Pengusaha Media Luar Ruang Terancam Gulung Tikar Akibat Pasal Tembakau di RPP Kesehatan

Oleh : Wiyanto | Senin, 27 November 2023 - 11:09 WIB

Industri Hasil Tembakau (IHT)
Industri Hasil Tembakau (IHT)

INDUSTRY.co.id-Jakarta-Pasal-pasal tembakau dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Kesehatan menimbulkan banyak polemik di industri periklanan dan media kreatif. Salah satunya, terkait larangan iklan dan promosi produk tembakau di ruang publik yang dinilai akan menjadi titik awal kehancuran media luar ruang.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Media Luar-griya Indonesia (AMLI) Fabianus Bernadi mengatakan pihaknya telah melakukan survei ke seluruh anggota serta para pelaku industri media luar ruang di Indonesia. Survei tersebut dilakukan sebagai respon atas kehadiran pasal-pasal tembakau di RPP Kesehatan tersebut.

“Dengan adanya RRP Kesehatan ini, kita coba survei ke teman-teman yang ada di seluruh Indonesia dan ada 57 perusahaan. Kita lihat di sana ada 44% atau hampir mendekati separuhnya, penghasilannya itu rata-rata dari (iklan) industri rokok,” ungkap Fabi pada Diskusi Media ‘Dampak Berbagai Larangan Iklan, Promosi, dan Sponsorship Produk Tembakau Pada RPP Kesehatan Terhadap Industri Kreatif’ yang digelar Dewan Periklanan Indonesia (DPI) baru-baru ini.

Ia melanjutkan, hal yang semakin membuat pihaknya resah adalah investasi dari para pelaku industri produk tembakau tersebut bukan hanya sekedar konten, tetapi juga investasi untuk pembangunan infrastruktur dengan nilai yang tidak kecil. Salah satu pertimbangan utamanya juga di sisi keberadaan lapangan kerja.

“Ada investasi. Kapitalisasinya cukup besar. Kalau perusahaan punya titik (infrastruktur fisik) dan tidak ada iklannya, beban cost (biaya) itu cukup besar. Belum lagi karyawan. Bisa-bisa nanti kena PHK,” jelasnya khawatir.

Febi melanjutkan pelaku usaha media luar ruang yang akan sangat terdampak dengan adanya rencana peraturan tersebut adalah para pelaku media luar ruang dengan skala menengah ke bawah. “Untuk kelas perusahaan menengah ke bawah terdampak cukup besar. Ada yang sampai 70% sumber pendapatannya itu dari produk tembakau dan itu jumlahnya mencapai 22% dari total pemain media luar ruang,” jelasnya.

Ia juga menegaskan angka tersebut sangat signifikan untuk keberlangsungan industri. Selain itu, jika aturan pasal-pasal tembakau di RPP Kesehatan disahkan, maka juga akan berdampak besar untuk mematikan industri tersebut. ”Sangat signifikan sekali. Dengan ada RPP (Kesehatan) ini akan banyak yang terdampak karena ada multiplier effect-nya juga,” yakinnya.

Fabi meminta situasi ini menjadi perhatian serius dari pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai leading sector penyusunan RPP Kesehatan. Apalagi, bentuk investasi dari para pegiat bisnis media luar ruang juga semakin beragam seiring inovasi platform yang berlaku.

”Toh dari aturan yang sudah ada, yaitu PP 109 tahun 2012, segala pembatasan yang ada telah dipatuhi seluruhnya dan itu saja sudah memperkecil ruang gerak kita,” ucapnya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Indonesia (DPI), Janoe Ariyanto, mengatakan selain larangan iklan dan promosi produk tembakau, pasal tembakau di RPP Kesehatan juga ada yang melarang publikasi CSR yang dilakukan perusahaan produk tembakau.

”Melarang (publikasi) CSR misalnya, itu bukan hal yang mudah. Karena di sana juga menyangkut ribuan orang yang mendedikasikan hidupnya di industri kreatif,” pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

MoU Binawan dengan Susie Care di Belanda.

Selasa, 18 Juni 2024 - 21:55 WIB

Binawan Siap Tempatkan Perawat Indonesia Bekerja di Fasilitas Milik Pemerintahan Belanda

Impian perawat Indonesia untuk bisa bekerja di benua Eropa, khususnya Belanda, kini terwujud lewat kerjasama yang terjalin antara Binawan Group dengan Susie Care.

Penyediaan dan penyaluran livestock (sapi hidup) untuk menjaga pasokan dna memenuhi permintaan selama HBKN.

Selasa, 18 Juni 2024 - 16:06 WIB

Potong Ratusan Hewan Kurban, ID FOOD Dorong Peningkatan Konsumsi Protein Hewani Masyarakat

Jakarta - Memperingati Hari Raya Idul Adha 1445 H/2024 M, Holding BUMN Pangan ID FOOD melaksanakan penyaluran dan pemotongan ratusan hewan kurban di sejumlah provinsi. Selain untuk memaknai…

Fortune Mengumumkan 500 Perusahaan Terbesar di Asia Tenggara

Selasa, 18 Juni 2024 - 15:48 WIB

Fortune Mengumumkan 500 Perusahaan Terbesar di Asia Tenggara

Fortune meluncurkan peringkat 500 Perusahaan Terbesar di Asia Tenggara atau disebut Fortune Southeast Asia 500 untuk tahun 2024, daftar pertama perusahaan-perusahaan terbesar di kawasan ini,…

Beam Mobility, perusahaan mobilitas mikro terbesar di Asia Pasifik

Selasa, 18 Juni 2024 - 15:00 WIB

Beam Mobility, perusahaan mobilitas mikro terbesar di Asia Pasifik

Beam Mobility, perusahaan mobilitas mikro terbesar di Asia Pasifik, meluncurkan inovasi terbarunya, fasilitas Call Center untuk memberikan kenyamanan bagi penggunanya. Fasilitas Call Centre…

Rayakan Momen Idul Adha, Danone Indonesia Berbagi 373 Hewan Kurban di Berbagai Wilayah di Indonesia

Selasa, 18 Juni 2024 - 14:27 WIB

Rayakan Momen Idul Adha, Danone Indonesia Berbagi 373 Hewan Kurban di Berbagai Wilayah di Indonesia

Sejalan dengan semangat berbagi di Hari Raya Idul Adha 1445 H di tahun ini, Danone Indonesia kembali menyumbangkan dan membagikan hewan kurban kepada masyarakat melalui pabrik-pabriknya yang…