API: Kendala Kebijakan Ekspor Terkait Pertumbuhan Industri Manufatur

Oleh : Herry Barus | Selasa, 23 Mei 2017 - 11:38 WIB

Industri Tekstil
Industri Tekstil

INDUSTRY.co.id - Semarang- Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Tengah menyatakan percepatan pertumbuhan industri manufaktur tidak mudah dilakukan mengingat masih dihadapinya sejumlah kendala.

"Mengenai percepatan ini sepertinya mudah dikatakan tetapi pelaksanaan sangat sulit, saya sudah bicara sekitar lima tahun lalu, dari dulu sampai sekarang masalahnya masih sama, salah satunya mengenai kebijakan," kata Wakil Ketua API Jawa Tengah Rio Rianto di Semarang, Senin (22/5/2017)

Ia menilai, saat ini pemerintah sudah membuka berbagai kemudahan investasi, tetapi yang lebih dibutuhkan adalah kebijakan mengenai ekspor barang.

"Sebetulnya tanpa dibantu pemerintah kami berusaha tetap berdiri sendiri. Meski demikian jika pemerintah ikut berperan dalam perkembangan sektor industri manufaktur maka kami akan lebih semangat lagi," katanya.

Ia mengatakan salah satu yang dibutuhkan pengusaha adalah adanya kebijakan baik itu untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

Menurut dia, satu-satunya pihak yang bisa memberikan kebijakan tersebut adalah pemerintah. Dalam hal ini pengusaha hanya menunggu.

Salah satu harapan pengusaha adalah pemerintah bisa ikut andil dalam membuka pasar ekspor bagi para pengusaha. Rio mengatakan ini penting dilakukan kaitannya dengan kebijakan negara tujuan ekspor.

"Seperti misalnya adalah sampai saat ini yang masih menjadi primadona adalah industri tekstil tetapi nyatanya permintaan dari luar negeri terus turun," katanya.

Menurut dia, sebetulnya yang terjadi adalah bukan volume permintaan yang turun melainkan Indonesia kalah saing dengan negara-negara produsen lain.

"Siapa yang suplai permintaan dari negara tujuan ekspor kalau bukan Indonesia, tentu adalah negara kompetitor. Kami berharap pemerintahan bisa ikut andil terhadap kewenangan tersebut," katanya.

Ia mengatakan salah satu yang dapat dilakukan adalah atase perdagangan Indonesia yang ada di negara lain dijadikan sebagai "agent of marketing".

"Tugas mereka harus betul-betul mempromosikan Indonesia, termasuk produk apa saja yang diproduksi di Indonesia termasuk Jawa Tengah," katanya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Garuda Indonesia (ist)

Senin, 27 Juni 2022 - 17:40 WIB

Rencana Perdamaian Resmi Disahkan, Garuda Indonesia Siap Akselerasikan Pemilihan Kinerja

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (Garuda) memproyeksikan pemulihan kinerja yang lebih cepat sejalan dengan disahkannya persetujuan terhadap rencana perdamaian oleh Majelis Hakim Pengadilan…

Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah

Senin, 27 Juni 2022 - 17:35 WIB

Kementerian PUPR Tingkatkan Kinerja Dukungan Manajemen Dengan Teknologi Informasi

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi guna mencapai efisiensi yang tinggi dan kualitas produk yang lebih baik,…

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita

Senin, 27 Juni 2022 - 17:15 WIB

Di Jepang, Menperin Agus Jajal Sejumlah Mobil Listrik Besutan Mitsubishi Motors

Melanjutkan agenda lawatan ke Jepang, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan pertemuan dengan para pelaku usaha dari Negeri Sakura, di antaranya dengan prinsipal…

Ilustrasi Menggunakan Sepatu Heels (Ist)

Senin, 27 Juni 2022 - 17:15 WIB

Ladies, Ini Tips Sehat Pakai Heels Rekomendasi dari Ahli

Heels merupakan model sepatu yang kerap kali menjadi salah satu pilihan para kaum hawa. Mengenakan heels juga dapat membuat seseorang percaya diri. Namun, jika menggunakannya terlalu lama akan…

Nielsen

Senin, 27 Juni 2022 - 17:04 WIB

Riset: Influencer Bisa Membantu Brand Membangun Lebih Banyak Koneksi Dengan Konsumen

Saat ini, para pemasar memiliki tugas untuk melibatkan konsumen di seluruh saluran dan platform yang semakin banyak. Tugas ini menambah tantangan para pemasar untuk membangun hubungan yang otentik…