Jelang Imlek, Pengunjung Hotel di Berastagi Meningkat

Oleh : Chodijah Febriyani | Rabu, 25 Januari 2017 - 18:19 WIB

Ilustrasi Wisatawan Lokal di Medan (Foto:waspada)
Ilustrasi Wisatawan Lokal di Medan (Foto:waspada)

INDUSTRY.co.id, Medan - Di dalam suatu kawasan wisata pasti terdapat tempat hunian untuk para wisatawan yang berkunjung ke sana. Khususnya di daerah Medan, Sumatera Utara. Tingkat hunian hotel di kawasan wisata Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, relatif mengalami peningkatan beberapa hari menjelang perayaan Tahun Baru China atau Imlek pada akhir pekan ini.

GM Hotel Internasional Sibayak Berastagi, Dedy Nelson, berkata, dalam sepekan terakhir, tingkat hunian hotel di Berastagi terus mengalami peningkatan yang ditandai dengan banyaknya pesanan kamar, di Medan, Rabu (25/01/2017)

"pemesanan kamar terus meningkat dirasaka oleh beberapa hotel lainnya di Berastagi" lanjutnya.

Calon tamu yang memesan pada umumnya merupakan tamu lokal yang berasa dari beberapa daerah di Sumatera Utara maupun luar provinsi, sementara untuk wisatawan mancanegara masih belum menunjukkan peningkatan.

"Minat wisatawan lokal sudah semakin meningkat, kebanyakan untuk berwisata bersama keluarga. Tentunya, fenomena yang pantas kita apresiasi bersama" sambungnya.

Dedy melanjutkan, Pemerintah Kabupaten Karo saat ini terus melakukan pembenahan terhadap berbagai objek wisata yang ada di daerah itu, dalam upaya lebih meningkatkan animo wisatawan untuk datang ke daerah itu dan tinggal lebih lama.

Sudah ada beberapa fasilitas yang sudah dibenahi di antaranya, Air Mancur di Tugu Perjuangan yang saat ini kondisinya sudah semakin membaik dan tertata rapi, demikian juga dengan Taman Mejuah-juah yang saat ini masih terus dibenahi oleh pemerintah daerah setempat. Lalu, untuk infrastruktur pada jalan-jalan juga tetap harus menjadi perhatian lebih bagi pemerintah dalam upaya pengembangan pariwisata di daerah itu untuk ke depannya.

"Kami sebagai pelaku wisata tentu sangat senang dengan peningkatan kualitas objek wisata di "Kota Sejuk" ini. Itu akan semakin meningkatkan kunjungan wisatawan ke kota ini," katanya.

Untuk menampung volume kendaraan, terutama pada saat hari libur, akibatnya kemacetan kerap terjadi. Karena dengan kondisi jalan Medan-Berastagi yang pada saat ini masih kurang memedai.

Harusnya pemerintah sudah harus antisipasi dan mencari solusi dengan memperlebar ruas jalan, sehingga kemacetan yang terjadi dapat diminimalisir.

"Itu perlu segera dilakukan, karena kemacetan itu akan sangat berdampak buruk pada kenyamanan wisatawan," tutupnya, Dedy Nelson. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Petani sedang membasmi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)

Senin, 23 September 2019 - 19:43 WIB

Amankan Produksi, Kementan Buat Strategi Pengelolaan OPT

Karawang - Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya mengamankan produksi tanaman dari serangan organisme penganggu tanaman (OPT) yang terintegrasi secara menyeluruh sejak hulu sampai…

Intiland Gandeng Mediapura Hadirkan Layanan Apartemen Sewa di Aeropolis

Senin, 23 September 2019 - 15:17 WIB

Intiland Gandeng Mediapura Hadirkan Layanan Apartemen Sewa di Aeropolis

Kerjasama ini meliputi jasa dan layanan pengelolaan dan penyewaan unit-unit apartemen Aeropolis yang berlokasi di dekat Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten.

Alat mesin pertanian yang diberikan Kementan

Senin, 23 September 2019 - 15:12 WIB

Kementan Minta Petani Olah Lahan Dengan Mekanisasi dan Teknologi

Pekanbaru - Pakar Khusus Modernisasi Pertanian dari IPB yang juga Tenaga Ahli Menteri, Kementerian Pertanian, Dr. Sam Herodian mengunjungi kampung Desa Eko Wisata di Kecamatan Palas, Kota Pekanbaru,…

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyanto

Senin, 23 September 2019 - 14:20 WIB

Tingkatkan Layanan Digital, Pegadaian Siapkan Anggaran Capai Rp700 Miliar

PT Pegadaian (Persero) terus meningkatkan sinergi dengan berbagai perusahaan baik BUMN maupun non-BUMN serta komunitas dan asosiasi masyarakat.

ahli gigi (foto ilustrasi)

Senin, 23 September 2019 - 12:01 WIB

Tukang Gigi Se-Indonesia Tolak RUU KUHP

Jakarta - Penolakan terhadap draft RUU KUHP tidak hanya berasal dari kalangan akademisi dan kelompok masyarakat sipil, namun kalangan tukang gigi juga turut menolak draft perubahan peraturan…