Sepanjang 2019, Metland Berhasil Cetak Laba Rp487 Miliar

Oleh : Ridwan | Sabtu, 08 Agustus 2020 - 08:45 WIB

PT Metropolitan Land Tbk (Metland)
PT Metropolitan Land Tbk (Metland)

INDUSTRY.co.id - Bekasi - PT Metropolitan Land Tbk (Metland) mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp487 miliar.

"Pada tahun buku 2019 jumlah tersebut naik tipis 1,09% dari tahun lalu. Hal ini dikarenakan kondisi industri properti yang masih tumbuh relatif stagnan," jelas Olivia Surodjo, Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Metropolitan Land Tbk, usai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Sahan Luar Biasa (RUPSLB) di Bekasi, kemarin.

Dari laba tersebut RUPST menyetujui sekitar 10% dari laba atau sebesar Rp 6,30 per lembar saham untuk dibagikan sebagai dividen tunai kepada 7.655.126.330 pemegang saham sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

Dana dialokasikan sebagai cadangan sebesar Rp2 miliar. Sedangkan sisanya dibukukan sebagai laba ditahan untuk menambah modal kerja Perseroan.

"Setiap tahun Metland berkomitmen memberikan dividen jika kinerja perusahaan positif," lanjut Olivia.

RUPST dan RUPSLB PT Metropolitan Land Tbk dilaksanakan untuk melaporkan tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2019, dihadiri oleh Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan dan mencakup lima agenda RUPST; Persetujuan dan pengesahan Laporan Tahunan Perseroan tahun buku 2019, Penetapan penggunaan laba bersih Perseroan tahun buku 2019, Penunjukkan Akuntan Publik untuk Mengaudit Laporan Keuangan Perseroan tahun buku 2020, Penentuan honorarium, gaji, dan tunjangan lainnya bagi anggota Dewan Komisaris dan Direksi dan/atau Penentuan remunerasi bagi anggota Dewan Komisaris dan Direksi, Perubahan susunan anggota Dewan Komisaris Perseroan.

Sedangkan agenda RUPSLB Metland adalah Persetujuan perubahan dan pernyataan kembali Anggaran Dasar Perseroan.

Laporan tahunan Perseroan diterima baik dan mendapatkan pengesahan serta persetujuan di RUPST. Direksi dan Dewan Komisaris juga mendapat pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et decharge) atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dilakukan, sepanjang tindakan-tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan untuk tahun buku 2019.

Selain hal tersebut, RUPST juga memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk mengaudit laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku 2019, serta memberikan wewenang kepada Direksi untuk menetapkan honorarium berikut syarat-syarat penunjukkannya.

RUPST juga menyetujui penentuan remunerasi bagi anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan.

Perseroan mengalami perubahan komposisi Dewan Komisaris dikarenakan pengunduran diri Aldo Brasali dari jabatan Komisaris serta wafatnya Presiden Komisaris Dr. Ir. Ciputra.

RUPST telah menyetujui pengangkatan Junita Ciputra sebagai Presiden Komisaris PT Metropolitan Land Tbk dan Iwan Brasali sebagai Komisaris PT Metropolitan Land Tbk.

Sementara itu pada RUPSLB menyetujui perubahan dan pernyataan kembali Anggaran Dasar Perseroan. Agenda ini dalam rangka penyesuaian Anggaran Dasar Perseroan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK).

Kinerja Usaha 2019

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk Thomas J. Angfendy menjelaskan bahwa Metland dapat melalui tahun 2019 dengan baik, tercermin dari peningkatan laba sebesar 1,09%.

Nilai aset Perseroan pada tahun 2019, bertumbuh sebesar 17,59%, yaitu mencapai Rp6,1 triliun. Sedangkan peningkatan ekuitas Perseroan sebesar 11,95% menjadi Rp3,85 triliun di tahun 2019.

Total nilai pendapatan Perseroan selama tahun 2019 adalah sebesar Rp1,40 triliun meningkat 1,81% dibanding pendapatan tahun 2018 yang dibukukan Perseroan sebesar Rp1,38 triliun. Peningkatan pendapatan disebabkan oleh peningkatan penjualan properti sebesar Rp881 miliar, naik 1,43% dibandingkan Rp868 miliar.

Penjualan terbesar berasal dari proyek The Riviera At Puri, Metland Cibitung, dan Metland Cileungsi.

Semua proyek Perseroan turut memberikan kontribusi dengan besaran; 63% dari usaha penjualan properti residensial dan penjualan properti strata title, 26% dari pendapatan sewa pusat perbelanjaan, 8% dari pengoperasian hotel dan 3% dari pengoperasian pusat rekreasi, perkantoran dan pendapatan lain-lain.

Sepanjang tahun 2019, Perseroan mengembangkan proyek-proyek strategis mencakup proyek residensial, seperti peluncuran rumah tapak Wisteria fase 1 yang merupakan bagian dari kerjasama operasi dengan Keppel Land Ltd. Wisteria merupakan proyek kerja sama Metland dengan Keppel Land yang kedua setelah The Riviera at Puri.

Selain itu, Metland Puri meluncurkan Cluster Clematis pada akhir tahun yang mendapat respon pasar sangat baik.

Untuk proyek strata, Perseroan telah menyelesaikan pembangunan Tower Aster - Kaliana Apartment di Metland Transyogi yang telah mulai melakukan proses serah terima kepada konsumen di akhir tahun 2019.

Pada proyek komersial Metland melalui anak perusahaan PT Sumber Tata Lestari melaksanakan Peletakan Batu Pertama (ground breaking) Hotel Horison Ultima Kertajati yang berlokasi di jalan Kadipaten Jatibarang, Majalengka yang dihadiri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Hotel berbintang empat ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan akomodasi penumpang pesawat udara serta masyarakat lain yang beraktifitas di bandara.

Strategi Tahun 2020

Saat ini Metland sedang menjalankan program New Normal New Home yang memberikan kemudahan diskon hingga 500juta-an, harga termasuk biaya BPHTB, KPR dan AJB hingga hadiah menarik berupa kitchen set, air conditioner (AC), logam mulia dan voucher belanja sampai dengan 10 juta rupiah (syarat dan ketentuan berlaku).

Program ini diikuti oleh seluruh proyek residensial dan apartemen Metland yaitu Metland Menteng, Metland Puri, Metland Transyogi, Metland Cileungsi, Metland Tambun, Metland Cibitung, Metland Cyber City, M Gold Tower dan Kaliana Apartment.

Produk yang bisa diperoleh dari program ini juga beragam mulai dari rumah ready stock, rumah indent, unit apartemen, kavling dan ruko.

Tantangan tahun 2020 sudah terlihat mulai akhir tahun 2019 dengan merebaknya virus Covid-19 di negara Tiongkok dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan penyebaran wabah virus Covid-19 sebagai pandemi global.

Metland senantiasa melakukan inovasi serta promosi iklan dan strategi pemasaran digital untuk memberikan stimulus tambahan agar dapat menumbuhkan kembali daya beli masyarakat.

Hingga bulan Juni 2020, Metland mencatatkan pendapatan sebesar Rp390 miliar, yaitu Rp214 miliar dari penjualan properti dan Rp176 miliar dari pendapatan berkelanjutan serta laba bersih sebesar Rp88 miliar. Sementara itu Metland membukukan total marketing sales sebesar Rp540 miliar hingga Juni 2020.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) (Foto Ist)

Jumat, 18 September 2020 - 15:02 WIB

Kemenkes Sudah Melakukan Tugasnya dengan Baik

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat banyak pegawainya yang terinfeksi virus SARS-CoV2 penyebab Covid-19. Pegawai Kemenkes yang terpapar Covid-19 dan mengalami gejala ringan diminta menjalani…

Petani Riau siap membasmi hama ulat grayak

Jumat, 18 September 2020 - 14:08 WIB

Atasi Serangan Ulat Grayak Pada Padi, Riau Lakukan Gerakan Pengendalian

Menanggapi adanya laporan serangan hama ulat di Kecamatan Kuntan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau yang menyerang ratusan hektar lahan sawah, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu…

Prajurit Marinir Beruang Hitam Sukses Budidaya Ikan Air Tawar

Jumat, 18 September 2020 - 14:00 WIB

Prajurit Marinir Beruang Hitam Sukses Budidaya Ikan Air Tawar

Menjadi salah satu seorang Prajurit TNI, khususnya Marinir merupakan anugrah yang patut di syukuri dan amanah. Selain menjadi abdi Negara di kedinasan Batalyon Infanteri 9 Marinir/Beruang Hitam…

Ilustrasi Migas

Jumat, 18 September 2020 - 13:59 WIB

PGN SAKA Komitmen Jalankan Proyek Pengembangan Lapangan Sidayu dan West Pangkah

PT Saka Energi Indonesia (PGN SAKA) sebagai Anak Perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas), tetap berkomitmen menjalankan dua proyek pengembangan…

Anggota Komisi I DPR RI - Rizki Aulia Natakusumah (Photo by Parlementaria Terkini DPR)

Jumat, 18 September 2020 - 13:30 WIB

Komisi I Dukung Pembangunan Jaringan Telekomunikasi di Daerah 3T

Menurut Rizki Aulia Natakusumah, digitalisasi merupakan keniscayaan, karena masih banyak masyarakat yang belum tersentuh akses internet, bahkan layanan telekomunikasi.