Asosiasi Baja: Kebijakan Post Border Impor Baja Hanya Buat Produsen Jadi Pedagang

Oleh : Ridwan | Kamis, 08 Februari 2018 - 07:05 WIB

Direktur Hubungan Internasional The Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) Purnowo Widodo (Foto: Ridwan/ INDUSTRY.co.id)
Direktur Hubungan Internasional The Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) Purnowo Widodo (Foto: Ridwan/ INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Sejak 1 Februari 2018, pemerintah telah mengubah sistem pemeriksaan 1.073 harmonized system (HS) barang impor melalui sistem post border. Jenis barang impor yang masih harus diperiksa bea cukai meliputi barang-barang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan hidup.

Direktur Hubungan Internasional The Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) Purnowo Widodo mengatakan, kebijakan post border untuk kepentingan industri baja dalam negeri memiliki poin positif dan negatif.

Dia menjabarkan, industri baja sendiri terdiri dari hulu dan hilir. Jika baja dipakai sebagai bahan baku maka kebijakan post border akan mempermudah. Sebab, barang impor tersebut tidak diperiksa pada proses awal bea cukai melainkan harus melapor sendiri.

"Itu kan sebenarnya tidak diperiksa di depan tapi melaporkan sendiri nanti suatu saat diperiksa kalau melanggar berarti membantu," ujar Purnomo seusai acara FGD di Kantor Pusat Kadin, Jakarta (7/1/2018).

Namun, ia masih mempertanyakan jika produk yang diimpor merupakan barang komoditas atau dilakukan bukan oleh industri baja dan tak digunakan untuk bahan baku. Sebab, impor baja sangat dipermudah oleh pemerintah dengan adanya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 22 Tahun 2018.

"Kalau selama itu jadi bahan baku, karena kan kalau hilir misalnya kayak HR dia butuh hrc, hrc impor tidak apa-apa itu sangat membantu, tapi kalau hrc-nya itu bukan diimpor oleh produsen tapi oleh pedagang sehingga komoditas di perdagangan itulah yang kita cermati, karena itu kan jadi negatif campaign untuk calon investor ngapain saya bangun industri mending saya berdagang saja," terangnya.

Sebelum adanya post border, pemeriksaan dilakukan di border oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Kebijakan baru ini dinilai bisa mengurangi penumpukan barang di pelabuhan dan mempercepat waktu bongkar muat barang. Barang-barang impor yang harus diperiksa merupakan barang yang masuk kategori dilarang sebagian atau larangan terbatas.

Barang impor yang masih berada di border akan diperiksa oleh aparat Ditjen Bea dan Cukai berupa pemeriksaan fiskal, seperti pemeriksaan tarif dan nilai kepabeanan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Simulasi Pasien Corona di RSUP dr Kariadi Semarang

Kamis, 27 Februari 2020 - 14:08 WIB

Dibungkus Plastik, Pemerintah Pastikan Meninggalnya Pasien Suspect Corona di RS Kariadi Semarang Akibat Flu Babi

Pasien itu terkena virus H1N1 alias flu babi dan sudah dilakukan PCR (Polymerase Chain Reaction) sebanyak 2 kali,

Dirut BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo bersama Rektor Undip Yos Johan Utama

Kamis, 27 Februari 2020 - 13:29 WIB

BNI Syariah Garap Universitas Diponegoro

BNI Syariah melakukan penandatangan nota kesepahaman/memorandum of understanding (MoU) dengan Universitas Diponegoro tentang kerja sama produk dan jasa perbankan syariah di Ruang Sidang Rektor…

Anjasmara

Kamis, 27 Februari 2020 - 13:00 WIB

Anjasmara Comeback ke Dunia Sinetron

Sejak lama menghilang dari dunia akting, Anjasmara lebih suka menyibukkan diri dengan olahraga Yoga dan ketika kembali ke dunia yang membesarkannya, peran yang disodorkan berubah 180 derajat.…

Raffi Ahmad

Kamis, 27 Februari 2020 - 12:30 WIB

Nagita Slavina Berhasil Hentikan Sifat PlayBoy Raffi Ahmad

Jarang ada selebritis yang mengakui terus terang kalau kenakalannya dibuka secara terbuka di hadapan publik, apalagi yang masalah pribadi. Tapi Raffi Ahmad mengakui kalau dimasa remaja menjadi…

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada acara Perluasan Investasi dan Pelepasan Ekspor ke Amerika Serikat oleh PT. Future Pipe Industries

Kamis, 27 Februari 2020 - 12:17 WIB

Telan Investasi USD40 juta, PT. Future Pipe Industries Memulai Ekspor Produk Industri Pipanya ke Amerika Serikat

PT. Future Pipe Industries mulai tahun ini akan mengekspor produk pipa ke Amerika Serikat untuk proyek pembangunan infrastruktur sistem pembuangan yang menghubungkan beberapa kota di area San…