Menperin Optimis Industri Pengolahan Kakao Mampu Bersaing di Pasar Global

Oleh : Ridwan | Selasa, 12 Februari 2019 - 10:30 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenperin)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenperin)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengaku optimistis industri pengolahan kakao di dalam negeri mampu menghasilkan produk yang kompetitif di pasar domestik hingga ekspor. Apalagi, didukung Indonesia sebagai negara penghasil kakao terbesar ketiga di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana.

“Sebanyak 81 persen produk yang dihasilkan industri olahan kakao di dalam negeri, telah diekspor ke berbagai negara berupa produk cocoa liquor, cocoa cake, cocoa butter dan cocoa powder," katanya di Jakarta (13/2/).

Sepanjang tahun 2018, ekspor produk cocoa butter dan cocoa powder, masing-masing mengalami peningkatan sebesar 14,13 persen dan 12,28 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2017. Neraca perdagangan produk kakao olahan masih surplus di tahun 2018, dengan total nilai ekspor menembus angka USD1,12 miliar. 

Pengembangan hilirisasi industri pengolahan kakao diarahkan untuk menghasilkan bubuk cokelat, lemak cokelat, makanan dan minuman dari cokelat, suplemen dan pangan fungsional berbasis kakao, serta kebutuhan untuk kosmetik dan farmasi.

Produk cocoa butter Indonesia mempunyai karakteristik yang berbeda dari negara produsen Afrika, yaitu tingkat Free Fatty Acid (FFA) pada cocoa butter yang rendah dan melting point yang tinggi. Hal ini membuat cocoa butter Indonesia lebih berdaya saing dibanding negara lain, khususnya sebagai kebutuhan di sektor industri kosmetik dan farmasi.

Indonesia menempati posisi sebagai eksportir cocoa butter terbesar kedua dunia dengan share ke pasar global sebesar 13,43 persen, setelah negara Belanda yang mempunyai share hingga 26,42 persen.

Saat ini, Kemenperin memacu share produk cocoa powder Indonesia ke pasar global, agar lebih kompetitif dibanding Belanda, Malaysia dan Jerman. Apalagi ketiga negara tersebut, bukan produsen kakao. Hal ini yang menjadi peluang bagi Indonesia.

Di samping itu, Kemenperin telah mengusulkan tarif bea keluar untuk biji kakao menjadi flat 15 persen guna memberikan jaminan pasokan bahan baku bagi industri pengolahan kakao nasional. Saat ini pajak ekspor yang diterapkan terhadap komoditi tersebut bersifat progresif sekitar 0-15 persen tergantung harga biji kakao dunia.

"Kami juga berharap, dengan tarif flat dapat menjaga keseimbangan antara pajak yang dikenakan atas transaksi lokal maupun ekspor. Usulan ini akan kami bahas dengan Kementerian Keuangan," ujar Airlangga. 

Airlangga menambahkan, pihaknya telah memfasilitasi pembentukan unit-unit pengolahan industri kakao yang dapat menumbuhkan wirausaha baru skala kecil dan menengah. Selain itu, pelaksanaan program bantuan mesin dan peralatan pengolahan kakao.

Industri pengolahan kakao mempunyai peranan penting dalam peningkatan perekonomian nasional. Oleh karena itu, pemerintah telah menetapkan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035, yang menyebutkan bahwa industri pengolahan kakao termasuk salah satu sektor prioritas yang harus dikembangkan. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pandemi Corona (covid-19)- foto/ist

Jumat, 10 April 2020 - 09:40 WIB

Hingga Jumat Pagi Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Indonesia Mencapai 3.293 Orang, Sebanyak 252 Pasien Sembuh dan 280 Pasien Tercatat Meninggal

"Hingga saat ini, pasien konfirmasi positif Covid-19 yang sembuh bertambah 30 orang sehingga total tercatat 252," ujar Achmad Yurianto. Sementara itu menurutnya, pasien yang terkonfirmasi positif…

Tahun 1960 Matsushita Electric Industrial membuat kesepakatan kerjasama teknis dengan Transistor Radio Manufacturing dan kinibdikenal Panasonic Gobel (foto Tirto.id)

Jumat, 10 April 2020 - 09:15 WIB

Bermodal Filosofi Pendiri Bagai Pohon Pisang yang Tak Mau Mati Sebelum Berbuah, Raksasa Industri Elektronika Panasonic Gobel Sukses Lalui Pasang Surut Bisnis Sejak 1960

‚ÄúSejak awal pendiri perusahaan ini, Drs. H. Thayeb Mohammad Gobel berkomitmen ingin membangun industri sebagai jalan untuk berbhakti memajukan Indonesia. Demi mewujudkan cita-cita tersebut,…

Pertamina Lubricants Terus Perangi Covid-19

Jumat, 10 April 2020 - 09:00 WIB

Pertamina Lubricants Terus Perangi Covid-19

PT Pertamina Lubricants, anak usaha PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang pelumas terus berkomitmen untuk menjalankan protokol dan langkah-langkah pencegahan penyebaran Covid-19 serta…

Industri Kecil dan Menengah (IKM)

Jumat, 10 April 2020 - 08:53 WIB

Penjualan Hingga Produksi Anjlok, Sejumlah IKM Hanya Bisa Pasrah

Kementerian Perindustrian terus memantau dampak pandemi COVID-19 terhadap industri kecil dan menengah (IKM) di beberapa daerah, termasuk sektor logam, mesin, elektronika dan alat angkut (LMEAA).…

Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) Tigor M. Siahaan (Ist)

Jumat, 10 April 2020 - 08:50 WIB

Gelar RUPST, PT Bank CIMB Niaga Tbk Bukukan Laba Bersih Rp3,48 triliun, Tigor Siahaan Ditetapkan Kembali Sebagai Presdir

Para pemegang saham juga menyetujui penggunaan laba bersih CIMB Niaga untuk dibagikan sebagai dividen tunai setinggi-tingginya 40% atau sebesar Rp1,39 triliun dari laba bersih CIMB Niaga tahun…