"Pemerintah Seharusnya Beri Insentif Energi Bersih"

Oleh : Irvan AF | Selasa, 31 Januari 2017 - 13:50 WIB

PLTP Lahendong milik PT Pertamina Geothermal Energy di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, memiliki kapasitas 2x20 MW dengan total investasi sebesar US$282,07 juta. (ANTARA/Puspa Perwitasari)
PLTP Lahendong milik PT Pertamina Geothermal Energy di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, memiliki kapasitas 2x20 MW dengan total investasi sebesar US$282,07 juta. (ANTARA/Puspa Perwitasari)

INDUSTRY.co.id, Denpasar - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendorong pemerintah memberikan insentif fiskal termasuk bagi operator geotermal karena pengembangan energi bersih itu masih belum tergarap optimal.

"Faktor kendala finansial dan regulasi sering membuat operator geotermal enggan untuk melakukan investasi di pembangkit geotermal," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam diskusi dan media briefing terkait pengembangan energi bersih dan inklusif di Denpasar, Selasa (31/1/2017).

Menurut dia, selama ini subsidi lebih banyak terkuras untuk energi fosil yang terbatas jumlahnya padahal geotermal di Indonesia sangat melimpah.

Minimnya perbankan yang turut membiayai pengembangan geotermal karena tingkat risiko yang tinggi juga harus menjadi perhatian pemerintah.

Selain alasan finansial, operator kerap terbentur dengan regulasi khususnya menyangkut regulasi bidang kehutanan, mengingat eksplorasi panas bumi atau geotermal dilarang dilakukan di daerah hutan.

Khususnya di hutan lindung padahal, lanjut dia, sumber geotermal banyak ditemukan di area hutan lindung sehingga kendala itu perlu diatasi.

Harapannya operator panas bumi seperti Pertamina dapat mewujudkan sumber energi baru terbarukan tersebut apalagi, kata dia, potensi geotermal di Indonesia mencapai 40 persen, salah satu yang terbesar di dunia.

Selain kepada Pertamina, pemerintah juga diharapkan memberikan insentif subsidi kepada PLN untuk mengembangkan energi bersih untuk pembangkit listrik.

Ia mengimbau agar pemerintah memasok PLN dengan sumber energi bersih minimal dengan gas atau mengembangkan pembangkit kecil seperti berbasis air, angin bahkan sampah.

"Padahal sumber energi bersih sangat banyak. Oleh karena itu pemerintah seharusnya melakukan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat yang punya potensi menerapkan energi bersih," lanjutnya.(ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kendaraan Listrik

Kamis, 30 Juni 2022 - 13:30 WIB

RI Siap Akselerasi Bangun Ekosistem Industri Kendaraan Listrik

Indonesia tengah bersiap memasuki era kendaraan listrik, sesuai dengan tren global saat ini. Butuh sinergi berbagai pihak agar mencapai tujuan tersebut. Oleh karena itu, pemerintah dan stakeholders…

Putra Mantan PM Jepang Tatsuo Fukuda bersama Menperin Agus

Kamis, 30 Juni 2022 - 13:11 WIB

Menperin Agus Bagikan Potret Bersama Sahabat Lamanya Putra Mantan PM Jepang Tatsuo Fukuda

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengunggah sebuah momen duduk santai bersama anak mantan Perdana Menteri (Jepang) yaitu Tatsuo Fukuda.

Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Firman Shantyabudi

Kamis, 30 Juni 2022 - 13:08 WIB

Tolong Disimak! Korlantas Polri Mulai Terapkan ETLE Kamera Handphone di Tiga Provinsi

Jakarta-kepolisian daerah (Polda) di Indonesia sudah menerapkan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Mobile. Sebanyak tiga kepolisian daerah (Polda) telah menerapkan penindakan hukum berbasis…

Bandara Internasional Batam (Foto Dok Tribunnews)n

Kamis, 30 Juni 2022 - 13:07 WIB

Bandara Internasional Batam DiharapkanSebagai Cargo Hub dan E-commerce

etua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi penandatangan MoU antara PT. BS Kargo Indonesia dengan PT. Bandara Internasional Batam dalam bidang e-commerce dan logistik. PT. BS Kargo Indonesia…

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Kamis, 30 Juni 2022 - 13:05 WIB

Rasio Kepemilikan Mobil di RI Masih Rendah, Menperin Agus: Ini Potensi Luar Biasa

Japan Autoparts Business Forum yang digelar di Nagoya, Jepang, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan rasio kepemilikan kendaraan roda empat di Indonesia masih…