INDUSTRY.co.id - JAKARTA, Industri kecantikan Indonesia terus bergerak melampaui batas konvensional. Perkembangannya kini tidak hanya ditandai oleh produk skincare, haircare, dan kosmetik, tetapi juga bersinggungan dengan wellness, teknologi, kesehatan, hingga perubahan kebutuhan konsumen.

Perubahan tersebut terlihat dalam penyelenggaraan Cosmobeauté Indonesia 2026 yang berlangsung pada 1-3 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Tangerang.

Memasuki penyelenggaraan ke-19, pameran yang digelar PT Pamerindo Indonesia ini tidak lagi sekadar menjadi ruang pertemuan antara penjual dan pembeli. Cosmobeauté Indonesia memperluas cakupan kategori industri, menghadirkan program edukasi, sekaligus membuka akses bagi pelaku usaha lokal untuk menjangkau pasar internasional.

Tahun ini, Cosmobeauté Indonesia dikembangkan ke dalam delapan segmen industri. Selain kategori yang selama ini identik dengan industri kecantikan, seperti skincare, haircare, dan estetika, pameran juga menghadirkan kategori wellness, teknologi kecantikan berbasis artificial intelligence (AI), perawatan ibu dan bayi, produk untuk kelompok lanjut usia, parfum, serta produk penunjang kesehatan.

Deputy Event Director PT Pamerindo Indonesia, Kristi Wulandari, mengatakan perluasan kategori tersebut dilakukan seiring semakin tipisnya batas antara industri kecantikan, kesehatan, dan wellness.

"Kami ingin Cosmobeauté Indonesia menjadi pelopor dalam memperkenalkan produk-produk baru di industri kecantikan. Karena itu, kami selalu berkoordinasi dan melihat kategori apa yang berpotensi berkembang, baik dari pasar Indonesia maupun tren internasional," ujar Kristi saat ditemui di sela Cosmobeauté Indonesia 2026, Jumat (2/10/2026).

Menurut Kristi, perkembangan tersebut merupakan bagian dari perjalanan panjang Cosmobeauté Indonesia sejak pertama kali digelar pada 2006.

Ketika itu, pameran business-to-business (B2B) yang secara khusus menyasar industri kecantikan belum banyak tersedia di Indonesia. Pamerindo kemudian membangun Cosmobeauté Indonesia sebagai wadah pertemuan bagi perusahaan yang bergerak di berbagai mata rantai industri kecantikan.

"Ketika pertama kali kami menyelenggarakan Cosmobeauté Indonesia pada 2006, belum banyak pameran yang secara khusus berfokus pada industri kecantikan dengan konsep B2B. Pada awalnya memang tidak mudah karena kami harus selektif dalam mengajak perusahaan yang memiliki tujuan bisnis jangka panjang," ungkapnya.

Hampir dua dekade berjalan, karakter pameran pun ikut berubah mengikuti dinamika pasar. Kristi mengatakan Cosmobeauté Indonesia sempat mencatat pertumbuhan secara konsisten sebelum pandemi Covid-19 menghentikan aktivitas pameran selama sekitar dua tahun.

Menariknya, pandemi justru memunculkan peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap produk perawatan diri. Berdasarkan komunikasi Pamerindo dengan pelaku usaha, penjualan sejumlah produk kecantikan pada masa tersebut meningkat sekitar 20%-30% dibandingkan periode sebelum pandemi.

"Saat pandemi 20%-30% penjualan produk kecantikan itu lebih tinggi dibandingkan saat sebelum pandemi karena saat itu orang lebih banyak di rumah, banyak meluangkan waktu untuk skincare-an. Jadi memang periode itu justru bertumbuh," ujar Kristi.

Exhibitor Internasional Kembali Berdatangan

Cosmobeauté Indonesia kembali digelar pada 2022. Namun, pemulihan aktivitas bisnis internasional setelah pandemi menjadi tantangan tersendiri.

Perubahan regulasi acara, biaya partisipasi, hingga keterbatasan perjalanan lintas negara membuat jumlah peserta internasional pada periode tersebut belum sepenuhnya kembali ke level sebelum pandemi. Kondisi ini membuat perusahaan lokal mengambil porsi lebih besar dalam penyelenggaraan pameran.

Situasi tersebut sekaligus mendorong Pamerindo memberikan perhatian lebih besar kepada pelaku industri dalam negeri, termasuk perusahaan manufaktur dan produsen yang berkembang seiring meningkatnya permintaan pasar kecantikan.

Kini, kembalinya peserta internasional menjadi salah satu indikator kembali terbukanya hubungan bisnis antara industri kecantikan Indonesia dan pasar global.

Namun, bagi Pamerindo, Cosmobeauté Indonesia tidak hanya ditujukan untuk aktivitas transaksi bisnis. Pada penyelenggaraan 2026, terdapat 57 program pendukung yang terdiri dari seminar, konferensi, hingga kompetisi.

Program tersebut membahas berbagai topik, mulai dari tren industri, bisnis, regulasi, hingga pengembangan kemampuan profesional. Sejumlah agenda bahkan dirancang untuk memberikan gambaran mengenai arah perkembangan industri pada tahun berikutnya.

Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh peluang bertemu calon mitra bisnis, tetapi juga mendapatkan informasi yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam menyusun strategi usaha.

Edukasi Regulasi untuk Pelaku Industri

Semakin terhubungnya pasar kecantikan Indonesia dengan perusahaan internasional juga menghadirkan tantangan baru, khususnya dalam memahami regulasi yang berlaku di dalam negeri.

Bagi perusahaan asing yang ingin masuk ke pasar Indonesia, ketentuan mengenai kosmetik dan produk kecantikan menjadi salah satu aspek penting yang harus dipahami sejak awal. Regulasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta persyaratan sertifikasi halal menjadi bagian dari ketentuan yang perlu diperhatikan.

Pamerindo pun mengambil peran sebagai penghubung antara pelaku industri dan pihak yang memiliki kewenangan terkait regulasi.

Upaya tersebut dilakukan antara lain melalui kegiatan edukasi dan webinar yang menghadirkan lembaga maupun asosiasi terkait. Pamerindo juga pernah menggelar sosialisasi regulasi halal bersama LPPOM MUI untuk exhibitor internasional.

Kristi mengatakan edukasi tersebut penting agar perusahaan yang ingin masuk ke Indonesia memahami prosedur yang harus dipenuhi.

"Pada dasarnya, setiap regulasi yang ada baik BPOM maupun LPPOM MUI itu bagus untuk memberikan keamanan dan keselamatan bagi konsumen Indonesia. Maka penting untuk para exhibitor internasional untuk mengetahuinya dan kami sebagai organizer berusaha untuk menjembatani kebutuhan tersebut," paparnya.

Mendorong Produk Lokal Naik Kelas

Di tengah kembalinya partisipasi perusahaan internasional, pengembangan produk dalam negeri tetap menjadi salah satu perhatian Cosmobeauté Indonesia.

Kristi menilai Indonesia memiliki banyak merek kecantikan lokal yang berpotensi berkembang lebih jauh. Tantangannya, tidak semua pelaku usaha memiliki akses yang sama terhadap jaringan bisnis dan calon pembeli.

Kondisi tersebut terutama dihadapi pelaku usaha kecil dan menengah yang memiliki keterbatasan anggaran untuk mengikuti pameran B2B.

Karena itu, Pamerindo menyediakan pilihan stan berukuran lebih kecil dengan biaya yang disesuaikan. Skema tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan bagi lebih banyak pelaku usaha untuk bertemu calon mitra bisnis.

Upaya memperkenalkan produk lokal juga dilakukan melalui jaringan pameran Pamerindo di berbagai negara. Pelaku usaha Indonesia yang telah siap melakukan ekspansi dapat memperoleh kesempatan mengikuti pameran di sejumlah pasar, seperti Malaysia, Vietnam, Thailand, Filipina, dan Hong Kong.

Salah satu bentuknya adalah keikutsertaan sekitar 10 perusahaan Indonesia dalam paviliun Indonesia di sebuah pameran di Filipina.

Meski demikian, Kristi mengingatkan bahwa ekspansi ke pasar luar negeri harus dibarengi kesiapan bisnis. Pelaku usaha perlu memahami karakter konsumen, kapasitas produksi, serta regulasi di negara tujuan.

Di saat yang sama, merek lokal didorong untuk tidak sekadar mengikuti tren global, melainkan tetap mempertahankan karakter Indonesia.

"Produk lokal harus terus berinovasi mengikuti permintaan pasar. Namun, jangan sampai kehilangan karakter Indonesia. Kita memiliki kekayaan bahan dan potensi yang bisa dikembangkan menjadi keunggulan produk," ujarnya.

Menurut Kristi, karakter lokal dapat menjadi pembeda ketika produk Indonesia berhadapan dengan merek dari negara lain. Tren internasional tetap dapat menjadi referensi, tetapi pengembangan produk perlu disesuaikan dengan identitas dan kebutuhan pasar yang dituju.

Hampir 20 Tahun Menjadi Penghubung Industri

Perjalanan Cosmobeauté Indonesia selama hampir dua dekade memperlihatkan bagaimana industri kecantikan Indonesia ikut berkembang. Dari sebuah pameran B2B yang berfokus mempertemukan perusahaan, platform tersebut kini berkembang menjadi ruang bisnis, edukasi, sekaligus pengembangan jaringan industri.

Bagi Pamerindo, peran tersebut akan terus diperkuat dengan mempertemukan berbagai pihak dalam rantai industri kecantikan, mulai dari produsen hingga buyer.

"Kami ingin Cosmobeauté Indonesia tetap menjadi wadah bagi industri kecantikan, khususnya B2B, sekaligus menjadi sumber informasi terbaru mengenai perkembangan industri ini. Kami juga berharap semakin banyak produk lokal yang berpartisipasi dan memiliki kesempatan untuk berkembang," ujar Kristi.

Dengan perluasan kategori industri, penguatan program edukasi, serta pemanfaatan jaringan pameran internasional, Pamerindo ingin Cosmobeauté Indonesia tidak berhenti pada transaksi selama tiga hari penyelenggaraan.

Lebih dari itu, pameran tersebut diarahkan menjadi platform yang mempertemukan pelaku industri dengan peluang bisnis, informasi pasar, perkembangan teknologi, dan jaringan internasional.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi industri kecantikan Indonesia sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi produk lokal untuk tumbuh dan bersaing di pasar global.