Keinginan Presiden Jokowi Terkait Jurusan Program Studi Kelapa Sawit Akhirnya Terwujud

Oleh : Ridwan | Minggu, 18 Februari 2018 - 12:55 WIB

Institut Pertanian (Instiper) Yogyakarya (Ist)
Institut Pertanian (Instiper) Yogyakarya (Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Permintaaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) supaya dibangun fakultas khusus perkebunan seperti kelapa sawit sudah terwujud di Yogyakarta. Adalah Institut Pertanian (Instiper) Yogyakarya yang mendirikan Pendidikan Kompetensi Sawit sejak 2005.

Purwadi selaku Rektor Instiper, dalam laman facebooknya, menjelaskan bahwa Instiper mampu mencetak S-1 sawit antara lain Sarjana Perkebunan Kelapa Sawit (SPKS), Sarjana Manajemem Bisnjs Kelapa Sawit ((SMBP), Sarjana Teknik Industri Kelapa Sawit (STIK), Sarjana Pengolahan dan industri turunan kelapa Sawit ((STPK), Sarjana Mekanisasi Perkebun Kelapa Sawit (SMPKS) dan yang terbaru Sarjana Teknologi Informasi Perkebunan KS (STIPKS).

Selama ini, kata Purwadi, Instiper menggunakan model University Industry Partnership telah bekerjasama menyelenggarakan Pendidikan Beasiswa Ikatan Dinas dengan sejumlah perusahaan yaitu Astra Agro Lestari, Sinar Mas (Smart), Asian Agri, Willmar, Triputra Agro, PT Bumitama Gunajaya Agro, First Resources, DSN group, PT Karya Mas, PT Citra Borneo Indah, Minamas, dan perusahaan lain.

"Kami bekerjasama untuk pemagangan (internship) lebih dari 20 grup perusahaan," kata Purwadi.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta agar kampus-kampus bisa membuka jurusan atau program studi khusus tentang kopi dan kelapa sawit, dalam pembukaan Konfrensi 2018 Forum Rektor se-Indonesia di Auditorium AP Pettarani Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Kamis (15/2/2018)

Presiden mengatakan dua jurusan tadi berpeluang besar di dunia industri. Dia meminta seluruh universitas di Indonesia jeli melihat perkembangan teknologi dan membuka jurusan atau fakultas yang dapat menyerap tenaga kerja.

"Adakah jurusan kopi? Belum ada kan? Ada kah jurusan kelapa sawit? Belum ada kan? Padahal dua jurusan ini banyak dinikmati masyarakat. Kopi banyak dinikmati masyarakat, kelapa sawit lahannya banyak di Indonesia, mencapai 13 juta hektar," jelas Presiden.

Purwadi mengatakan saat ini Instiper menjadi pencetak dan pemasok SDM terbesar di Indonesia untuk perkebunan kelapa sawit dan indusri turunannya.

Kampus yang berada di Yogyakarta ini telah menjadi role model penyelenggaraan pendidikan khusus di bidang kelapa sawit. INSTIPER dikenal sebagai The Best Oil Palm University sarjana khusus kelapa sawit.

Pada Agustus 2017, tercatat ada jumlah mahasiswa baru tercatat 858 orang terbagi dalam 604 mahasiswa di Fakultas Pertanian dengan rincian Prodi Agroteknologi, 424 di Agribisnis 180 mahasiswa.

Kemudian Fakultas Teknologi Pertanian menerima 148 mahasiswa terdiri atas 15 orang di Prodi Teknik Pertanian dan 97 orang di Teknologi Hasil Pertanian. Sedangkan Fakultas Kehutanan pada prodi Kehutanan sebanyak 106 mahasiswa.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Waketum KADIN Shinta Sukamdani, Menperin Agus Gumiwang, Ketua Apindo Haryadi Sukamdani

Sabtu, 06 Juni 2020 - 00:15 WIB

Kabar Gembira...Menperin Agus Bakal Gelontorkan Stimulus Modal Kerja untuk Pulihkan Industri Manufaktur

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bertekad untuk terus mengupayakan pemulihan sektor industri manufaktur di dalam negeri yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Produsen Batubara

Jumat, 05 Juni 2020 - 22:31 WIB

Industri Batubara Lesu Akibat Pasar Menyusut Terpapar Covid-19

Minimnya pergerakan ekonomi membuat industri batubara turut mengalami kelesuan dikarenakan menurunnya permintaan pasar terutama yang datangnya dari India dan Tiongkok.

Contoh proyek PT PP Persisi

Jumat, 05 Juni 2020 - 22:10 WIB

Cetak Laba Rp1,2 triliun, PT PP Gelontorkan Dividen Tunai 22,5 %

PT Pembangunan Perumaha (Persero) Tbk (PTPP) berhasil catatkan kinerja positif perusahaan untuk pendapatan usaha tahun buku 2019 sebesar Rp24,65 triliun dengan laba bersih yang perseroan mencapai…

Tokok Pakaian GAP (ist)

Jumat, 05 Juni 2020 - 22:03 WIB

Enggak Kuat Merugi hingga Rp13,1 Triliun, GAP Inc Terpaksa Tutup Toko

Perusahaan fashion GAP Inc, pada Kamis (5/6/2020) melaporkan kerugian yang dialaminya hingga 43% dalam penjualan kuartal I 2020 yang mencapai Rp13,1 triliun. Kerugian besar yang dialam

Penyerahan donasi dilakukan secara simbolis oleh Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja (kiri) dan Direktur BCA Erwan Yuris. (Doc:BCA)

Jumat, 05 Juni 2020 - 21:12 WIB

Bikin Salut, Grup BCA Salurkan Donasi ke PERSI

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sebagai institusi keuangan yang senantiasa di sisi masyarakat berkomitmen untuk terus mendukung berbagai tindakan penanganan COVID-19.