Hari ini, Harga Minyak Mentah di Pasar Asia Relatif Stabil

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 08 Januari 2018 - 19:30 WIB

Kontraktor Pengeboran Pertambangan Minyak Mentah
Kontraktor Pengeboran Pertambangan Minyak Mentah

INDUSTRY.co.id, Singapura – Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) pada perdagangan hari ini di pasar Asia tercatat sebesar US$61,5 per barel, atau naik 6 sen dibandingkan sesi perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, harga minyak mentah Brent naik tipis 4 sen ke posisi US$67,66 per barel dibandingkan sesi perdagangna sebelumnya.

Pekan lalu, harga WTI dan Brent di pasar Asia masing-masing sempat mencapai posisi US$62,21 per barel dan US$68,27 per barel. Harga kedua minyak mentah tersebut adalah yang teringgi sejak Mei 2015 lalu.

Harga kedua komoditas energi tersebut pada hari ini terlihat cukup stabil. Itu karena adanya penurunan jumlah rig pengeboran minyak yang beroperasi di Amerika untuk produksi baru. Menurut data perusahaan perminyakan Baker Hughes, total rig yang beroperasi turun lima unit menjadi tinggal 742 unit rig.

Karena itu, produksi minyak Amerika dalam waktu dekat diperkirakan dapat mencapai 10 juta barel per hari (bph). Itu berkat kenaikan produksi shale-oil. Pasalnya, hingga kini, hanya Rusia dan Arab Saudi saja yang dapat memproduksi minyak hingga di atas 10 juta bph.

Peningkatan produksi minyak Amerika akan membebani kebijakan pemangkasan produksi yang dilakukan Rusia dan berbagai negara Timur Tengah yang mendominasi Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC). Rencananya kebijakan yang telah dimulai Januari 2017 lalu itu akan dilanjutkan hingga akhir 2018.

“Pertarungan antara kebijakan OPEC langkah produksi minyak Amerika tersebut diprediksi berlangsung sengit pada tahun ini. Itu bakal menjadi faktor utama kenaikan harga minyak global,” ujar Stephen Innes, Kepala Perdagangan Pialang Berjangka Oanda utuk Asia-Pasifik di Singapura.

Kendati demikian, menurut Stephen, gejolak geopolitik di Timur Tengah akan tetap menjadi perhatian para pelaku pasar di pasar minyak internasional. Pasalnya, gejolak tersebut sangat berpotensi mengangkat harga minyak ke level lebih tinggi lagi. (Abraham Sihombing)

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

KKP Dorong Industri Mutiara Nasional Bersaing di Kancah Dunia

Selasa, 25 September 2018 - 18:00 WIB

Investor Tiongkok akan Berinvestasi Budi Daya Mutiara di Flores Timur

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Flores Timur Yohanes Kopong mengatakan sebanyak lima perusahaan berminat menamamkan modalnya atau berinvestasi…

Presiden Jokowi hUT Kadin (Foto Herlambang)

Selasa, 25 September 2018 - 18:00 WIB

Bergabungnya Rosan ke TKN Tak Pengaruhi Netralitas Pengusaha

Bergabungnya Ketua Umum Kamar Dagang dan Indonesia (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani dalam Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf tidak memengaruhi netralitas pengusaha, kata Ketua Bidang Organisasi…

Triawan Munaf, kepala Badan Ekonomi Kreatif (Foto: Hitsss)

Selasa, 25 September 2018 - 17:40 WIB

Ekonomi Kreatif Masa Depan Dunia

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengatakan ekonomi kreatif merupakan sektor andalan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat baik di Indonesia maupun dunia.

Ilustrasi Migas

Selasa, 25 September 2018 - 17:20 WIB

SKK Migas Nilai Lapangan Sukowati Potensial Produktif

Deputi Perencanaan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jaffee Arizon Suardin menilai unit Asset 4 Sukowati Field merupakan salah satu blok migas…

Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso

Selasa, 25 September 2018 - 17:01 WIB

Proses Akuisisi 51 Persen Saham Pertagas Selesai September

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus melaksanakan komitmennya untuk menyelesaikan proses akuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas) sebagai tahap lanjutan usai induk BUMN Migas (Holding BUMN Migas)…