Angkasa Pura Bakal Bangun 4 Hotel Bandara

Oleh : Irvan AF | Senin, 13 Maret 2017 - 12:39 WIB

Sheraton Bandara Hotel, Berganti Nama Menjadi Bandara Internasional Hotel (Foto:indonesia-holidays)
Sheraton Bandara Hotel, Berganti Nama Menjadi Bandara Internasional Hotel (Foto:indonesia-holidays)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - PT Angkasa Pura II melalui anak usahanya PT Angkasa Pura Properti berencana membangun empat hotel di bandara atau sekitar kawasan bandara di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang dan Kualanamu, Medan.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, mengatakan pembangunan hotel tersebut dijajaki melalui kerja sama dengan Hotel Indonesia Group (HIG) yang merupakan gabungan dari tiga perusahaan yaitu PT Hotel Indonesia Natour, PT Patra jasa dan PT Aero Wisata.

Dalam waktu dekat, Awaluddin mengatakam, kedua perusahaan yakni AP II dan HIG akan melakukan penandatanganan nota kesepahaman.

"Hotel Indonesia Group memiliki sejarah panjang kesuksesan sebagai salah satu grup manajeman hotel dengan portofolio operator merk hotel yang sangat dikenal, oleh karena itu akan menjadi kebanggaan bagi AP II dapat melakukan nota kesepahaman dengan HIG sebagai langkah awal untuk merealisasikan kerja sama," katanya.

AP II melihat seiring dengan tumbuhnya industri penerbangan yang berdampak pada semakin banyaknya jaringan penerbangan, maka permintaan hotel di bandara juga akan meningkat.

"Kami meyakini HIG dapat mendukung AP II untuk dapat secara maksimal memanfaatkan sumber daya guna meraih potensi pasar secara maksimal di industri perhotelan," ucapnya.

Pada tahun ini Angkasa Pura Properti memiliki program investasi pendirian sebanyak empat hotel yakni tiga hotel di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan satu hotel di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang.

Menurut Awaluddin, kedua bandara tersebut merupakan bandara terbesar yang dikelola AP II, di mana pergerakan penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada tahun lalu mencapai 58 juta penumpang dan Kualanamu sekitar sembilan juta penumpang.

"Nilai investasi untuk empat hotel tersebut diperkirakan mencapai Rp375 miliar yang sebagian besar dananya berasal dari AP II," ujarnya.

Nantinya, lanjut dia, beberapa hotel juga akan dikerjasamakan pengelolaannya dengan perusahaan yang telah memiliki nama besar di industri perhotelan.

"Pada tahap awal, pendirian hotel memang difokuskan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional Kualanamu, karena memang permintaan yang tinggi untuk pasar hotel di kedua bandara terbesar yang dikelola AP II itu," tuturnya.

Namun demikian, Awaluddin menuturkan ke depannya tidak menutup kemungkinan akan didirikan juga hotel di bandara-bandara lain seperti Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dan Bandara Supadio Pontianak di mana menurutstudi kelaikan,layak untuk dibangun hotel,atau hotel di luar kawasan bandara yang dikelola AP II.

Dia menjelaskan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, melalui investasi sebesar Rp300 miliar akan dioperasikan dua hotel baru yakni hotel bintang empat dengan 150 kamar di Terminal 3 internasional dan hotel bintang tiga juga dengan 150 kamar di Terminal 3 domestik.

Selain itu, dia menambahkan juga akan didirikan hotel bujet berlantai enam dengan 150 kamar senilai sekitar Rp15 miliar tepatnya di area SPBU kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang saat ini dalam tahap persiapan konstruksi.

Sementara itu, dia menambahkan, proyek hotel Bandara Internasional Kualanamu yang termasuk dalam program investasi Angkasa Pura Properti pada tahun ini adalah pendirian hotel bintang tiga di lantai mezzanine gedung terminal yang membutuhkan investasi sekitar Rp60 miliar.

"Kami meyakini melalui penetrasi di bidang usaha baru melalui anak usaha Angkasa Pura Properti, seperti halnya di industri perhotelan ini, maka akan meningkatkan portofolio dari AP II dan membantu meningkatkan kontribusi pendapatan dari bisnis nonaeronautika untuk dapat menyumbang hingga 50 persen lebih dari total pendapatan perseroan pada 2018," ujarnya.

Di samping fokus pada pendirian hotel-hotel tersebut, Awaluddin mengatakan, Angkasa Pura Properti juga membangun sejumlah fasilitas di Bandara Internasional Soekarno-Hatta seperti misalnya pengembangan area parkir inap, pengembangan area peristirahatan SPBU di kawasan bandara, serta pengembangan properti perumahan di Tangerang bekerja sama dengan pengembang perumahan.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Polaris Master ExPOLrasi 2024

Selasa, 07 Mei 2024 - 10:39 WIB

Kompetisi Mixologist, Polaris Master ExPOLrasi 2024 Lahirkan Inovasi Tren Minuman Kekinian

Tren makanan dan minuman di Indonesia kian berkembang, khususnya di kalangan anak-anak muda yang belakangan menyebutnya dengan istilah ‘Makanan atau Minuman Kekinian’. Setiap tahunnya pasti…

Dengan bantuan teknologi Artificial Intelligence, proses klaim digital asuransi kesehatan Allianz mampu diselesaikan dalam waktu 48 jam.

Selasa, 07 Mei 2024 - 10:29 WIB

AI Jadi Alat Bantu, Kemendikbud Dorong Siswa Belajar Efisien dan Efektif

Jakarta, FMB9 -Dalam era digital seperti saat ini pemanfaatan teknologi telah menjadi suatu keharusan dalam berbagai lini kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Menyadari potensi besar yang dimiliki…

IFG Life

Selasa, 07 Mei 2024 - 10:19 WIB

Perkuat Komitmen Manajemen Mutu, IFG Life Raih Sertifikasi ISO 9001:2015

PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) menegaskan komitmen untuk senantiasa memberikan layanan yang berkualitas dan berkesinambungan bagi masyarakat Indonesia melalui proses pelayanan yang cepat, transparan,…

Ilustrasi Produksi Alas Kaki

Selasa, 07 Mei 2024 - 10:10 WIB

Pabrik Sepatu Bata Tutup! Beban Industri Alas Kaki Makin Berat, Aprisindo Ungkap Biang Keroknya...

Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) akhirnya angkat bicara terkait penutupan pabrik PT Sepatu Bata Tbk di Purwakarta. Meski demikian, Aprisindo belum dapat mengungkapkan lebih banyak…

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif

Selasa, 07 Mei 2024 - 10:04 WIB

Menperin Agus Bongkar Kasus Penipuan Menggunakan SPK Bodong

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) merespons serius pengaduan masyarakat terkait beberapa Surat Perintah Kerja (SPK) yang diduga bermasalah di Direktorat Industri Kimia Hilir dan Farmasi…