Kadin: Jelang Tahun Politik Investor Cendrung Wait and See

Oleh : Ahmad Fadli | Kamis, 09 November 2017 - 16:39 WIB

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro saat membuka Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2017 di Jakarta, Rabu (8/11/2017) (Foto Ridwan)
Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro saat membuka Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2017 di Jakarta, Rabu (8/11/2017) (Foto Ridwan)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Roslan P Roeslani memprediksi lemahnya konsumsi masyarakat masih akan berlanjut hingga tahun depan.

Alasannya, tahun 2018 mendatang Indonesia mulai memasuki tahun politik. Banyak masyarakat termasuk investor lebih memilih menyimpan dananya hingga suasana politik dianggap kembali normal.

"Karena tahun depan mereka melihat mulai masuk tahun-tahun politik menuju 2019 kan. Jadi masyarakat lebih banyak menyimpan dana. Tapi kan itu nggak sehat kalau (terjadi) terlalu lama," kata Roslan dalam pameran 'Indonesia Infrastructure Week 2017' di JCC Senayan, Jakarta Selatan.

Roslan menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus meningkat jika orang lebih banyak yang melakukan pembelian atau membelanjakan dananya. Karena itu, dia menghimbau pemerintah bisa menciptakan suasana politik yang lebih baik.

"Pertumbuhan kita akan berjalan kalau orang spending money, gitu nah ini yang perlu  dilakukan pemerintah untuk orang agar spending itu gimana," ungkap Roslan.

Demi menggenjot lagi daya beli masyarakat, Roslan juga memberikan masukan kepada pemerintah agar menghapus Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk setiap pembelanjaan masyarakat dalam kurun tertentu.

Dengan penghapusan PPN, harga barang akan lebih murah dan diyakini akan meningkatkan gairah berbelanja masyarakat. "Dalam jangka waktu tertentu misalnya dalam waktu seminggu belanja kebutuhan sehari-hari dibebaskan PPN-nya. Itu akan menstimulus orang berbelanja. Kebijakan itu yang perlu diihat lagi. Saya yakin orang akan lebih banyak yang belanja," kata Roslan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sekjen Kemenkes drg. Oscar Primadi MPH

Jumat, 22 November 2019 - 10:30 WIB

Kemitraan Pemerintah – Swasta di Asia Pasifik dalam Upaya Peningkatan Sistem Kesehatan Melalui FTF ke-12

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerja sama dengan The SMERU Research Institute, dan didukung oleh PT Novartis Indonesia, menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Asia Pacific Future…

dr. Terawan Agus Putranto (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 22 November 2019 - 10:22 WIB

Upaya Menkes dr Terawan Atasi Masalah BPJS

Menteri Kesehatan (Menkes) dr. Terawan Agus Putranto mengatakan, akan melakukan koordinasi dengan Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk menindaklanjuti arahan-arahan…

Duta Besar untuk Republik Tiongkok Djauhari Oratmangun

Jumat, 22 November 2019 - 10:05 WIB

Gebrakan Kebijakan Investasi RI Menggema di New Economic Forum

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk mengembalikan pengurusan perizinan mengenai investasi dikembalikan ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Kebijakan ini diambil untuk mengatasi…

Startup Tekfin Gradana Menangi Ajang Kompetisi AETP dari Pemerintah Switzerland

Jumat, 22 November 2019 - 10:00 WIB

Startup Tekfin Gradana Menangi Ajang Kompetisi AETP dari Pemerintah Switzerland

Perusahaan peer to peer lending khusus properti, Gradana, menjadi satu-satunya perwakilan startup bidang tekfin yang memenangi ajang The Asia Entrepreneurship Training Program (AETP) yang diadakan…

Petani desa di tengah sawah (Foto: Dok Industry.co.id)

Jumat, 22 November 2019 - 09:48 WIB

Pertanian Indonesia Menunjukkan Perbaikan dan Berkualitas

Jakarta - Tata kelola pertanian Indonesia dalam beberapa tahun terakhir makin menunjukkan perbaikan. Bahkan, diprediksi sektor pertanian bakal makin meningkat kualitasnya ke depan.