Tingkat Konsumsi Susu Masyarakat Indonesia Rendah

Oleh : Ridwan | Jumat, 05 Mei 2017 - 07:53 WIB

Menperin, Airlangga Hartarto didampingi Dirjen Industri Agro, Panggah Susanto dan CEO of AustAsia Dairy Group, Edgar Collins minum susu bersama seusai peresmian Manufacturing Unit PT Greenfields Indonesia
Menperin, Airlangga Hartarto didampingi Dirjen Industri Agro, Panggah Susanto dan CEO of AustAsia Dairy Group, Edgar Collins minum susu bersama seusai peresmian Manufacturing Unit PT Greenfields Indonesia

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Industri pengolahan susu merupakan salah satu bagian dari subsektor industri makanan dan minuman. Subsektor ini sebagai kelompok industri strategis dan mempunyai prospek yang cukup cerah untuk dikembangkan.

Hal tersebut ditunjukkan dengan laju pertumbuhan industri makanan dan minuman tahun 2016 sebesar 8,46 persen, di atas pertumbuhan industri pengolahan non migas sekitar 4,42 persen.

“Peran subsektor industri makanan dan minuman pada PDB industri non migas juga terbesar dibandingkan subsektor lainnya, yaitu mencapai 37,42 persen pada tahun 2016,” ungkap Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto di Jakarta (4/5/2017).

Dari segi perdagangan internasional, sumbangan nilai ekspor produk makanan dan minuman termasuk minyak kelapa sawit pada tahun 2016 mencapai USD26,39 miliar. Dengan impor pada tahun yang sama sekitar USD9,65 miliar, sehingga subsektor industri ini mengalami neraca perdagangan yang positif.

Di samping itu, perkembangan realisasi investasi subsektor ini terus mengalami kenaikan hingga Rp32 triliun untuk PMDN dan USD2,1 miliar untuk PMA di tahun 2016.  

Naum saat ini yang perlu diperhatikan adalah tingkat konsumsi susu per kapita masyarakat Indonesia saat ini rata-rata 12,10 kg per kapita per tahun setara susu segar. Tingkat konsumsi tersebut masih di bawah negara-negara ASEAN lainnya seperti Malaysia yang mencapai 36,2 kg per kapita per tahun, Myanmar 26,7 kg per kapita per tahun, Thailand 22,2 kg per kapita per tahun, dan Philipina 17,8 kg per kapita per tahun.  

”Kondisi tersebut menjadi peluang dan sekaligus tantangan bagi usaha peternakan sapi perah di dalam negeri untuk meningkatkan produksi dan mutu susu segar, sehingga secara bertahap dapat memenuhi kebutuhan bahan baku susu untuk industri pengolahan susu di dalam negeri," terang Panggah.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Upbit masuki pasar indonesia (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Jumat, 19 Juli 2019 - 15:23 WIB

Incar Lebih Banyak Pengguna, Upbit Bagi-bagi Hadiah di Program Referral

Setelah meluncurkan fitur baru program referal, Upbit Indonesia kembali hadir dengan berbagai promosi pada program referal yang dapat dinikmati oleh seluruh pengguna web dan aplikasi Upbit baik…

Foto ilustrasi industri mainan

Jumat, 19 Juli 2019 - 15:01 WIB

Kemenperin Harap Industri Mainan Dalam Negeri Mampu Tarik Investasi

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengharapkan industri mainan dalam negeri dapat menarik investasi. Ini terutama industri pendukung mainan, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan…

Jackson Tandiono, Presiden Direktur PT Sky Energy Indonesia, Tbk

Jumat, 19 Juli 2019 - 15:00 WIB

Pertama di Dunia, JSKY Ciptakan Modul Surya Berbobot Ringan

PT Sky Energy Indonesia, Tbk (JSKY) secara resmi memperkenalkan rangkaian produk modul surya inovatif miliknya, yang diberi nama J-Leaf, J-Feather dan J-Bifacial di The Energy Building, Jakarta…

DFSK Glory E3

Jumat, 19 Juli 2019 - 15:00 WIB

Dukung Implementasi Kendaraan Listrik di Indonesia, DFSK Andalkan Glory E3

Pada gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, DFSK mempersiapkan kendaraan listrik andalanya dengan memperkenalkan DFSK Glory E3 kepada konsumen di Indonesia yang sudah…

Rimba Laut, Senior Vice President Corporate Communication Akseleran

Jumat, 19 Juli 2019 - 14:37 WIB

Capai Rp 2,2 Miliar, Lampung Jadi Penyumbang Investasi Tertinggi Akseleran di Indonesia

Hingga akhir Juni 2019, Lampung tercatat sebagai 10 besar provinsi yang meraih nilai investasi tertinggi bagi Akseleran di seluruh Indonesia dengan raihan sebesar Rp2,2 miliar.