Industri Kertas Perlu Inovasi di Era Globalisasi

Oleh : Herry Barus | Selasa, 21 Maret 2017 - 13:48 WIB

Industri Pulp dan Kertas
Industri Pulp dan Kertas

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Industri produsen kertas yang ada di Indonesia memerlukan sejumlah inovasi guna bisa bertahan terutama di era globalisasi yang saat ini dinilai sangat mengedepankan prinsip-prinsip berkelanjutan dan ramah lingkungan.

"Kertas telah menjadi bagian penting dalam progres hidup masyarakat Indonesia," kata Kepala Unit Bisnis Konsumen Perusahaan produsen kertas Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, Sovan K Ganguly dalam acara peluncuran kertas Sinar Dunia (Sidu) terbaru di Gedung Arsip Nasional, Jakarta, Selasa (21/3/2017)

Menurut Sovan K Ganguly, perusahaan APP telah sangat mementingkan suara pelanggan, sehingga ketika pelanggan banyak yang meminta kertas yang lebih tebal dan lebih putih, pihaknya menciptakan inovasi dengan kertas Sidu baru yang sesuai dengan karakteristik yang diminta pelanggan.

Apalagi, ujar dia, Indonesia juga merupakan tempat yang sangat besar dan merupakan pasar yang luas, serta potensi sangat baik seperti di kawasan Indonesia timur yang pihaknya mencari lebih banyak rekanan dalam rangka menjangkau konsumen di sana.

"Kami berkomitmen untuk mendukung kemajuan Indonesia dan akan terus berinovasi dengan menyediakan produk berkualitas tinggi melalui proses manufaktur yang berstandar internasional dan bertanggung jawab," ucapnya.

Dia juga mengingatkan bahwa kertas telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia, antara lain sebagai kontributor devisa ke-7 dari sektor nonmigas di Indonesia.

Pada tahun 2016, industri pulp dan kertas menyumbang 3,79 miliar dolar AS pada pendapatan nasional, serta menyerap lebih dari 260.000 tenaga kerja Indonesia.

Sebelumnya, APP Sinarmas menyatakan pembangunan unit industri perusahaan tersebut di Sumatera Selatan merupakan salah satu contoh dukungan untuk bersumbangsih meningkatkan pendapatan daerah di Sumatera.

"Dengan kapasitas produksi sebesar 2,8 juta ton pulp dan 500 ribu ton kertas tisu, PT OKI Pulp & Paper Mills memiliki porsi ekspor 80-95 persen untuk masing-masing kategori. Dengan investasi seperti ini, kami berpotensi menyumbang devisa sebesar 1,5 miliar dolar AS per tahun," kata Direktur APP Sinar Mas Suhendra Wiriadinata dalam rilis yang diterima di Jakarta, Kamis (23/2).

Dengan nilai ekspor tersebut, lanjut Suhendra, OKI Pulp and Paper akan meningkatkan ekspor Sumatera Selatan sebesar 32 persen dan pertumbuhan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah tersebut sebesar 11 persen.

Ia memaparkan, APP Sinar Mas juga ikut memperkenalkan program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang telah sukses membantu 60 desa untuk mengembangkan potensi melalui kegiatan agroforestri.

Program kegiatan itu, lanjutnya, terbukti meningkatkan pendapatan masyarakat yang terlibat dalam aktivitas itu hingga naik sekitar 50-70 persen.

Selain itu, ujar dia, APP Sinar Mas menargetkan untuk membantu 500 desa di Indonesia dalam Sustainability Roadmap Vision 2020 yang mereka miliki.

"Program ini secara konsisten telah kami lakukan dari tahun ke tahun karena hal ini merupakan komitmen kami yang tak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga turut menjadi sumbangsih positif bagi pemerintah," ujar Suhendra.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Kamis, 26 Mei 2022 - 18:00 WIB

Ketua MPR RI Hadiri Pernikahan Ketua MK dengan Idayati

Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo turut bahagia atas kelancaran prosesi pernikahan Ketua Hakim Mahkamah Konstitusi Anwar Usman dengan adik kandung Presiden…

Presiden Jokowi

Kamis, 26 Mei 2022 - 17:19 WIB

Pandemi Melandai, Presiden Jokowi Harap Aktivitas Seni dan Budaya Bangkit

Presiden Joko Widodo berharap melandainya pandemi menjadi momentum aktivitas seni dan budaya untuk bangkit kembali setelah terhenti selama dua tahun. Pernyataan ini disampaikan Presiden setelah…

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia bersama Anindya Bakrie saat berfoto bersama Menteri Investasi Inggris Lord Grimstone

Kamis, 26 Mei 2022 - 15:30 WIB

Bertemu Menteri Investasi Inggris, Bahlil Pastikan Kerja Sama RI-Inggris Bakal Diteken pada KTT G20 di Bali

Di sela kunjungan kerjanya ke Davos, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia bertemu dengan Menteri Investasi Inggris Lord Grimstone kemarin siang (25/5)…

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI Mardani H. Maming

Kamis, 26 Mei 2022 - 15:00 WIB

Ini Kontribusi 50 Tahun HIPMI untuk Indonesia Menuju Era Keemasan

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) sedang menuju era keemasan yang tahun ini akan menginjak usia 50 tahun. Anggota HIPMI di seluruh Indonesia akan tetap berjuang untuk membangun ekonomi…

Mentan SYL menyaksikan Porang yang akan diolah

Kamis, 26 Mei 2022 - 14:52 WIB

Kementan Dukung Investor Bangun Pabrik Olahan Porang Skala Besar di Lombok Barat

Pabrik pengolahan porang menjadi tepung glukomanan berkadar 90 persen mulai dibangun di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.