INDUSTRY.co.id - JAKARTA – PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) melihat kenaikan penjualan mobil baru sebagai peluang untuk memperbesar pasar mobil bekas. Perusahaan yang mengoperasikan bisnis lelang melalui JBA Indonesia, ritel mobil bekas Caroline.id, serta pegadaian melalui MotoGadai ini mulai memperkuat integrasi ekosistem untuk menangkap potensi pertumbuhan tersebut.
Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari, Jany Candra, mengatakan pertumbuhan jumlah mobil baru berpotensi menciptakan pasokan mobil bekas yang lebih besar di masa mendatang. Kondisi tersebut berasal dari konsumen yang melepas kendaraan lama saat membeli mobil baru maupun dari kendaraan baru yang nantinya masuk ke pasar mobil bekas.
“Tingginya kenaikan jumlah mobil baru merupakan petunjuk akan tingginya potensi peningkatan jumlah mobil bekas. Baik dari orang yang membeli mobil baru dengan menjual mobil lamanya, maupun dari peningkatan jumlah mobil baru itu sendiri yang pada akhirnya juga akan menjadi mobil bekas. Oleh karena itu, ASLC akan semakin fokus mengintegrasikan ekosistem bisnis mobil bekas yang dimiliki,” papar Jany.
Strategi tersebut menjadi penting bagi ASLC karena perseroan tidak hanya bermain di satu mata rantai bisnis kendaraan bekas. Melalui JBA Indonesia, Caroline.id dan MotoGadai, ASLC memiliki bisnis yang mencakup lelang, penjualan ritel hingga pembiayaan berbasis gadai kendaraan.
Pada bisnis ritel mobil bekas, perseroan terus memperkuat merek Caroline.id melalui strategi pemasaran digital dan kolaborasi dengan brand ambassador. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan brand awareness sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Penguatan ekosistem diharapkan membuat ASLC dapat mengoptimalkan nilai kendaraan pada setiap tahapan bisnis. Integrasi tersebut juga berpotensi memperkuat sinergi antara kanal lelang dan ritel, terutama dalam memperoleh pasokan kendaraan serta menyalurkannya ke segmen konsumen yang sesuai.
Kinerja semester pertama 2026 menunjukkan strategi tersebut mulai memberikan dampak terhadap bisnis perseroan. Pendapatan ASLC tercatat mencapai Rp590 miliar, tumbuh 31,9% secara tahunan. Pada periode yang sama, perseroan membukukan laba sebesar Rp8,9 miliar.
Caroline.id menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan ASLC. Penjualan mobil bekas melalui platform tersebut mencapai Rp493 miliar pada semester pertama 2026, melonjak 57,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp313 miliar.
Pertumbuhan Caroline.id menjadi salah satu indikator bahwa pasar ritel mobil bekas masih memiliki ruang ekspansi, terutama ketika populasi kendaraan baru terus bertambah. Bagi ASLC, kondisi tersebut membuka peluang untuk memperbesar volume transaksi sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan aset dan jaringan yang telah dimiliki.
Ke depan, perseroan tidak hanya mengandalkan bisnis mobil bekas sebagai mesin pertumbuhan. ASLC juga mulai mengarahkan perhatian pada diversifikasi sumber pendapatan melalui pengembangan MotoGadai dan ASLI (PT Autopedia Sukses Lelang Indonesia).
“Ke depan, ASLC akan terus memperkuat ekosistem mobil bekas, mengoptimalkan strategi omnichannel, serta mengembangkan potensi jangka panjang pada Motogadai yang bergerak di bisnis pegadaian dan ASLI (PT Autopedia Sukses Lelang Indonesia) pada bisnis lelang non kendaraan sebagai sumber pertumbuhan baru,” tutup Jany.