Booming di Indonesia, 14 Januari Ditetapkan Sebagai Hari Matcha Nasional

Oleh : Kormen Barus | Selasa, 14 Januari 2020 - 23:31 WIB

Geliat bisnis Matchamu didorong oleh meningkatnya penikmat teh hijau di Tanah Air khususnya yang menggunakan bahan baku matcha.
Geliat bisnis Matchamu didorong oleh meningkatnya penikmat teh hijau di Tanah Air khususnya yang menggunakan bahan baku matcha.

INDUSTRY.co.id, Jakarta-Perjalanan matcha dari asal muasalnya di Jepang hingga menjadi booming di Indonesia melalui proses yang panjang dan berliku. Sejatinya matcha dinikmati di asalnya sebagai minuman ceremonial, disajikan dalam upacara-upacara meditasi di kalangan bangsawan. Sampai akhirnya di era milenial ini matcha diolah lebih casual sebagai flavour baru di Jepang. Baik itu ice cream, wafer, latte, pancake, hingga soba noodle.

Pecinta teh seperti Lintang dari Matchamu, Ibu Ratna Somantri dari Indonesia Tea Institute, dan komunitas teh Indonsialah yang pada awalnya menjadi salah satu penikmat trend t eh baru ini teraplikasi dengan menarik pada gaya konsumsi matcha di Jepang. Dan perlahan memperkenalkan matcha kepada konsumen teh di Indonesia baik untuk konsumsi casual hingga komersial.

Tanpa kita sadari, matcha sudah memasyarakat di Indonesia. Selain menjajari trend layaknya kopi, cokelat, taro (ubi ungu), matcha juga sudah turut menyehatkan konsumsi harian kita dengan antioksidannya yang unik karena dapat memberikan calming dan menambah fokus saat otak bekerja. Wah, matcha memang sudah punya kelasnya sendiri.

Sebagai bukti keseriusan dukungan terhadap budaya minum matcha, Matchamu menetapkan 14 Januari ini sebagai Hari Matcha Nasional. Berlokasi di Accelerice Indonesia, Jakarta, Matchamu mengundang kawan-kawan media, penikmat kuliner (foodie) untuk lebih kenal dengan matcha dan perkembangannya di tanah air.

Acara bertajuk Mematcharakatkan Matcha bareng Matchamu ini bermulai dari talkshow, penetapan Hari Matcha Nasional, dilanjut dengan Matcha Pairing gubahan Chef Stefani Horison (Masterchef Indonesia).

Tak ketinggalan juga sahabat-sahabat per-matcha-an Indonesia turut serta memeriahkan dengan hidangan-hidangan cantiknya, seperti Indomilk dengan Matcha dan Hojicha Latte-nya, Uji Matcha dengan varian dessert matcha, Coklat nDalem yang membawakan cokelat matcha berbalut genmaicha yang crunchy , cocok juga dengan Roti Panggang OTW yang khas dan gurih, ditutup dengan varian es krim matcha-hojicha-dan sakura dari Threefolks Creamery.

Berawal dari sebuah kafe di Yogyakarta pada tahun 2013 silam, perusahaan rintisan dengan bran Matchamu kini bertransformasi menjadi produsen minuman serbuk kemasan dengan menyasar segmen pasar ritel.

Selain produk kemasan, bran besutan PT Matchamu Muda Manggala ini juga mensuplai produknya secara business to business (B2B) untuk segmen hotel, restoran dan kafe-kafe kekinian yang tengah menjamur. Tahun ini Matchamu bahkan mulai membidik pasar ekspor, terutama varian Teh Tarik ke Taiwan.

Lintang Wuriantari selaku Tea Executive Officer Matchamu mengatakan, geliat bisnis Matchamu didorong oleh meningkatnya penikmat teh hijau di Tanah Air khususnya yang menggunakan bahan baku matcha.

Matcha merupakan teh hijau asal Jepang ini diklaim Lintang diminati lantaran memiliki rasa manis khas dengan warna hijau alami. "Karena itu kami optismistis penikmat matcha akan terus meningkat di Tanah Air," urai Lintang di acara Penetapan Hari Matcha Indonesia di Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Dalam menangkap potensi pasar tadi, Matchamu menurutnya menargetkan penambahan volume produksi menjadi sebanyak 1 juta sachets atau bungkus per hari di akhir tahun 2020.

Saat ini Matchamu memproduksi sebanyak 12 varian minuman kemasan berbahan baku matcha dengan volume produksi mencapai 400 ribu bungkus per hari. "Untuk volume penjualan kami mencapai 40 ton per bulan. Dalam waktu dekat kami juga akan merilis dua varian baru Matchamu," ujarnya.

Dalam memacu penjualan seiring langkah peningkatan volume produksi tadi, Matchamu menempuh semua jalur pemasaran, baik secara konvensional serta lewat media digital.

"Penjualan melalui online (e-commerce) saat ini berkontribusi sekitar 5%," ujarnya. Sementara di pasar konvesional, produk Matchamu sudah tersedia di 23 ribu retailer modern di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Melalui jaringan retailer seperti Indomart, Alfamart, Superindo dan lainnya, dikatakan Lintang memberi kontribusi sekitar 60% pada pangsa pasar ritel dari perusahaan peraih start up terbaik dari Bekraf pada tahun 2017 tersebut. Adapun kontribusi pemasaran pada segmen hotel, restoran dan cafe menurutnya mencapai 30%.

Terkait ketersediaan pasokan bahan baku, Lintang menyebutkan pihaknya telah menjalin kerjasama dengan lebih 10 petani teh hijau di Kyoto Jepang. “Setiap bulan kami impor sebanyak 2-3 ton bubuk matcha dari Jepang sebagai bahan baku,” urainya.

Matcha yang memiliki sejarah panjang selama lebih dari 800 tahun. Di Jepang, perfecting the matcha processing adalah harta yang diwariskan turun temurun di setiap keluarga pembudidaya. Menghargai setiap tahap dalam matcha processing, menjadi faktor yang menentukan demi menghasilkan kualitas matcha terbaik.

Matchamu belajar banyak hal baik dari bagaimana matcha dihasilkan. Value inilah yang selalu dijaga denga siten baik, dari awal Matchamu lahir hingga menjadi skala Aamanufaktur saat ini serta bereksplorasi memperluas lini produk, tidak hanya matcha, tapi juaga Banana Latte, Pineapple Latte, Mango Latte, Sakura Latte, Chai Latte, Choco Latte, Pineapple Latte, Teh Tarik, Thai Tea dan Read our Velvet Latte.

Encouraging even more people to be aware of what they consume, dimulai dari bagaimana memilih Ay dan bahan dasar yang baik dan benar. Matchamu percaya bahwa kejujuran hati, respecting every process, adalah modal baik yang Matchamu selalu pegang teguh, baik saat ini maupun seterusnya, to serve only good and honest products (and of course, in a fun way).

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ketika mewakili Presiden Joko Widodo pada acara pembukaan Rapat Pimpinan Nasional Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI)

Rabu, 29 Januari 2020 - 17:06 WIB

Buka Rapim Gapensi, Menperin Sebut Industri Pendukung Jasa Konstruksi Masih Prospektif

Industri pendukung jasa konstruksi dinilai masih memiliki prospek bisnis yang cukup besar ke depannya, seiring gencarnya program pembangunan infrastruktur di dalam negeri.

Launching I Konser yang hadir di Indihome

Rabu, 29 Januari 2020 - 16:23 WIB

Indihome Sediakan i Konser Gaet Penikmat Musik

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui brand IndiHome terus berupaya menyediakan produk dan layanan yang berkualitas bagi seluruh segmen pelanggannya.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (Tengah)

Rabu, 29 Januari 2020 - 16:00 WIB

Lampaui Target, Realisasi Investasi Tahun 2019 Tembus 800 Triliun

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pencapaian realisasi investasi periode Triwulan IV (Oktober-Desember) 2019 sebesar Rp 208,3 triliun, meningkat 12…

Check Point Software Technologies Ltd

Rabu, 29 Januari 2020 - 15:25 WIB

Check Point Software Launches New Global Partner Program to Accelerate and Scale Channel Success

Check Point® Software Technologies Ltd, a leading provider of cyber security solutions, today announced the launch of its new global partner program. Developed in close consultation with hundreds…

Petani jagung

Rabu, 29 Januari 2020 - 15:24 WIB

Kementan Kawal Gerakan Pengendalian Spodoptera Frugiperda

Bulan Januari ini merupakan masa panen jagung di Kabupaten Gowa. Aktivitas memetik jagung yang telah menguning terlihat di berbagai wilayah. Tak terkecuali di Desa Sengka, Kecamatan Bontonompo…