan bahwa kurangnya apreasiasi terhadap pasangan dalam pernikahan memiliki dampak yang signifikan, bahkan berujung dengan konsekuensi yang lebih ekstrim seperti perceraian. Aset digital ini menunjukkan seorang laki-laki yang bercerai dan mengakui bahwa seharusnya ia dapat melakukan lebih dalam pernikahannya bahkan termasuk membantu di dapur.

“Kecap ABC adalah merek bagi para Ibu dan percaya bahwa kami memiliki tanggung jawab utama untuk mengutamakan para Ibu. Dan kami juga memahami pentingnya para suami di rumah untuk mengutamakan istri dengan memperlakukan mereka dengan setara, termasuk di dapur. Kampanye ini adalah langkah pertama mencapai objektif ini yaitu dengan memberitahu para suami untuk membantu di dapur sementra Kecap ABC membantu mereka memasak masakan yang kaya rasa,” kata Dhiren Amin, Head of Marketing, SEA, Kraft Heinz, Senin (15/10/2018)

Dalam kesempatan itu juga Dhiren Amin mengungkapkan bahwa program ini mulai berlaku saat ini hingga masa mendatang. “Kita terus berinovasi sampai Desember akan dievaluasi dan terus adaa inovasi baru. Diharapkan dengan program ini meningkatkan produksi kecap ABC secara signifikan.”

Jadilah seorang suami sejati yang mau membantu, suami sejati yang mau memasak. Kunjungi www.akademisuamisejati.com. “ Di dalamnya ada lima resep memasak yang bisa dilakukan oleh kaum pria dan secara periodik menu masakan akan ditambah, “pungkas Dhiren Amin.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gerbang Tol Pekanbaru

Kamis, 09 Juli 2020 - 15:26 WIB

Sudah 99,07 Persen, Tol Pekanbaru-Dumai Siap Tingkatkan Konektivitas Kawasan Industri di Provinsi Riau

Saat ini progres fisik tol ini telah mencapai 99,07% dan ditargetkan dapat beroperasi penuh dalam waktu dekat. Kehadiran tol ini akan meningkatkan konektivitas antara Ibu Kota Provinsi riau…

Escavator di lahan rawa

Kamis, 09 Juli 2020 - 15:20 WIB

Enggak Bakalan Kelaparan, Lumbung Pangan Digalakkan

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dampingi Presiden Joko Widodo saat meninjau langsung titik-titik lokasi lahan rawa pengembangan food estate atau lumbung pangan dan saluran primer induk…

Menteri BUMN Erick Thohir (ist)

Kamis, 09 Juli 2020 - 15:15 WIB

Sukses di Basket dan Sepak Bola, Erick Thohir Calon Ketum PBSI?

Masa bakti ketua umum (ketum) Pengurus Pusat Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) periode 2016-2020 Wiranto akan berakhir dan nama Erick Thohir muncul menjadi salah satu kandidat…

Kawasan Industri Kendal ,Jawa Tengah (jababeka)

Kamis, 09 Juli 2020 - 15:10 WIB

Kawasan Industri Kendal Siap Menjadi Rumah Industri Manufaktur Dunia

Presiden Direktur Kawasan Industri Kendal (KIK) Stanley Ang mengungkapkan bahwa pihaknya siap menerima investor yang akan merelokasi pabriknya ke Indonesia.

Presiden Joko Widodo

Kamis, 09 Juli 2020 - 15:10 WIB

Jokowi Kembali Kesal kepada Menterinya: Disuruh WFH Kok Malah Kaya Cuti

"Jangan sampai tiga bulan yang lalu kita menyampaikan bekerja dari rumah, work from home (WFH), yang saya lihat ini kayak cuti malahan. Padahal pada kondisi krisis, kita harusnya kerja lebih…