INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link kembali mencatat pertumbuhan pada 2026. Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menunjukkan pendapatan premi unit link mencapai Rp35,73 triliun pada semester I 2026, naik 10,3% secara tahunan.

Pertumbuhan lebih tinggi terjadi pada bisnis baru. Premi bisnis baru unit link melonjak 34,5% menjadi Rp19,78 triliun. Kenaikan tersebut mengindikasikan permintaan terhadap produk yang menggabungkan fungsi proteksi asuransi dengan komponen investasi mulai kembali menguat.

Namun, pertumbuhan bisnis unit link juga menuntut pemahaman yang lebih baik dari masyarakat. Pasalnya, komponen investasi dalam produk ini tidak memberikan jaminan nilai dan tetap menghadapi risiko fluktuasi pasar.

Unit link merupakan produk asuransi yang menggabungkan manfaat perlindungan dengan komponen investasi dalam satu polis. Dalam mekanismenya, premi yang dibayarkan pemegang polis dapat dialokasikan untuk sejumlah kebutuhan, termasuk biaya akuisisi pada periode awal dan pembentukan unit investasi, bergantung pada ketentuan masing-masing produk.

Nilai investasi kemudian mengikuti pergerakan harga unit subdana. Ketika kinerja aset dalam subdana meningkat, nilai investasi berpotensi bertambah. Sebaliknya, penurunan nilai aset dapat menggerus nilai investasi pemegang polis.

Chief Product Officer Allianz Life Indonesia Cheang Khai Au mengatakan karakteristik tersebut membuat pemegang polis perlu memahami struktur produk secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan.

“Investment link dapat memberikan manfaat perlindungan sekaligus komponen potensi nilai investasi dalam satu polis. Agar manfaat tersebut dapat digunakan sesuai kebutuhan, penting bagi calon pemegang polis untuk memahami bagaimana premi dialokasikan, bagaimana nilai investasi bekerja, serta biaya dan ketentuan yang berlaku dalam polis,” ujar Cheang Khai Au.

Menurut dia, pemahaman terhadap mekanisme produk menjadi penting karena manfaat proteksi dan komponen investasi memiliki fungsi berbeda. Proteksi memberikan manfaat finansial ketika risiko yang dijamin dalam polis terjadi, dengan besaran uang pertanggungan, pengecualian, serta ketentuan pembayaran mengikuti isi polis.

Sementara itu, komponen investasi berfungsi memberikan potensi pertumbuhan nilai dana melalui subdana yang tersedia. Nilainya dapat bergerak naik atau turun mengikuti kinerja aset dan kondisi pasar sehingga tidak dapat disamakan dengan manfaat proteksi yang tercantum dalam polis.

Dari sisi biaya, pemegang polis juga perlu memperhitungkan bahwa nilai investasi dapat digunakan untuk membayar sejumlah biaya selama polis berjalan, termasuk biaya asuransi, biaya administrasi, dan biaya lainnya sesuai ketentuan produk.

Kondisi ini membuat kemampuan menjaga polis tetap aktif menjadi salah satu faktor penting dalam memilih unit link. Pemegang polis bukan hanya perlu menghitung kemampuan membayar premi, tetapi juga memahami biaya yang dapat memengaruhi nilai investasi serta keberlangsungan perlindungan.

Di sisi investasi, pemegang polis juga perlu mencermati pilihan subdana dan aset yang menjadi dasar investasi. Tingkat risiko masing-masing subdana dapat berbeda sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan keuangan.

Fitur tambahan seperti top up, withdrawal, switching, maupun perubahan manfaat juga perlu dipahami sebelum produk dibeli. Fitur tersebut dapat memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan polis, tetapi penggunaannya tetap mengikuti syarat dan ketentuan masing-masing produk.

Dengan pertumbuhan premi bisnis baru yang mencapai 34,5%, industri unit link kini memiliki peluang untuk kembali memperluas penetrasi di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk keuangan yang menggabungkan proteksi dan investasi. Namun, pertumbuhan tersebut juga membuat literasi konsumen menjadi faktor penting agar peningkatan penjualan tidak berujung pada ketidaksesuaian produk dengan kebutuhan pemegang polis.

Karena itu, calon nasabah disarankan membaca Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLAY) serta dokumen polis secara menyeluruh sebelum membeli. Informasi yang perlu dicermati mencakup manfaat perlindungan, pengecualian, struktur biaya, risiko investasi, hingga ketentuan yang menentukan keberlangsungan polis.

“Setiap orang memiliki kebutuhan perlindungan, tujuan keuangan, dan kemampuan finansial yang berbeda. Karena itu, investment link sebaiknya dipahami berdasarkan keseluruhan manfaat dan mekanismenya, bukan hanya dari ilustrasi potensi nilai investasi,” kata Khai Au.

Ia menambahkan, pemahaman tersebut dapat membantu masyarakat menilai apakah unit link benar-benar sesuai dengan kebutuhan perlindungan dan tujuan keuangan masing-masing.