Optimalisasi Ilmu dan Teknologi Pacu Produktivitas Hutan

Oleh : Hariyanto | Kamis, 13 Desember 2018 - 11:28 WIB

Hutan
Hutan

INDUSTRY co.idJakarta - Optimalisasi ilmu dan teknologi di sektor kehutanan bisa memacu produktivitas hutan sekaligus meningkatkan serapan karbon yang berdampak baik pada upaya pengendalian perubahan iklim.

Kepala Pusat Standardisasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Noer Adi Wardojo menyatakan Indonesia sudah menerapkan teknologi terbaru sektor kehutanan mulai dari perencanaan. Pemerintah memanfaatkan teknologi citra satelit resolusi tinggi untuk mengimplementasikan kebijakan Satu Peta.

"Ini langkah korektif pemerintah untuk memperkuat kepastian kawasan hutan dan mencegah tumpang tindih perizinan,"  kata dia saat diskusi panel di Paviliun Indonesia pada Konferensi Perubahan Iklim (COP UNFCCC)  ke 24 di Katowice, Polandia,  Senin (10/12/2018). 

Dia menyatakan teknologi terbaru juga banyak dimanfaatkan di tingkat tapak pada proses pembibitan, penanaman, pemanenan dan pengolahan hasil hutan.  Menurut Noer Adi, pihaknya mengembangkan sistem registrasi untuk teknologi terbaru ramah lingkungan yang digunakan di sektor lingkungan hidup dan kehutanan (LHK). Sistem tersebut mengacu pada ISO 14034-2017.  "Sampai saat ini sudah ada 65 teknologi sektor LHK yang terdaftar,"  katanya. 

Sementara itu Direktur Sustainability Asia Pulp  &  Paper (APP) Sinar Mas Elim Sritaba menyatakan pihaknya memanfaatkan teknologi satelit untuk memantau areal hutan yang dikelola. "Inovasi berperan penting untuk mendukung upaya pengelolaan hutan lestari yang dijalankan APP Sinar Mas. Contoh, kami memanfaatkan teknologi satelit sehingga kami bisa mengambil tindakan segera terhadap potensi kebakaran, perambahan dan illegal loging, dan perselisihan soal lahan,” katanya.

Salah satu satelit yang dimanfaatkan adalah Radarsat 2.  Teknologi ini bisa mendeteksi perubahan tutupan hutan bahkan jika hanya satu batang pohon yang ditebang. Informasi dari Radarsat 2 menjadi peringatan dini bagi manajemen APP Sinar Mas untuk melakukan cek lapangan yang mengambil tindakan yang diperlukan.

Menurut Elim, berkat teknologi pemantauan hutan yang didukung program Desa Makmur Peduli Api (DMPA), laju kehilangan hutan di konsesi APP Sinar Mas yang dialokasikan untuk konservasi bisa ditekan dari 5% menjadi tinggal 0,06% per tahun dari areal konservasi sebesar lebih dari 600ribu hektar di dalam konsesi seluruh pemasok kayu APP.

Sementara itu Vice President PT Sarmiento Parakantja Timber (Sarpatim) Hans Widjajanto yang mewakili Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) menuturkan, inisiatif keberlanjutan (sustainability initiatives) sangat penting bagi pengelolaan hutan alam, termasuk di dalamnya pengembangan program-program keberagaman hayati (biodiversity) bagi hutan di Indonesia. 

Di samping itu, untuk meningkatkan produktivitas hutan pihaknya juga melakukan inovasi teknik silvikultur intensif (silin). Teknologi ini bisa meningkatkan riap pertumbuhan pohon di areal izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu (IUPHHK) hutan alam atau HPH.

Silin dikembangkan sejak tahun 2006 dan hingga kini telah mencakup areal seluas 26.605 hektare dengan jumlah pohon yang ditanam sebanyak 5,4 juta batang. Hans menuturkan, pada awalnya silin dilakukan dengan pola jalur. Kemudian, dikembangkan kembali dengan pola jalur efektif untuk meningkatkan riap tanaman. “Sekarang kami mengembangkan silin dengan penanaman pola klaster,” katanya.

Berkat silin, riap pertumbuhan tanaman mencapai 1-1,75 cm per tahun. Panen pun bisa dilakukan dengan daur panen yang lebih pendek, sekitar 23-36 tahun saja dengan potensi kayu sebanyak 270 m3 per hektare.    

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Lauren Sulistiawati, Presiden Direktur Bank Commonwealth (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 20 Juni 2019 - 20:00 WIB

Mercy Corps Indonesia, Bank Commonwealth dan Mastercard Bantu Perempuan Pengusaha

PT Bank Commonwealth (Bank Commonwealth) dan Mastercard hari ini kembali memperkuat komitmennya dalam membantu perempuan pengusaha UMKM di Indonesia untuk menumbuhkan bisnisnya dengan meluncurkan…

Singapore Airlines (ist)

Kamis, 20 Juni 2019 - 19:38 WIB

Bulan Mei 2019, Jumlah Penumpang SIA Group Meningkat Sebesar 8,0 Persen

Tingkat keterisian penumpang (PLF) mengalami peningkatan sebesar 0,9% poin persentase menjadi 80,5%.

APP Sinar Mas

Kamis, 20 Juni 2019 - 19:17 WIB

Terapkan Manajamen Terintegrasi, APP Sinar Mas Turunkan Angka Kebakaran di Konsesi Hingga Hampir Nol

Saat ini, hanya 0,07% dari seluruh area konsesi pemasoknya yang masih terdampak api akibat pembakaran ilegal oleh pihak ketiga.  

Grand Opening Pusat Logistik Berikat (PLB)

Kamis, 20 Juni 2019 - 19:10 WIB

DHL Gandeng PT. Samudera Raya Berjaya Kembangkan PLB di Medan

DHL Global Forwarding, penyedia jasa angkutan udara, laut dan darat internasional terkemuka bersama penyedia logistik lokal PT. Samudera Raya Berjaya telah membuka Pusat Logistik Berikat (PLB)…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

Kamis, 20 Juni 2019 - 19:02 WIB

Menperin: Kawasan Industri Terus Bertumbuh, 90 Diantaranya Sudah Beroperasi

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengemukakan, pertumbuhan jumlah kawasan industri di Indonesia terus tumbuh. Hingga saat ini, tercatat sudah ada lebih dari 90 kawasan industri yang…