Menperin: Potensi Pasar Otomotif Australia 1,1 Juta Unit

Oleh : Herry Barus | Rabu, 13 Maret 2019 - 06:46 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenperin)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenperin)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) yang sudah resmi diteken, diproyeksikan mampu membuka lebih lebar peluang untuk menggenjot ekspor mobil listrik ke Australia hingga mencapai 1,1 juta unit.

“Dengan demikian, potensi pasar otomotif di Australia sebesar 1,1 juta sudah terbuka bagi produsen Indonesia,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto lewat keterangannya di Jakarta, Selasa (13/3/2019)

Menurut Menperin, kerja sama ini juga akan memberi peluang Indonesia untuk ekspor mobil listrik dan hybrid ke Negeri Kanguru tersebut dengan tarif preferensi 0 persen.

Dengan penandatanganan itu, 6.747 pos tarif barang asal Indonesia akan dibebaskan bea masuknya ke Australia.

Dalam sepuluh tahun terakhir, industri otomotif di Australia menutup pabriknya karena pasar negara kanguru tersebut dianggap tidak menguntungkan bagi para produsen mobil.

Untuk memenuhi kebutuhan kendaraan roda empat, selama ini Australia mengandalkan impor dari beberapa negara seperti Thailand, Jepang, China, dan India.

Berdasarkan tipe, lanjut Airlangga, permintaan mobil di Australia, jika digabung mobil penumpang dengan tipe Sport Utility Vehicle (SUV), setiap tahun bisa mencapai 70 persen dari total pasar di negeri tersebut.

Mobil penumpang kerap kali diisi jenis mobil sedan ataupun crossover, sedangkan SUV serta mobil komersial yang paling banyak diburu tak lain adalah kabin ganda.

Menurut Airlangga, daftar merek mobil paling laris di Australia antara lain Mazda 3, Toyota Corolla, Camry, Holden Toyota RAV 4, dan Hyundai i30.

Selain itu, mobil-mobil kabin ganda seperti Toyota Hilux, Ford Ranger, serta Isuzu D Max mencatatkan penjualan moncer. Rata-rata, penjualan Toyota di Australia mencapai 200.000 unit per tahun. Dengan hitungan tersebut, merek asal Jepang itu menguasai rata-rata 17,5 persen pasar otomotif.

Sejak lima tahun belakangan, volume pasar mobil di sana tidak bergeser jauh. Permintaan pasar tertinggi terjadi pada 2016, sebanyak 1,17 juta unit.

Karakter pasar itu pun hampir serupa dengan Indonesia. Mobil penumpang mendominasi permintaan pasar Australia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

BNI Syariah. (Foto: IST)

Kamis, 23 Mei 2019 - 19:58 WIB

Dorong Bisnis Properti, BNI Syariah Gandeng Developer Deltacendana Citapersada

Jakarta - BNI Syariah melakukan perjanjian kerjasama dengan developer properti Tangerang, PT Deltacendana Citapersada. Kerjasama ini terkait dengan penyediaan fasilitas BNI Griya iB Hasanah.…

Perum Jamkrindo berbagi di Bali

Kamis, 23 Mei 2019 - 19:50 WIB

Safari Ramadan Perum Jamkrindo Digelar di Denpasar

Denpasar– Perum Jamkrindo melaksanakan Safari Ramadan di 10 kota sepanjang bulan Ramadan 1440 H. Pada Kamis, 23 Mei 2019, Safari Ramadan dilaksanakan di Kota Denpasar, Bali dengan kegiatan…

Festival Ramadhan Sinar Mas Land

Kamis, 23 Mei 2019 - 18:41 WIB

Sinar Mas Land Gelar Festival Ramadhan di BSD City

Sinar Mas Land melalui PT Bumi Serpong Damai Tbk., menggelar acara Festival Ramadan 2019 di MTsN 5 Tangerang Cijantra, Pagedangan, Tangerang, Banten. Festival Ramadhan tahun ini merupakan pelaksanaan…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat memberikan bingkisan lebaran untuk pegawai lingkungan Kemenperin

Kamis, 23 Mei 2019 - 16:50 WIB

Menperin Berikan 1.150 Bingkisan Lebaran untuk Pegawai Lingkungan Kemenperin

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyerahkan secara simbolis bingkisan Lebaran dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Perindustrian kepada pegawai golongan I dan II, tenaga honorer,…

BGR Logistics Gandeng Sejumlah BUMN Kembangkan Smart Warehouse Hemat Energi

Kamis, 23 Mei 2019 - 16:11 WIB

BGR Logistics Gandeng Sejumlah BUMN Kembangkan Smart Warehouse Hemat Energi di Medan

Sejumlah BUMN dan anak usaha BUMN yang akan bekerjasama dengan BGR Logistics yakni PT Nindya Karya (Persero), PT Indra Karya (Persero), PT Virama Karya (Persero), PT Industri Nuklir Indonesia…