Tahun Ini Krakatau Steel Targetkan Produksi Baja 2,7 Juta Ton

Oleh : Herry Barus | Rabu, 08 Maret 2017 - 12:28 WIB

Ilustrasi Pabrik Besi dan Baja (Mikael Karlsson /EyeEm/Getty Images)
Ilustrasi Pabrik Besi dan Baja (Mikael Karlsson /EyeEm/Getty Images)

INDUSTRY.co.id - Jakarta —  PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menargetkan, volume produksi baja tahun ini sebesar 2,6 juta ton hingga 2,7 juta ton, tumbuh 16,59% dibandingkan realisasi volume penjualan tahun lalu, sebesar 2,23 juta ton baja.

"Permintaan baja tahun ini akan meningkat karena sudah ada satu perusahaan yang dulu pernah pakai baja Krakatau Steel, lalu impor sekarang pakai lagi," kata Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Sukandar kepad awak media di Jakarta, Rabu (8/3/2017).

Pasar baja nasional tahun ini bakal membaik, karena ditopang geliat sektor konstruksi dan infrastruktur. Salah satu proyek infrastruktur yang baru saja didapatkan Krakatau Steel yakni jalan tol Jakarta-Cikampek II (elevated).

Perusahaan dengan kode emiten KRAS akan memasok sekitar 225.000 ton baja di proyek tersebut. Fungsi baja adalah menggantikan tiang beton sebagai konstruksi, jadwal pengiriman baja April mendatang.

Selain kebutuhan pasar, Krakatau Steel yakin, harga baja tahun ini juga berpihak. Apalagi, Tiongkok berencana menurunkan volume produksi, perbedaan harga jual baja lokal dan baja impor Tiongkok berpotensi menciut.

Demi mendukung target kinerja tahun ini, Krakatau Steel menyiapkan dana belanja modal alias capex sekitar US$300 juta. Sumbernya dari kas internal dan pinjaman perbankan.

Krakatau Steel akan menggunakan capex untuk mendanai pembangunan pabrik yang sedang berjalan. Dua di antaranya adalah proyek pabrik blast furnace dan pabrik baja lembaran panas.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Blibli

Minggu, 05 April 2020 - 14:30 WIB

Blibli dan Halodoc Buka Akses Layanan Kesehatan Lawan COVID-19

Blibli bekerja sama dengan Halodoc menyediakan fitur “Cek Kesehatan”, yaitu akses ke layanan medis jarak jauh, atau telemedik (telemedicine), melalui situs dan aplikasi Blibli. Layanan ini…

Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih

Minggu, 05 April 2020 - 14:15 WIB

Kemenperin Godok Pemberian Pinjaman Lunak bagi IKM Terdampak Virus Corona

Kebijakan untuk meminimalkan dampak COVID-19 kepada sektor Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) merupakan hal yang penting untuk dilakukan, mengingat jumlah pelaku IKM yang besar.

Ilustrasi PHK

Minggu, 05 April 2020 - 14:10 WIB

Dampak Corona, 3.611 Pekerja di Jakarta Kena PHK, 21.979 Dirumahkan

Sekitar 3.611 pekerja atau buruh dari 602 perusahaan di Jakarta terkena PHK akibat pandemi virus corona (COVID-19).

Direktur Utama Bank BRI Sunarso kanan

Minggu, 05 April 2020 - 13:31 WIB

BRI Punya Banyak Program Bantu UMKM Terdampak COVID-19

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memberikan dukungan terhadap para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah kondisi yang menantang akibat penyebaran Virus COVID-19.…

Raisa

Minggu, 05 April 2020 - 13:15 WIB

VLIVE Mendorong Para Artis dan Penggemar Tetap di Rumah

Platform komunitas hiburan global dari Naver Corp, VLIVE, mengajak sejumlah artis dan influencers Indonesia yang tergabung dalam channel VLIVE dalam untuk ikut serta dalam kampanye V PAKET #dirumahaja…