Hadapi Industri Keempat, Menperin Terus Tingkatkan Inovasi dan Daya Saing Industri Mamin

Oleh : Ridwan | Senin, 23 April 2018 - 16:47 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Ketua Umum Gapmmi Adhi Lukman
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Ketua Umum Gapmmi Adhi Lukman

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kementerian Perindustrian terus berupaya untuk semakin meningkatkan inovasi dan daya saing industri makanan dan minuman (mamin) seiring dengan ditetapkannya sektor ini sebagai salah satu dari lima sektor percontohan dalam implementasi Industri 4.0 di Indonesia. 

"Industri mamin berperan penting terhadap pemerataan usaha di Tanah Air, di mana para pelakunya sebagian banyak berskala industri kecil dan menengah (IKM)," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada pembukaan Pameran Produk Industri Makanan dan Minuman Tahun 2018 di Plasa Pameran Industri, Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (23/4/2018).

Menperin menjelaskan, pihaknya sudah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 yang diresmikan langsung Presiden Joko Widodo. Langkah strategis yang menjadi gerakan nasional ini bertujuan untuk mentransformasi dan mengintegrasikan dunia digital atau online dengan lini produksi di sektor industri.

"Dengan semua proses produksi berjalan melalui internet sebagai penopang utamanya, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan inovasi serta efisiensi biaya produksi bagi manufaktur kita, termasuk di industri mamin. Sehingga produk industri nasional bisa berdaya saing global," paparnya.

Guna mendorong percepatan implementasi Industri 4.0 tersebut, Kemenperin berperan serta dalam mencetak sumber daya manusia industri yang kompeten melalui program pendidikan vokasi. 

“Selain itu, Kemenperin bersama Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) mendorong untuk membangun innovation center," tutur Menperin. 

Dengan adanya pusat inovasi tersebut, diharapkan pelaku IKM sektor mamin juga dapat memanfaatkan pengembangan teknologinya sehingga produk yang dihasilkan mampu kompetitif di pasar domestik dan untuk memenuhi kebutuhan ekspor. 

"Pemerintah tengah menyiapkan insentif super deductible tax bagi perusahaan yang ingin mengembangkan innovation center," ujar Airlannga.

Dalam upaya memfasilitasi perluasan pasar produk-produk industri nasional, Kemenprin aktif melakukan kegiatan promosi baik melalui pameran di dalam maupun luar negeri. 

"Agenda pameran untuk promosi produk industri mamin yang rutin kami laksanakan setiap tahunnya adalah Pameran Industri Makanan dan Minuman dan Bazaar Lebaran," imbuhnya. 

Pameran Industri mamin tahun ini akan berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 23-27 April 2018 yang dibuka untuk umum pada pukul 09.00-16.00 WIB.

”Penyelenggaraan pameran ini diharapkan menjadi wahana pendorong bagi para pengusaha di bidang industri mamin guna memperkenalkan produk, kualitas dan citra merek serta memperoleh berbagai masukan dan keinginan dari pelanggannya," tutup Airlangga.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

 KuCoin, Bursa Kripto Global, Merangkul Tokoin, Proyek Blockchain #1 di Indonesia, untuk Mengedepankan Revolusi Industri 4.0 bagi Bangsa

Minggu, 08 Desember 2019 - 13:58 WIB

Tokoin Kini Dipercaya Oleh Kucoin untuk Ikut Membangun Komunitas Kucoin di Indonesia

Jakarta-Setelah sukses melakukan proses penjualan token melalui program Spotlight milik platform bursa kripto KuCoin, Tokoin kini dipercaya oleh KuCoin untuk ikut membangun komunitas KuCoin…

Sambut HUT KPR BTN ke 43, Perseroan akan meningkatkan peran lebih besar dalam mendukung program rumah bagi rakyat sekaligus bersiap untuk berfokus dalam membidik segmen generasi milenial

Minggu, 08 Desember 2019 - 13:37 WIB

BTN Telah Salurkan KPR Rp300 Triliun Untuk Biayai 5 Juta Masyarakat Indonesia

Jakarta-Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) KPR ke 43 yang jatuh pada tanggal 10 Desember mendatang, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Semarang - Keberadaan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB - KUMKM) masih sangat diperlukan untuk pengembangan KUMKM dan masih efektif.

Minggu, 08 Desember 2019 - 13:19 WIB

Hasil Kajian UKM Center UI: Keberadaan LPDB-KUMKM Masih Sangat Diperlukan

Semarang - Keberadaan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB - KUMKM) masih sangat diperlukan untuk pengembangan KUMKM dan masih efektif.

Masyarakat Bone yang tersebar di seluruh Indonesia mendeklarasikan pembentukan Forum Komunikasi Masyarakat Bone Raya (FK-MBR) di Jakarta, pekan lalu Sabtu (30/11/2019).

Minggu, 08 Desember 2019 - 13:07 WIB

Diaspora Bone Sepakat Nurdin Halid Jadi Ketum Forum Komunikasi Masyarakat Bone Raya

Jakarta – Masyarakat Bone yang tersebar di seluruh Indonesia mendeklarasikan pembentukan Forum Komunikasi Masyarakat Bone Raya (FK-MBR) di Jakarta, pekan lalu Sabtu (30/11/2019). Salah satu…

Didi Kempot Sebagai Brand Ambassador Shopee

Minggu, 08 Desember 2019 - 13:00 WIB

Didi Kempot Sebagai Brand Ambassador Shopee

Shopee, platform e-commerce terdepan di Asia Tenggara dan Taiwan mengumumkan kolaborasi dengan Didi Kempot sebagai brand ambassador terbaru bersamaan dengan kemeriahan Shopee 12.12 Birthday…