Memacu Industri Perhiasan Nasional

Oleh : Kormen Barus | Minggu, 29 April 2018 - 11:01 WIB

Ekspor kerajjinan perhiasan (Foto Dok Industry.co.id)
Ekspor kerajjinan perhiasan (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Industri perhiasan di Indonesia saat ini mengalami pertumbuhan yang cukup pesat, ditandai dengan meningkatnya nilai ekspor logam mulia, batu permata dan perhiasan.

Untuk itu, Kementerian Perindustrian terus memacu kinerja industri perhiasan yang tergolong sektor padat karya berorientasi ekspor. 

“Kami sangat bersyukur bahwa kegiatan industri perhiasan di Indonesia sudah berkembang. Pada tahun 2017, nilai ekspor perhiasan nasional mencapai USD2,6 miliar,” kata Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Gati Wibawaningsih dalam acara International Jewellery Fair 2018 beberapa waktu lalu. 

Guna memacu daya saing produk industri perhiasan nasional, Gati menyampaikan, para pengrajin perlu memanfaatkan perkembangan teknologi terkini sehingga menghasilkan inovasi. 

“Untuk memperluas akses pasar, Kemenperin terus berupaya untuk menggenjot laju pertumbuhan industri perhiasan melalui fasilitasi dalam berbagai pameran berskala nasional dan internasional,” tuturnya.

Pada ajang Jakarta International Jewellery Fair 2018, Kemenperin melalui Ditjen IKM memfasilitasi 30 IKM perhiasan untuk ikut serta dalam acara pameran tersebut. 

Para peserta yang berpartisipasi terdiri dari IKM perhiasan mutiara, perak, giok aceh, batu-batuan, aksesories pengantin, serta aksesoris khas daerah. 

IKM perhiasan tersebut, antara lain dari Nusa Tenggara Barat, Sumatera Selatan, Yogyakarta, Bali, Aceh, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, dan Sumatera Selatan.

Gati menambahkan, Kemenperin telah melakukan upaya menurunkan tarif bea masuk impor untuk bahan baku intan yang awalnya dikenakan 5 persen, saat ini telah dihapuskan menjadi 0 persen. 

Hal ini sesusai dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17 tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas PMK No. 6 Tahun 2018 tentang Penetapan Sistem Klasifikasi Barang dan Pembebanan Tarif Bea Masuk Atas Barang Impor.

“Upaya tersebut untuk terus meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri perhiasan dalam menghadapi persaingan global saat ini,” ungkapnya. 

Beberapa bentuk pembinaan yang telah dilakukan Kemenperin untuk mendorong pertumbuhan industri perhiasan nasional, di antaranya memberikan fasilitasi bimbingan teknis produksi, dan melakukan pendampingan tenaga ahli.

Selanjutnya,  meningkatkan kemampuan sumber daya manusia baik di bidang desain, teknologi, dan standardisasi, memberikan fasilitasi mesin dan peralatan, memberikan fasilitasi kemudahan akses pembiayaan, serta meningkatkan akses pemasaran dengan program e-Smart IKM.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sosialisasi Empat Pilar

Rabu, 19 Februari 2020 - 16:00 WIB

MPR RI-Kadin Indonesia Sepakat Sosialisasi Empat Pilar

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan keterlibatan para pengusaha dalam mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI yang berasal dari Empat Konsensus Dasar bangsa Indonesia, yakni Pancasila,…

Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja (Foto Dok Biem.co)

Rabu, 19 Februari 2020 - 15:58 WIB

RUU Cipta Kerja (Omnibus Law) Isinya Bermuatan Pasal-Pasal Serampangan.

Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia Wilayah Jakarta (PBHI JAKARTA) menyatakan, RUU Cipta Kerja (Omnibus Law) yang diinisiatori oleh Pemerintah dan sudah diserahkan ke DPR, belakangan ini menjadi…

SMSI-LPDS Sepakat Kerja Sama Jaga Kualitas Media Siber

Rabu, 19 Februari 2020 - 15:54 WIB

SMSI-LPDS Sepakat Kerja Sama Jaga Kualitas Media Siber

Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) yang didirikan oleh Dewan Pers sejak tahun 1988, siap bekerja sama dengan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) beranggotakan perusahaan-perusahaan pers online…

Ilustrasi serangan jantung

Rabu, 19 Februari 2020 - 15:15 WIB

Salah Kaprah Mitos Tentang Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah, Ini Faktanya

Tahukah Anda? bahwa penyakit jantung bisa menyerang siapa saja, berapapun umurnya, bahkan pada orang yang sudah menjaga pola konsumsi makanan, termasuk vegetarian. Berikut ini penjelasannya…

Tumpang sari kedelai dengan sawit

Rabu, 19 Februari 2020 - 14:56 WIB

2020,Kabupaten Pali Swasembada Benih Kedelai 2020

Petani Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) provinsi Sumatera Selatan berhasil mengembangkan tumpangsari antara kedelai dan tanaman sari. Gatot yang tergabung dalam kelompok tani Bina…