Pertumbuhan Industri Tekstil Nasional Dibawah Bayang-Bayang Kenaikan Tarif Dasar Listrik

Oleh : Ridwan | Kamis, 01 Februari 2018 - 10:57 WIB

Produksi Tekstil (Ilustrasi)
Produksi Tekstil (Ilustrasi)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Rencana pemerintah untuk mengubah formula tarif listrik non-subsidi dengan memasukkan harga batubara sebagai salah satu acuan komponen perhitungan tarif dasar listrik (TDL) mendapat kecaman dari pengusaha tekstil yang tergabung dalam Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API).

Maklum saja, harga batu bara tengah membara. Untuk kontrak Februari di bursa Newcastle hari ini, harga batu bara mencapai 107,7 dolar Amerika Serikat (AS) per ton sementara di bursa Rotterdan, harganya sekitar 90,85 dolar AS per ton.

Wakil Presiden Direktur PT Pan Brothers Tbk (PBRX) Anne Patricia Sutanto mengatakan, perubahan formula TDL berpotensi membuat tarif listrik non-subsidi, termasuk listrik industri naik. Kenaikan tersebut berdampak besar karena industri tekstil, terutama di sektor hulu membutuhkan listrik yang cukup besar.

"Nantinya yang paling nanti terefek itu di hulu, yang investasinya paling tinggi dimana memang membutuhkan energi sehingga akan memerlukan listrik yang lebih tinggi dibanding pakaian jadi atau garmen," kata Anne di Menara Kadin Indonesia, Jakarta (31/1/2018).

Anne menambahkan, Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) tengah mengamati rencana Kementerian ESDM tersebut. Ia pun berharap, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tidak membebani industri.

"Kita akan minta pemerintah melihat benchmark dari industri-industri lain di negara lain karena otomatis kita ini harus bisa kompetitif dari sisi bukan hanya domestik tapi juga luar," ucapnya.

Menurutnya, selama ini industri tekstil memang bergantung pada ekspor. Sementara itu, industri tekstil nasional tengah menghadapi persaingan ketat dari negara-negara tetangga seperti Vietnam yang sangat efisien, terutama dari sisi upah pekerja.

"Pemerintah seharusnya mendorong industri tekstil nasional untuk bersaing di pasar global. Kita harus memastikan bahwa industri kita industri Indonesia ini benar-benar bisa bersaing dalam negeri maupun luar negeri," kata Anne.

Untuk itu, lanjut Anne, pihaknya juga mempertimbangkan untuk berdiskusi dengan Kementerian Perindustrian mengenai rencana kebijakan baru ini. "Diskusi ini sekaligus menganalisis dampak kenaikan tarif listrik terhadap industri tekstil," tuturnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Dirut IPCC Chiefy Adi Kusmargono saat peremian cafe di Tanjung Priok

Kamis, 25 April 2019 - 12:50 WIB

IPCC Kini Punya Cafe di Pelabuhan

Jakarta – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk / IPC Car Terminal (IPCC) mempunyai kantin/kafe perdana yang bernuansa milenial dan instagramable di tengah hiruk pikuk area pelabuhan untuk para…

Ilustrasi angkatan muda Partai Golkar. (Romeo Gacad/AFP)

Kamis, 25 April 2019 - 11:55 WIB

Ini 5 Caleg Kaltim Berpotensi ke Senayan

Partai Golkar menduduki posisi teratas perolehan suara sementara pileg daerah pemilihan Kaltim tahun 2019.m

OPPO F11 Pro Avengers

Kamis, 25 April 2019 - 11:39 WIB

OPPO Gandeng Marvel Studio Luncurkan F11 Pro Avengers: Endgame Edisi Terbatas

OPPO mengumumkan kerja sama dengan Marvel Studios yang memproduksi film Avengers: Endgame untuk meluncurkan edisi terbatas F11 Pro Avengers. Produk eksklusif ini akan menghadirkan pengalaman…

Ramadhan Buffet Millennium Hotel

Kamis, 25 April 2019 - 11:06 WIB

Berbagi Keindahan Semangat Ramadhan bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

Menyambut datangnya bulan suci penuh berkah yang menjadi perayaan penting bagi umat Muslim di seluruh dunia ini, Millennium Hotel Sirih Jakarta kembali hadir dengan berbagai penawaran promo…

Perkenalan jajaran direksi BGR Logistics

Kamis, 25 April 2019 - 10:49 WIB

Kementerian BUMN Lakukan Perubahan Susunan Direksi BGR Logistics

Menteri Badan Usaha Milik Negara, Rini M. Soemarno, dalam lRapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) atau BGR Logistics, melakukan perubahan susunan direksi BGR Logistics…