Koalisi Jokowi-Maruf Tawarkan Lima Program

Oleh : Herry Barus | Jumat, 14 September 2018 - 17:00 WIB

Presiden Jokowi dan KH Maruf Amin (Foto Dok Industry.co.id)
Presiden Jokowi dan KH Maruf Amin (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Koalisi partai politik pengusung bakal calon presiden-calon wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin menawarkan lima program yang akan dijalankan lima tahun kedepan, pembangunan infrastruktur tidak masuk.

"Untuk infrastruktur sudah hampir selesai, itu tanggung jawab untuk menjembatani satu wilayah dengan daerah lain," kata juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Irma Suryani Chaniago dalam diskusi bertajuk "Mengintip Visi-Misi Capres-Cawapres", di Jakarta, Jumat (14/9/2018)

Dia menjelaskan kelima program tersebut adalah pertama, pembangunan manusia melalui pengurangan kemiskinan dan pemenuhan kebutuhan dasar.

Kedua, pengurangan kesenjangan antarwilyah melalui penguatan konektivitas dan kemaritiman. Ketiga, peningkatan nilai tambah ekonomi dan prnciptaan lapangan pekerjaan melalui pertanian industri pariwisata dan jasa produktif lainnya.

Keempat, Pemantapan energi, pangan dan sumber daya air; dan kelima, ketahanan nasional dan suksesnya pemilu.

Menurut dia, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi fokus koalisi Jokowi-Ma'ruf, selama ini melalui kebijakan pendidikan dasar ditambah kemampuan masyarakat dengan memberikan keterampilan dalam Balai Latihan Kerja (BLK).

Irma menjelaskan koalisi Jokowi-Ma'ruf tidak menjual mimpi dan ilusi, namun memberikan bukti-bukti nyata, misalnya, membangun sumber-sumber air di berbagai tempat seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Kami tidak janji, namun kerja meskipun belum paripurna karena masih ada kurang. Visi misi kami membumi, tidak menjual mimpi dan ilusi," ujarnya.

Anggota Komisi IX DPR RI itu mengatakan empat tahun pemerintahan Jokowi memang belum semua hal tercapai karena ada keterbatasan anggaran dalam APBN.

Menurut dia, Nawacita dibuat untuk dua periode, misalnya, pembangunan infrastruktur belum bisa dirasakan langsung hari ini karena baru terasa 10 tahun kedepan, misalnya, pertumbuhan ekonomi berkembang karena ekspedisi lebih cepat.

"Nawacita memang dibuat untuk dua periode, infrastruktur belum dirasakan hari ini karena 10 tahun kedepan pertumbuhan ekonomi bergeliat karena ekpedisi sampai lebih cepat sehingga banyak pertambahan nilai dari pembangunan jalan tol," paparnya.

Pengamat politik Emrus Sihombing dalam diskusi tersebut mengatakan visi yang disampaikan para kandidat harus diturunkan dalam bentuk program-program konkret untuk mengatasi persoalan bangsa, tidak hanya ekonomi.

Dia menilai tidak cukup hanya fokus menyelesaian persoalan ekonomi, namun harus holistik.

"Pasangan calon harus turunkan visi kedalam program mengenai aspek kehidupan yang dihadapi masyarakat," ujarnya. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gubernur Sumatera Utara, H. Edy Rahmayadi (kemeja putih) didampingi Direktur BTN, Budi Satria (kanan), sedang berbincang-bincang dengan calon konsumen KPR BTN ketika sedang melakukan akad kredit di Medan, Sumatera Utara, Senin (22/04/2019).

Selasa, 23 April 2019 - 01:35 WIB

Bank BTN Gelar Akad Kredit Massal untuk 8.500 Unit Rumah Bernilai Rp1 Triliun

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), atau Bank BTN, menggelar akad massal untuk 8.500 unit rumah yang digelar secara serentak di seluruh kantor cabang perseroan dengan total nilai mencapai lebih…

Prince Hassan Resmikan Klinik Bantuan BAZNAS Untuk Pengungsi Palestina

Senin, 22 April 2019 - 21:01 WIB

Prince Hassan Resmikan Klinik Bantuan BAZNAS Untuk Pengungsi Palestina

Presiden Jordan Medical Aid For Palestinians (MAP), Prince El Hassan Bin Talal, meresmikan klinik bantuan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk pengungsi Palestina di Yordania. “Klinik…

Traveloka Epic Sale 2019

Senin, 22 April 2019 - 20:46 WIB

Mudahkan Pengguna Wujudkan Impian Liburan Hari Raya, Traveloka Hadirkan EPIC Sale 2019

Para pengguna Traveloka sebentar lagi akan dapat menikmati potongan harga terbatas yang luar biasa melalui program khusus Traveloka Epic Sale. Program yang akan berlangsung pada tanggal 24-27…

Ilustrasi Industri Manufaktur (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 22 April 2019 - 20:15 WIB

Kejar Target Pertumbuhan Industri 5,4 Persen, Ini Program Strategis Menperin

Kementerian Perindustrian terus berupaya menciptakan sumber daya manusia (SDM) kompeten terutama yang siap menghadapi era industri 4.0.

Ilustrasi SDM Industri

Senin, 22 April 2019 - 19:45 WIB

Sektor Industri Mampu Serap 672 Ribu Tenaga Kerja per Tahun

Kementerian Perindustrian terus berperan aktif menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten untuk memenuhi kebutuhan dunia industri.