INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Grab Indonesia melihat perubahan pola mobilitas pengguna melalui layanan GrabCar Group Ride. Hanya dalam lima bulan sejak diperkenalkan pada April 2026, jumlah perjalanan menggunakan fitur tersebut melonjak hingga 30 kali lipat, mengindikasikan kuatnya permintaan terhadap layanan transportasi bersama yang menawarkan efisiensi biaya.

Marketing Director Grab Indonesia Asep Haekal mengatakan pertumbuhan tersebut bahkan terjadi sebelum Grab melakukan promosi secara masif. Setelah kampanye pemasaran mulai dijalankan, adopsi GrabCar Group Ride semakin meningkat.

"Jadi memang tidak kita shout atau tidak kita komunikasikan. Seiring berjalannya bulan, ternyata peningkatan itu sampai 30 kali lipat pada saat kita sudah mulai pasarkan," ujar Asep dalam Media Gathering GrabCar Group Ride di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Pertumbuhan tersebut menjadi sinyal bahwa aspek biaya menjadi salah satu pertimbangan penting dalam mobilitas perkotaan. Melalui GrabCar Group Ride, beberapa pengguna dapat bepergian dalam satu kendaraan dengan mekanisme pembagian ongkos yang tersedia langsung di aplikasi.

Grab menyediakan tiga skema pembayaran, yakni pembagian tarif secara rata, pembagian proporsional berdasarkan jarak tempuh masing-masing penumpang, atau pembayaran penuh oleh satu pengguna. Dengan mekanisme tersebut, pengguna tidak perlu melakukan penghitungan dan penagihan secara manual kepada anggota rombongan.

Asep mengatakan Grab merancang fitur tersebut untuk menjawab kebutuhan pengguna yang ingin melakukan perjalanan bersama dengan biaya lebih efisien sekaligus proses pembayaran yang lebih sederhana.

"Tujuannya ada tiga: biar lebih hemat, lebih gampang karena nggak usah tagih-tagih, dan yang ketiga lebih seru karena bareng sama teman-teman," jelasnya.

Dari sisi efisiensi, data internal Grab menunjukkan potensi penghematan yang cukup signifikan. Sebanyak 7 dari 10 perjalanan menggunakan GrabCar Group Ride tercatat mampu menghemat biaya hingga 54,6% dibandingkan pemesanan kendaraan secara individual.

Besarnya potensi penghematan tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memperkuat daya tarik layanan, terutama di tengah kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan yang berlangsung rutin. Segmen pekerja menjadi salah satu pengguna utama, dengan kontribusi 23,8% terhadap total perjalanan GrabCar Group Ride.

Frekuensi penggunaan dari segmen pekerja juga tercatat dua kali lebih sering. Bahkan, 7 dari 10 perjalanan berlangsung pada hari kerja, dengan aktivitas paling banyak terjadi pada jam pulang kantor dan makan malam, terutama pukul 18.00–20.00 WIB serta 21.00–22.00 WIB.

Secara wilayah, Jakarta menjadi kontributor terbesar dengan porsi 61,21% dari penggunaan GrabCar Group Ride. Bali berada di posisi berikutnya dengan kontribusi 19,83%, sedangkan Bandung mencapai 4,5%.

Yang menarik, ekspansi penggunaan fitur tersebut juga datang dari basis pelanggan baru maupun pengguna lama yang kembali aktif. Grab mencatat 32% pengguna GrabCar Group Ride merupakan pengguna baru dan pengguna lama yang kembali aktif.

Angka tersebut menunjukkan bahwa fitur berbagi perjalanan tidak hanya berfungsi sebagai tambahan layanan transportasi, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperluas engagement pengguna di dalam ekosistem Grab.

Meski demikian, layanan ini masih memiliki keterbatasan dari sisi fleksibilitas rute. GrabCar Group Ride belum dapat mengakomodasi perjalanan apabila titik penjemputan dan tujuan seluruh penumpang sepenuhnya berbeda.

Dengan pertumbuhan 30 kali lipat dalam lima bulan dan tingkat penghematan yang dapat mencapai 54,6%, GrabCar Group Ride berpotensi menjadi salah satu kanal pertumbuhan baru bagi bisnis mobilitas Grab. Khususnya di kota-kota dengan kepadatan aktivitas komuter tinggi, model perjalanan bersama dapat menjadi alternatif ketika pengguna ingin menekan biaya tanpa harus beralih dari layanan kendaraan berbasis aplikasi.