Kemenperin Sepakati MoU Penyediaan Bahan Baku Kapas

Oleh : Irvan AF | Selasa, 13 Juni 2017 - 14:29 WIB

Ilustrasi kapas. (foto: IST)
Ilustrasi kapas. (foto: IST)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Dirjen Industri Kecil Menengah Kmemenperin Gati Wibawa Ningsih menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (MoU) tentang Program Pengembangan IKM Tenun Melalui Penyediaan Bahan Baku Serat Kapas di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.

"Bahan baku menjadi masalah utama IKM di Indonesia. Dengan adanya MoU ini, IKM tenun di Timor Tengah Selatan akan mendapat pasokan bahan baku kapas lebih mudah, sehingga tidak mengganggu proses produksi," kata Gati di Jakarta, Selasa (13/6/2017).

Gati menyampaikan hal tersebut usai menandatangani MoU bersama Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Bambang dan Bupati Timor Tengah Selatan Paulus Victor Rolland Mella.

Melalui penandatanganan MoU tersebut, Ditjen Perkebunan akan menggarap lahan seluas 13 hektare di Kecamatan Mollo Barat yang mulai ditanami kapas pada Agustus mendatang.

Dengan benih unggul dan teknologi yang lebih modern, kapas yang dihasilkan akan memiliki kualitas yang baik dengan waktu yang relatif efektif.

Pada tahap awal, kapas tersebut kemudian dipasok untuk para perajin tenun yang terletak di Timor Tengah Selatan, untuk kemudian dimanfaatkan oleh 115 sentra IKM di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sementara itu, Ditjen IKM Kemenperin akan memberikan bantuan pendampingan desain dan bantuan peralatan mesin giring dan mesin tenun kepada sentra tenun.

Pada kesempatan tersebut, Bambang menyampaikan, pihaknya akan menambah luas lahan yang akan digarap untuk menghasilkan bahan baku kapas pada tahap selanjutnya.

"Selanjutnya bisa 50 hektare. Itu nanti sasarannya ke seluruh perajin di Indonesia," ungkap Bambang.

Bupati Paulus mengatakan, dengan adanya MoU tersebut, produksi sentra tenun yang ada di wilayahnya akan semakin efektif dan efisien karena menggunakan teknologi modern.

"Biasanya kan kami menggunakan kayu. Sekarang pengerjaannya bisa lebih cepat. Kemudian proses produksinya juga semakin efektif," pungkasnya.(ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Selasa, 17 September 2019 - 15:09 WIB

Karhutla Bukan Bencana dari Tuhan, Tetapi Kelalaian dalam Perencanaan dan Pencegahan

Jakarta-Karhutla yang terjadi terus-menerus ini bukanlah musibah dari Tuhan sebagaimana yang disebutkan Kepala Kantor Staff Kepresidenan (KSP), Moeldoko. Penyebab karhutla adalah kelalaian dalam…

Gedung DPR RI

Selasa, 17 September 2019 - 15:01 WIB

Revisi UU KPK Disetujui DPR RI

Rapat Paripurna DPR RI ke-9 Masa Persidangan I periode 2019-2020 menyetujui hasil revisi Undang-Undang tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk disahkan menjadi undang-undang.

Kuwat Sri Hudoyo

Selasa, 17 September 2019 - 15:00 WIB

Kemenkes Mendorong Industri Farmasi Domestik Lewat E-Katalog

Kementerian Kesehatan terus berupaya meningkatkan daya saing industri farmasi dan alat kesehatan dalam negeri dengan e-katalog maupun mendorong riset terapan biofarmaka dan vaksin

Kebakaran Hutan

Selasa, 17 September 2019 - 14:45 WIB

Indonesia Darurat Udara Bersih

Jakarta-Permasalahan udara bersih saat ini tidak hanya menjadi isu masyarakat perkotaan metropolitan seperti Jakarta, tetapi juga telah menjadi masalah di berbagai daerah di Sumatera dan Kalimantan.

Novita Dewi

Selasa, 17 September 2019 - 14:00 WIB

Novita Dewi Luncurkan Single Batak Rasa Latin

Penyanyi jebolan ajang pencarian bakat tarik suara X Factor, Novita Dewi mencoba menerobos industri musik yang tengah lesu darah dengan menggelontorkan single terbaru bernuansa latin.