Obat-Makanan Membahayakan Masih Beredar di Masyarakat

Oleh : Herry Barus | Rabu, 19 Desember 2018 - 03:54 WIB

Kepala BPOM Penny K. Lukito (Foto Ist)
Kepala BPOM Penny K. Lukito (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Surabaya- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI melalui Balai Besar POM di Surabaya memusnahkan 962 item dengan total 446.452 "pack" produk obat dan makanan ilegal dengan nilai keekonomian mencapai Rp10,7 miliar di Surabaya, Selasa (18/12/20018)

"Pemusnahan ini merupakan upaya kita untuk melindungi masyarakat dari bahaya mengkonsumsi produk yang tidak memenuhi syarat, dan mencegah peredaran kembali produk ilegal," ujar Kepala BPOM RI Penny K. Lukito saat memimpin pemusnahan.

Obat dan makanan ilegal tersebut terdiri dari 289 item (176.030 pcs) obat tradisional ilegal dengan nilai Rp5,5 miliar.

Kemudian ada 69 item (59.936 pcs) pangan ilegal senilai Rp2,5 miliar, 115 item (21.058 pcs) obat ilegal senilai Rp760 juta, dan 242 item (17.440 pcs) kosmetik ilegal senilai Rp272,7 juta.

"Di samping itu dimusnahkan juga 247 item atau 171.988 pack kemasan pangan ilegal senilai lebih dari Rp1,6 miliar. Seluruh barang bukti yang dimusnahkan tersebut telah mendapat ketetapan pemusnahan dari pengadilan setempat," ujar Penny kepada awak media.

Penny mengungkapkan, produk ilegal yang dimusnahkan BBPOM di Surabaya tersebut lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut, sambung Peny bisa terjadi karena beberapa hal. Di antaranya karena intensitas penindakan yang meningkat.

Dia tidak memungkiri peningkatan terjadi karena meningkatnya produsen produk-produk ilegal di wilayah tersebut. Apalagi, pada Oktober 2018, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BBPOM di Surabaya, baru menemukan produk kosmetik ilegal yang mengandung bahan berbahaya, senilai Rp1,7 miliar.

"Temuan produk obat dan makanan ilegal ini akan terus kami tindak lanjuti debgan proses pro-justitia," ujar Penny.

Penny menjelaskan, pelaksanaan penegakan hukum selalu didasarkan pada bukti hasil pengujian laboratorium, pemeriksaan, maupun investigasi awal.

Penegakan hukum sampai tahan pro-justitia dapat berakhir dengan pemberian sanksi administratif seperti dilarang untuk diedarkan, ditarik dari peredaran, dicabut izin edarnya, hingga ditarik untuk dimusnahkan.

"Jika pelanggaran masuh ranah pidana, pelaku pelanggaran dapat diproses dengan Pasal 196 dan 197 UU nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1,5 milir," kata Penny.

Sementara itu Kepala BBPOM Surabaya, I Made Bagus Garametta mengungkapkan, selama 2018, BBPOM Surabaya telah menangani 21 perkara pelanggaran di bidang obat dan makanan.

Dari kesemuanya itu, 12 perkara masih dalam tahap pemberkasan, tiga perkara sudah dilakukan penyerahan berkas perkara ke Kejati Jatim, dan enam perkara sudah mendapat penetapan (P-21).

"Masyarakat juga diharapkan lebih berhati-hati dalam memilih obat dan makanan yang akan dikonsumsi. Cek kemasan, cek label, cek izin edar, dan cek kedaluarsa sebelum membelinya," ujar Gara.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pandemi Corona (covid-19)- foto/ist

Jumat, 10 April 2020 - 09:40 WIB

Hingga Jumat Pagi Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Indonesia Mencapai 3.293 Orang, Sebanyak 252 Pasien Sembuh dan 280 Pasien Tercatat Meninggal

"Hingga saat ini, pasien konfirmasi positif Covid-19 yang sembuh bertambah 30 orang sehingga total tercatat 252," ujar Achmad Yurianto. Sementara itu menurutnya, pasien yang terkonfirmasi positif…

Kartu Debit BNI Syariah

Jumat, 10 April 2020 - 09:31 WIB

BNI Syariah Incar Kenaikkan Pengguna Jumlah Kartu Debit

BNI Syariah mendukung program Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) Bank Indonesia (BI). Salah satu program GPN ini adalah terkait implementasi kartu debit berlogo nasional atau GPN. 

Tahun 1960 Matsushita Electric Industrial membuat kesepakatan kerjasama teknis dengan Transistor Radio Manufacturing dan kinibdikenal Panasonic Gobel (foto Tirto.id)

Jumat, 10 April 2020 - 09:15 WIB

Bermodal Filosofi Pendiri Bagai Pohon Pisang yang Tak Mau Mati Sebelum Berbuah, Raksasa Industri Elektronika Panasonic Gobel Sukses Lalui Pasang Surut Bisnis Sejak 1960

“Sejak awal pendiri perusahaan ini, Drs. H. Thayeb Mohammad Gobel berkomitmen ingin membangun industri sebagai jalan untuk berbhakti memajukan Indonesia. Demi mewujudkan cita-cita tersebut,…

Pertamina Lubricants Terus Perangi Covid-19

Jumat, 10 April 2020 - 09:00 WIB

Pertamina Lubricants Terus Perangi Covid-19

PT Pertamina Lubricants, anak usaha PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang pelumas terus berkomitmen untuk menjalankan protokol dan langkah-langkah pencegahan penyebaran Covid-19 serta…

Industri Kecil dan Menengah (IKM)

Jumat, 10 April 2020 - 08:53 WIB

Penjualan Hingga Produksi Anjlok, Sejumlah IKM Hanya Bisa Pasrah

Kementerian Perindustrian terus memantau dampak pandemi COVID-19 terhadap industri kecil dan menengah (IKM) di beberapa daerah, termasuk sektor logam, mesin, elektronika dan alat angkut (LMEAA).…