INDUSTRY.co.id - Jakarta, Danantara Indonesia mendorong transformasi sektor transportasi BUMN dengan menitikberatkan pada peningkatan kualitas layanan, keselamatan, konektivitas antarmoda, serta efisiensi operasional.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya merumuskan peta konektivitas nasional yang dapat menjadi dasar pengambilan keputusan di sektor transportasi dan logistik.
Pada 19 Agustus 2026, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menggelar pertemuan bersama Senior Director Transportation Sector PT DAM Wamildan Tsani dan internal Danantara Asset Management (DAM).
Pertemuan tersebut membahas pemetaan aset, simpul transportasi, rute, layanan, serta hubungan antarmoda yang dikelola BUMN.
Pemetaan itu juga diarahkan untuk menemukan missing link, bottleneck, maupun potensi tumpang tindih jaringan.
Selanjutnya, Danantara akan melakukan pengolahan data, analisis awal, konsultasi dan validasi, hingga penyusunan koridor logistik serta pilot project.
Dony menegaskan, transformasi transportasi tidak boleh hanya diukur dari sisi finansial. Menurutnya, layanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus menjadi perhatian utama.
“Kalau transformasi ini enggak dirasakan masyarakat, percuma juga,” ujar Dony.
Tiga KPI untuk Jasa Marga
Untuk sektor jalan tol, Dony meminta agar pemantauan terhadap PT Jasa Marga (Persero) Tbk dilakukan secara lebih intensif. Ia mengarahkan agar indikator kinerja perusahaan tidak semata-mata menggunakan pendapatan sebagai ukuran keberhasilan.
Menurut Dony, terdapat tiga indikator utama yang harus menjadi perhatian, yakni kualitas jalan tol, kualitas rest area, dan sistem informasi jalan tol.
“Revenue itu akibat,” kata Dony, menekankan bahwa pendapatan akan mengikuti ketika pengguna mendapatkan kualitas layanan yang baik.
Kualitas jalan menjadi indikator pertama. Dony meminta agar pemeliharaan jalan dilakukan secara terencana dan dapat diprediksi, sehingga pekerjaan konstruksi tidak tiba-tiba mengganggu arus lalu lintas pada jam sibuk.
Ia menginginkan adanya maintenance window yang jelas, dengan pekerjaan pemeliharaan diupayakan berlangsung pada waktu yang minim mengganggu pengguna jalan.
Indikator kedua adalah kualitas rest area. Menurutnya, meskipun pengelolaan sejumlah rest area tidak secara langsung berada di bawah Jasa Marga, fasilitas tersebut tetap menjadi bagian dari pengalaman pengguna jalan tol.
Adapun indikator ketiga adalah kualitas informasi. Pengguna jalan, kata Dony, harus memperoleh informasi yang memadai mengenai kemacetan, kondisi jalan, perkiraan waktu tempuh, maupun situasi yang berada di depan mereka.
Ketiga aspek tersebut diminta menjadi fokus transformasi layanan jalan tol dan dipantau secara berkala oleh tim transportasi.
ASDP dan Pelni Diminta Tingkatkan Pengalaman Penumpang
Pada transportasi laut, perhatian diarahkan kepada PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni.
Dony meminta peningkatan kualitas layanan dilakukan sejak penumpang datang, membeli tiket, naik kapal, selama perjalanan, hingga tiba di tujuan. Pendekatan tersebut dinilai perlu menyerupai standar pengalaman penumpang dalam industri penerbangan.
“Pre-flight, in-flight, post-flight, kita sama juga di sini,” ujarnya.
Dengan pendekatan tersebut, setiap tahapan perjalanan penumpang diharapkan memiliki standar pelayanan dan pengalaman yang jelas. Danantara bersama pihak terkait diminta terus mengevaluasi layanan publik pada kedua perusahaan tersebut.
Transportasi Udara dan Kereta Api
Di sektor penerbangan, Dony meminta kualitas pelayanan Garuda Indonesia beserta infrastruktur pendukungnya terus dimonitor. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan antara lain kualitas bandara dan layanan baggage handling.
Sementara itu, sektor perkeretaapian mendapat perhatian lebih besar karena memiliki sejumlah program strategis dengan dampak langsung terhadap mobilitas masyarakat.
Dony meminta perkembangan sejumlah proyek elektrifikasi dipantau secara berkala, termasuk lintas Jakarta-Cikampek, Jakarta-Sukabumi, dan Jakarta-Merak. Proyek tersebut ditargetkan dapat direalisasikan sebelum 2029.
Selain elektrifikasi, aspek keselamatan juga menjadi prioritas. Salah satunya adalah perkembangan pembangunan palang pintu perlintasan kereta api. Danantara diminta mengetahui jumlah palang pintu yang telah terpasang sekaligus memantau progres pengembangannya.
Transformasi stasiun kereta api juga masuk dalam daftar proyek yang harus ditelusuri perkembangannya secara berkala.
Transportasi Kereta Api Jadi Prioritas
Dony secara khusus meminta agar kajian sektor kereta api mencakup transportasi penumpang sekaligus logistik. Kajian tersebut meliputi keselamatan, konektivitas antarmoda, harga, hingga model bisnis.
Hal ini dinilai penting mengingat kereta api menjadi salah satu moda transportasi massal yang didorong pemerintah untuk berkembang lebih masif.
Jumlah penumpang yang mencapai sekitar 1,5 juta orang per hari membuat peningkatan kualitas dan efisiensi layanan kereta api memiliki dampak yang besar.
Selain itu, pengembangan elektrifikasi jalur kereta api diharapkan memberikan dampak lebih luas terhadap tata ruang dan perekonomian wilayah.
Konektivitas yang semakin baik antara Jakarta dan daerah penyangga dinilai dapat mendorong munculnya pusat-pusat pertumbuhan baru, mengurangi urbanisasi, serta menekan polusi.
“Kereta api ini diharapkan oleh pemerintah menjadi moda transportasi massal yang akan didorong untuk lebih masif,” kata Dony.
Karena itu, sektor kereta api diminta menjadi salah satu prioritas dalam agenda transformasi transportasi BUMN. Pemantauan proyek akan dilakukan satu per satu dan dilaporkan secara berkala agar setiap program dapat ditelusuri progres serta hambatannya.
Secara keseluruhan, agenda tersebut menunjukkan bahwa transformasi transportasi BUMN tidak hanya diarahkan pada peningkatan kinerja perusahaan, tetapi juga pada perbaikan pengalaman masyarakat sebagai pengguna layanan.
Pemetaan konektivitas nasional yang sedang disusun Danantara diharapkan dapat memperkuat integrasi antarmoda, menekan biaya logistik, serta mengoptimalkan sinergi aset dan jaringan transportasi BUMN.