MPSI: Kenaikan Tarif Impor dan Kuota Impor Tembakau Bisa Membuat Kolaps Industri Sigaret Tangan

Oleh : Hariyanto | Rabu, 08 Maret 2017 - 13:52 WIB

Ilustrasi industri rokok. (Juni Kriswanto/AFP)
Ilustrasi industri rokok. (Juni Kriswanto/AFP)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Dalam menerapkan aturan kuota dan tarif atas impor tembakau pemerintah dituntut supaya lebih berhati hati. Pasalnya kebijakan tersebut berpotensi menaikkan angka pengangguran di sentra industri rokok nasional.

Ketua Paguyuban Mitra Pelinting Sigaret Indonesia (MPSI), Djoko Wahyudi mengatakan, Industri rokok tidak setuju dengan aturan soal kuota dan tarif impor yang tercantum di Rancangan Undang-Undang Pertembakauan.

"Rencana pemerintah menerapkan kuota impor maksimal 20% pasti membuat industri dalam negeri kekurangan pasokan karena produksi tembakau lokal selama ini baru bisa memenuhi sekitar separuh dari kebutuhan industri," kata Djoko Wahyudi  di Jakarta, Rabu (8/3/2017).

Menurut Djoko, pemerintah seharusnya menerapkan kuota sesuai dengan perkembangan produksi tembakau lokal. Kuota impor dipangkas secara bertahap sejalan dengan peningkatan kemampuan perkebunan lokal memasok kebutuhan industri.

"Sebetulnya mau 0% kami setuju jika produksi dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan. Harusnya produksi naik dulu," tutur Djoko.

Djoko meminta, pemerintah mempertimbangkan kembali penaikan tarif impor tembakau dari 5% menjadi 60%. Kombinasi antara kenaikan tajam tarif impor dan kuota impor pasti membuat industri sigaret kretek tangan (SKT) kolaps.

"Penurunan tajam produksi industri SKT, akan berdampak besar pada tingkat pengangguran karena sifatnya yang padat karya. Pemerintah juga bakal menghadapi potensi penurunan pendapatan cukai yang sangat besar seperti tahun lalu, pendapatan cukai kurang Rp2 triliun saja ributnya setengah mati," ujar Djoko.

Sedangkan Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Agro Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto mengatakan, penyusunan aturan dan kebijakan soal tembakau harus sangat hati-hati karena berdampak pada hajat hidup orang banyak.

"Penerapan kuota harus realistis sesuai kebutuhan industri rokok dalam negeri. Impor tembakau tidak bisa langsung dihentikan jika pasokan bahan baku buat industri tidak terjamin," tuturnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

MasterCard (ist)

Senin, 23 Mei 2022 - 12:20 WIB

Mastercard Ciptakan Mesin Konversi Poin Pertama di Dunia untuk Mata Uang Game

Mastercard meluncurkan Mastercard Gamer Xchange (MGX), solusi yang siap digunakan dan merupakan yang pertama untuk membantu konsumen mengubah poin reward yang belum digunakan menjadi mata…

Hasil dan torehan prestasi cabang olahraga di SEA Games 2021 Vietnam tetap menjadi catatan bagi Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali untuk melakukan evaluasi, khususnya cabor yang masuk dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). (foto:raiky/kemenpora.go.id)

Senin, 23 Mei 2022 - 12:18 WIB

Alhamdulilah! Indonesia Peringkat Tiga SEA Games 2021 Vietnam

Jakarta-Kontingen Indonesia berhasil masuk peringkat tiga besar SEA Games 2021 Vietnam. Indonesia bertengger di peringkat tiga dengan total perolehan 242 medali, yang terdiri dari 69 emas, 92…

Ilustrasi aset kripto

Senin, 23 Mei 2022 - 12:14 WIB

Optimistis Pasar Kripto Bakal Pulih, BitMEX Spot Diluncurkan

Beberapa bulan terakhir pasar kripto cenderung mengalami penurunan, meski begitu BitMEX optimistis pasar kripto akan berangsur pulih dan optimisme ini terlihat dari peluncuran BitMEX Spot sebagai…

Tokoparts

Senin, 23 Mei 2022 - 12:00 WIB

Jawab Kebutuhan Pasar, Tokoparts Kini Mulai Rambah Pasar Corporate dan Fleet

Tokoparts, perusahaan rintisan yang bergerak di bidang pengadaan suku cadang untuk bengkel-bengkel dan pebisnis suku cadang di Indonesia, perkuat komitmen menjadi platform online penyedia suku…

Ginaldi Scorpinda Dokter Umum

Senin, 23 Mei 2022 - 12:00 WIB

Ginaldi Scorpinda Dokter Umum Ramaikan Industri Musik Nasonal

Bakat nyanyi Muhammad Ginaldi Scorpinda atau beken dengan nama Scorpinda turunan dari kedua orang tuanya yang suka bersenandung. Cowok yang berstatus dokter umum ini sempat membuat grup band…