Industri Alas Kaki Masih Jadi Primadona Ekspor Provinsi Banten

Oleh : Ridwan | Jumat, 13 April 2018 - 14:15 WIB

Alas Kaki (Ilustrasi)
Alas Kaki (Ilustrasi)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Matadagangan alas kaki seperti sepatu dan sandal masih menjadi primadona ekspor nonmigas Provinsi Banten dari bulan ke bulan dengan nilai ekspor sebesar 100 juta dolar AS, sementara golongan barang lainnya di bawah 100 juta dolar AS.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Agoes Soebeno di Serang, Kamis, mengatakan alas kaki menjadi andalan ekspor nonmigas Banten karena daerah itu memiliki banyak industri alas kaki yang produknya berorientasi ekspor.

Nilai ekspor nonmigas untuk sepuluh golongan barang pada Februari 2018 mencapai 605,05 juta dolar AS, sementara untuk golongan barang lainnya sebesar 287,57 juta dolar AS.

Nilai ekspor nonmigas terbesar pada Februari 2018 berasal dari golongan barang alas kaki yaitu mencapai 194,93 juta dolar AS, disusul oleh plastik dan barang dari plastik serta bahan kimia organik dengan ekspor masing-masing sebesar 76,34 juta dolar AS dan 67,27 juta dolar AS.

Tujuh dari sepuluh golongan barang ekspor nonmigas utama pada Februari 2018 mengalami penurunan kecuali timah, kertas/karton, serta berbagai makanan olahan yang meningkat masing-masing 20,62 juta dolar AS, 3,39 juta dolar AS, dan 9,28 juta dolar AS.

Penurunan nilai ekspor tertinggi berasal dari golongan barang alas kaki disusul oleh bahan kimia organik dengan penurunan masing-masing sebesar 42,41 juta dolar AS dan 13,68 juta dolar AS. Sedangkan pada lima barang yang lain penurunan nilai ekspor masing-masing kurang dari 9,00 juta dolar AS dengan peningkatan terendah berasal dari golongan barang mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar 0,35 juta dolar AS.

Ekspor nonmigas sepuluh golongan barang utama untuk Januari - Februari 2018 memberikan kontribusi 66,43 persen terhadap total ekspor nonmigas. Nilai ekspor nonmigas untuk sepuluh golongan barang utama tersebut naik 5,23 persen atau sebesar 62,19 juta dolar AS dibanding ekspor nonmigas pada periode yang sama tahun lalu yang telah mencapai 1.189,76 juta dolar AS.

Tujuh dari sepuluh golongan barang ekspor nonmigas Januari - Februari 2018 mengalami peningkatan dibanding periode yang sama pada 2017. Peningkatan tertinggi berasal dari timah yang naik 57,62 juta dolar AS, dan terendah terjadi pada golongan berbagai makanan olahan sebesar 3,79 juta dolar AS.

Bila dibandingkan secara bersamaan untuk sepuluh golongan barang ekspor nonmigas utama pada Februari dan Januari 2018, maka akan didapati sembilan golongan barang yang sama, kecuali timah. Tujuh dari sembilan golongan barang tadi, kecuali kertas/karton dan tembaga merupakan golongan barang yang selalu masuk dalam sepuluh golongan barang utama ekspor nonmigas Banten selama satu tahun terakhir, dengan pangsa ekspor nonmigas gabungan tidak pernah kurang dari 54 persen.

Soebeno menambahkan nilai ekspor Banten Februari 2018 turun 9,88 persen dibanding bulan sebelumnya dari 992,29 juta dolar AS menjadi 894,23 juta dolar AS.

Penurunan ekspor tersebut terutama disebabkan oleh ekspor nonmigas yang mengalami penurunan 10,03 persen dari 992,11 juta dolar AS menjadi 892,62 juta dolar AS. Kebalikan ekspor migas naik 805,96 persen dibanding bulan sebelumnya, dari 0,18 juta dolar AS menjadi 1,61 juta dolar AS.

Sepuluh golongan barang utama ekspor nonmigas Banten pada Februari adalah alas kaki senilai 194,93 juta dolar AS, plastik dan barang dari plastik (76,34 juta dolar AS), bahan kimia organik (47,27 juta dolar AS, berbagai makanan olahan (43,26 juta dolar AS), mesin-mesin/pesawat mekanik (42,61 juta dolar AS), timah (39,12 juta dolar AS), mesin/peralatan listik (37,96 juta dolar AS), tembaga (35,12 juta dolar AS), karet dan barang dari karet (34,74 juta dolar AS), kertas/karbon senilai 33,71 juta dolar AS).

Sebanyak 12 negara tujuan ekspor nonmigas Banten Februari adalah Filipina senilai 54,98 juta dolar AS, Thailand (43,97 juta dolar AS), Myanmar (42,38 juta dolar AS), Jerman (21,65 juta dolar AS), Belgia (20,13 juta dolar AS), Belanda (12,54 juta dolar AS), Amerika Serikat (142,12 juta dolar AS), Tiongkok (116,13 juta dolar AS), Jepang (76,83 juta dolar AS), India (34,49 juta dolar AS), Korea Selatan (28,27 juta dolar AS) dan Australia senilai 20,20 juta dolar AS).

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Munas Backstager Indonesia

Jumat, 27 November 2020 - 21:08 WIB

Pamdemi COVID-19 Disikapi Positif, Backstagers Indonesia Kini Jadi Perkumpulan Berbadan Hukum

Forum Backstagers Indonesia lahir sebagai pengejawantahan belum adanya Perkumpulan berbadan hukum khusus Event Organizer setingkat nasional.

Yayasan Enesis Indonesia berkolaborasi dengan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) dengan menyediakan healthy kit berupa (Masker, Antis Hand Sanitizer, Plossa minyak aromaterapi eucalyptus, Amunizer Vitamin C 1000mg, Disinfectant Kispray, Adem Sari Vit C Tinggi dan minuman Scrubber untuk menjaga kesehatan usus).

Jumat, 27 November 2020 - 20:46 WIB

Berkolaborasi dengan Transjakarta, Enesis Group Dukung Pemerintah Perkuat Protokol Kesehatan di Masa Pandemi.

Jakarta– Enesis Group meluncurkan kampanye #EnesisSafeTravel untuk mendukung program pemerintah dalam memperkuat protokol kesehatan di masa pandemi.

Ilustrasi pengiriman barang (Doc:Pikiranrakyat)

Jumat, 27 November 2020 - 19:08 WIB

Gandeng Loggis.id, Paketku Tingkatkan Efisiensi dan Layanan

Dalam masa pandemi saat ini, salah satu tantangan pada hampir semua industri adalah melakukan efisiensi dalam berbagai bentuk.

Kantor pusat Pegadaian

Jumat, 27 November 2020 - 18:50 WIB

Pegadaian Panen Penghargaan di Penutupan November 2020

PT Pegadaian (Persero) meraih beberapa penghargaan atas kinerja yang dilakukan, satu di antaranya BUMN Award 2020 kategori Digital Marketing Transformation for Milennial Generation dari Warta…

Suasana diskusi Famara Jakarta di Jakarta, Jumat (27/11/2020).

Jumat, 27 November 2020 - 18:29 WIB

Diskusi Famara: Wujudkan Negara Kesejahteraan dari Advokat, Pakar Hukum: Banyak Advokat Bermain Tidak Jujur

Jakarta – Seluruh advokat di Indonesia harus melaksanakan penegakkan hukum dengan baik dan benar. Kalau advokat melaksanakan penegakkan hukum dengan baik dan benar maka konsep negara kesejahteraan…