DPR Desak Perbaikan Distribusi Pupuk Bersubsidi

Oleh : Irvan AF | Minggu, 11 Desember 2016 - 08:25 WIB

Ilustrasi Pupuk Sriwijaya. (Foto: IST)
Ilustrasi Pupuk Sriwijaya. (Foto: IST)

INDUSTRY.co.id - Anggota Komisi IV DPR Akmal Pasluddin menginginkan program penyaluran pupuk bersubsidi untuk diperbaiki dari beragam aspek, mulai dari sisi teknis, manajemen, hingga regulasi penyalurannya.

"Kami di komisi IV selalu berusaha melakukan pengawasan optimal pada pelaksanaan program pupuk subsidi ini," kata Akmal Pasluddin dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (10/12/2016).

Menurut Akmal, saat ini dinilai masih banyak terjadi persoalan antara lain terkait masalah ketepatan waktu, jumlah, mutu, harga hingga lokasi penyaluran pupuk bersubsidi.

Apalagi, politisi PKS itu mengingatkan besarnya alokasi anggaran terkait hal tersebut yang mencapai hingga sekitar Rp30 triliun pada tahun 2016.

"Panja dibentuk untuk memperkuat pengawasan sehingga pemerintah bekerja secara serius memenuhi prinsip tepat sasaran pada penyaluran pupuk bersubsidi," katanya.

Akmal selalu meminta Kementan untuk terus memperbaiki data petani yang menerima pupuk bersubsidi.

Untuk itu, ujar dia, efektifitas dan efisiensi program ini bermula dari data yang selalu terbarui.

"Ketika data bermasalah, maka ibarat efek domino, maka seluruh kinerja program pupuk bersubsidi dari awal hingga akhir akan bermasalah. Begitu sebaliknya, ketika baik data, maka kemungkinan keberhasilan dan efektivitas kinerja kementerian dalam program pupuk bersubsidi ini akan baik," jelasya.

Selain itu, Akmal meminta aparat penegak hukum agar meningkatan pengawasan di lapangan untuk dapat menindak tegas pada pelaku penyimpangan pupuk bersubsidi.

Ia mengingatkan audit BPK pada tahun ini memberikan gambaran bahwa 30 persen pupuk subsidi diberikan pada pihak yang tidak tepat.

Masih terkait dengan pupuk, sebelumnya Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Herman Khaeron mengemukan sejumlah permasalahan terkait dengan kuantum atau jumlah pupuk yang disebarkan ke berbagai daerah ternyata masih ditemui di sejumlah daerah.

"Pemerintah bersama DPR sepakat untuk menetapkan kuantum pupuk itu diangka 9,55 juta ton, dengan varian di 5 jenis pupuk, yakni Urea, NPK, Jet A, SP36 dan Organik. Dari kuantum tersebut jika dibandingkan dengan usulan RDKK masing-masing daerah, masih terasa timpang dan masih selisih karena usulannya adalah 13 juta ton," katanya.

Menurut dia, dengan kondisi demikian maka kalau terjadi kelangkaan pada masa tanam tertentu atau serentak dapat berpotensi bermasalah karena rencana definitif kebutuhan kelompok yang diajukan pemerintah daerah ke pemerintah pusat jumlahnya 13 juta ton sedangkan jumlah yang baru bisa dipenuhi adalah 9,5 juta ton.

Hal tersebut, lanjutnya, perlu menjadi bahan pemikiran apakah harus mengubah seperti menambah atau mengurangi kuantum pupuk, serta persoalan komposisi yang ideal, apakah mengikuti rekomendasi dari pihak Pupuk Indonesia atau berdasarkan hasil penelitian terbaru Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian.

Keputusan Pemerintah menurunkan harga gas untuk industri dinilai merupakan langkah tepat karena selain menyelamatkan industri pupuk juga bentuk perhatian negara terhadap sektor pertanian.(iaf)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Signing ceremony HIPPINDO dan Vasanta (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Kamis, 14 November 2019 - 19:07 WIB

Vasanta Gandeng HIPPINDO Garap Destinasi Wisata Baru di Koridor Timur Jakarta

Destinasi ini menghadirkan konsep sebagai Kota Jepang asli pertama di Indonesia lewat merek-merek lokal sebagai tenant utamanya, serta Japanese Shopping Street sepanjang 1,5 km berkonsep outdoor…

Pemimpin Divisi Komunikasi Pemasaran BNI Indomora Harahap (kanan), Ketua Umum PP Pelti Rildo Ananda Anwar (kedua kanan), Legenda Tennis Yustedjo Tarik (kiri) dan Petenis Tunggal Putri Priska Madelyn Nugraha(kedua kiri).

Kamis, 14 November 2019 - 17:51 WIB

BNI Tennis Open 2019 Siap Dimulai

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menggelar turnamen tenis tingkat nasional BNI Tennis Open 2019, yang akan digelar di lapangan tenis The Sultan Hotel Jakarta pada 16-22 November…

Bank BTN. (Foto: Istimewa)

Kamis, 14 November 2019 - 17:21 WIB

Kejar PSAK 71, BTN Pertebal Pembentukan CKPN

Jakarta-PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. terus memupuk rasio Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) perseroan untuk mempersiapkan diri menghadapi aturan Pernyataan Standar Akuntansi…

Bank Muamalat Launching Muamalat DIN

Kamis, 14 November 2019 - 16:52 WIB

Bank Muamalat Luncurkan Aplikasi DIN

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. meluncurkan aplikasi mobile banking terbaru yang diberi nama Muamalat Digital Islamic Network atau disingkat Muamalat DIN. Aplikasi ini dilengkapi dengan berbagai…

Princess Megonondo

Kamis, 14 November 2019 - 16:30 WIB

Princess Megonondo Siap Bertarung di Miss World London 2019

Jelang keberangkatan ke Miss World, Princess Megonondo, mengaku sudah siap lahir batin. Tinggal bertarung di ajang pencarian wanita tercantik sejagad Miss World 2019 yang akan berlangsung di…