Kemenperin Fokus Jalankan Kebijakan Hilirisasi Industri Sektor Logam

Oleh : Ridwan | Kamis, 18 Januari 2018 - 07:16 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Kemenperin dok)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Kemenperin dok)

INDUSTRY.co.id - Jakarta,Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto menyatakan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus fokus menjalankan kebijakan hilirisasi industri, salah satunya di sektor logam.

"Indonesia tengah menargetkan produksi 10 juta ton baja pada tahun 2025. Di samping itu, akan menghasilkan stainless steel sebanyak empat juta ton pada 2019," ujar Airlangga di Jakarta(17/1/2018).

Kemenperin mencatat, sejauh ini diproyeksi terdapat 32 proyek smelter logam yang tumbuh dengan perkiraan nilai investasi sebesar USD18 miliar dan penyerapan tenaga kerja langsung sebanyak 28 ribu orang, yang tersebar di 22 kabupaten/kota dan 11 provinsi.

Menurutnya, pembangunan pabrik smelter di dalam negeri berjalan cukup baik, terutama yang berbasis logam.

"Apalagi, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri smelter berbasis logam karena termasuk dari 10 besar negara di dunia dengan cadangan bauksit, nikel, dan tembaga yang melimpah," katanya.

Untuk pengembangan industri berbasis mineral logam khususnya pengolahan bahan baku bijih nikel, saat ini difokuskan di kawasan timur Indonesia. Misalnya, di Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah, Kawasan Industri Bantaeng, Sulawesi Selatan dan Kawasan Industri Konawe, Sulawesi Tenggara.

"Saat ini kita fokuskan terlebih dahulu untuk kawasan timur Indonesia," tutur Airlangga.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ekspor kerajjinan perhiasan (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 07 April 2020 - 17:45 WIB

Penjualan Anjlok, Industri Perhiasan Ketar-ketir Diserang Covid-19

Data dan informasi dari Asosiasi Produsen Perhiasan Indonesia (APPI) menunjukkan, terjadi penurunan produksi karena berkurangnya permintaan pasar, baik lokal maupun ekspor.

Dolar Singapore (Foto/Rizki Meirino)

Selasa, 07 April 2020 - 17:17 WIB

Cadangan Devisa Tergerus Akhir Maret 2020

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2020 tercatat sebesar 121,0 miliar dolar AS, lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir Februari 2020 sebesar 130,4 miliar dolar AS.

IPC Salurkan Dana untuk Bantu Tanggulangi Pandemi Covid-19

Selasa, 07 April 2020 - 17:00 WIB

IPC Salurkan Dana untuk Bantu Tanggulangi Pandemi Covid-19

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC memberikan bantuan dana untuk membantu penanggulangan pandemi Corona (Covid-19). Bantuan senilai Rp. 400 juta diserahkan kepada Yayasan BUMN Hadir untuk…

Komunitas Plastik untuk Kebaikan Sumbang Sembako untuk Pemuluang

Selasa, 07 April 2020 - 16:55 WIB

#Komunitas Plastik untuk Kebaikan Sumbang Sembako untuk Pemulung

Salah satu kelompok rentan yang sangat terpengaruh oleh wabah pandemi covid 19 adalah pemulung dan petugas kebersihan. Bukan saja karena penghasilan mereka merosot tajam sebagai akibat kebijakan…

Ojek online sedang mengambil pesanan costumer

Selasa, 07 April 2020 - 16:00 WIB

Masyarakat Antusias Belanja Online di TTIC Kementan

Antrian panjang terlihat dari pintu masuk Toko Tani Indonesia Center (TTIC) di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pengunjung yang didominasi oleh driver Gojek ini bergantian masuk ke dalam pasar…