INDUSTRY.co.id - PANDEGLANG - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang, Banten, akhirnya mendapat angin segar soal aksesibilitas. DAMRI resmi membuka rute baru Tanjung Lesung – Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Jumat (3/10/2026).

Peluncuran rute ini menjadi jawaban atas persoalan klasik KEK Pariwisata pertama di Indonesia tersebut yaitu minimnya transportasi publik. 

Selama ini, menuju Tanjung Lesung yang berjarak 170 km dari Jakarta hanya bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi selama 2,5 – 3 jam, sementara moda transportasi umum masih sangat terbatas.

Padahal, KEK seluas 1.500 hektare yang diresmikan beroperasi sejak Februari 2015 ini menyimpan potensi raksasa. 

Pemerintah memproyeksikan KEK Tanjung Lesung mampu menarik investasi Rp 92,4 triliun hingga 2030 dan menyerap 85.000 tenaga kerja.

Data Dewan Nasional KEK hingga akhir 2025 mencatat realisasi investasi kumulatif di Tanjung Lesung sudah mencapai Rp 3,09 triliun dari 30 pelaku usaha, dengan kontribusi badan usaha Rp 539 miliar dan pelaku usaha Rp 2,547 triliun. 

Tingkat penguasaan lahan pun sudah di atas 96 persen, meski baru 396 hektare yang dimanfaatkan secara produktif.

Kehadiran rute DAMRI diharapkan menjadi katalis untuk mengoptimalkan sisa lahan tersebut.

Area Manager Divisi Regional 1 DAMRI, Yulianto, menegaskan penyediaan rute ini adalah bagian dari tanggung jawab DAMRI dalam mendukung mobilitas pariwisata.

"Bisnis kita juga tidak terlepas dari pelayanan, bagaimana kita bisa menyiapkan dan menyediakan aksesibilitas untuk masyarakat. Terutama di sini, kami juga punya tanggung jawab untuk menyediakan mobilitas menuju ke kawasan pariwisata," ujar Yulianto.

Managing Director PT Banten West Java (BWJ) selaku pengelola KEK Tanjung Lesung, Widi Widiasmanto, menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, konektivitas langsung ke bandara internasional adalah kunci untuk mendongkrak okupansi hotel dan kunjungan wisatawan.

"Terima kasih Pak atas kolaborasi hari ini. Kami berharap kita sama-sama punya PR untuk mengisi seat atau mengisi kamar," kata Widi.

Ia menambahkan, keberhasilan layanan ini tidak hanya soal armada, tetapi kerja kolektif mendorong wisatawan datang ke Tanjung Lesung.

Hal senada disampaikan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang. Melalui Kepala Bidang Pengembangan SDM dan Ekonomi Kreatif, Mia Maulani Rizki, Disparbud menilai rute ini menjadi langkah penting memperkuat aksesibilitas.

Dengan konektivitas yang semakin baik, wisatawan dari Jakarta, Jabodetabek, hingga mancanegara yang mendarat di Soetta kini punya opsi langsung menuju Tanjung Lesung tanpa harus berganti moda transportasi.

Selain menawarkan keindahan pantai, keragaman flora fauna, hingga atraksi jetski, diving, dan golf, KEK Tanjung Lesung juga diharapkan memberi efek ganda bagi pelaku usaha hotel, restoran, UMKM, dan ekonomi kreatif di Pandeglang.