Keren! Pakar Klaim, Limbah Tambang Bisa Diolah Jadi Bahan Baku Industri

Oleh : Kormen Barus | Senin, 13 Juli 2020 - 00:40 WIB

Ilustrasi limbah tambang
Ilustrasi limbah tambang

INDUSTRY.co.id, Jakarta-Sisa hasil produksi aktivitas pertambangan harus dapat dimanfaatkan secara optimal agar industri pertambangan di Indonesia tidak berdampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) meyakini hal ini dapat dilakukan oleh perusahaan pertambangan dengan pembinaan dan pengawasan dari Pemerintah. Limbah tambang tidak boleh menjadi momok dan harus bernilai baik secara ekonomi maupun lingkungan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum PERHAPI Rizal Kasli dalam diskusi virtual berjudul “Waste to Resource in Mining Extractive Industries” yang diikuti oleh 620 peserta pada Kamis, 9 Juli 2020 lalu. Selama ini, aktivitas kehidupan manusia sangat bergantung pada produk pertambangan seperti telepon genggam, alat transportasi, peralatan kedokteran, peralatan rumah tangga, kontruksi dan banyak lagi lainnya.

“Ke depan, dan bahkan telah dilakukan, sisa hasil industri tambang berupa tailing, slag, ataupun lumpur harus dapat dimanfaatkan. Tambang seminimal mungkin berdampak negatif terhadap lingkungan. Sisa produksi (waste) dengan memperhatikan kembali mineral-mineral ikutan, termasuk logam tanah jarang (rare earth elements) dapat diolah kembali untuk dimanfaatkan sebagai mineral strategis, material konstruksi dan lain sebagainya. Ia bisa memiliki nilai ekonomis dan pengelolaan sumber daya alam lebih optimal,” ungkap Rizal.

Pakar Metalurgi Institut Teknologi Bandung, Zulfiadi Zulhan menyampaikan, saat ini residu bauksit atau lumpur merah (red mud) sisa hasil pengolahan pabrik alumina dapat dimanfaatkan sebagai material kontruksi. Red mud dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri metalurgi karena masih mengandung logam-logam berharga mulai dari besi, aluminium, titanium, scandium dan logam tanah jarang lainnya.

“Kami sudah melakukan penelitian sejak 2017 untuk mengekstraksi logam besi. Hasil penelitian dapat diterapkan di industri baja berbahan baku red mud. Syaratnya, red mudnya gratis (Rp. 0,00), letak pabrik bersebelahan dengan pabrik alumina dan persen besi dalam red mud >30%. Pabrik pemanfaatan red mud dapat menjadi sangat layak apabila logam-logam lain selain besi juga diekstraksi (alumunium dan scandium),“ ungkap Zulfiadi yang optimis kolaborasi industri dan Perguruan Tinggi akan dapat mengoptimalkan pemanfaatan sisa hasil industri tambang.

Pemanfaatan sisa hasil tambang juga telah dilakukan oleh beberapa perusahaan. Dalam diskusi virtual tersebut terungkap, proses peleburan dan pemurnian konsentrat tembaga menjadi logam tembaga telah mendekati zero waste atau hampir tanpa sisa hasil produksi. Senior Manager Technical Eksternal PT Smelting Gresik Bouman T Situmorang menyampaikan semua sisa hasil pengolahan dimanfaatkan dengan optimal.

“Energi panas dari gas buang dimanfaatkan untuk pembangkit listrik. Sulfur dioksida (SO2) dalam gas buang dikonversi menjadi asam sulfat yang dapat dimanfaatkan untuk bahan baku pupuk yang diserap oleh PT Pupuk Indonesia. Pengelolaan limbah cair juga menghasilkan gipsum yang dapat dijual sebagai bahan baku pabrik semen. Slag yang dihasilkan yang merupakan limbah B3 dikirim ke pabrik semen,“ ungkap Bouman.

Bouman menambahkan, Slag juga selain untuk bahan baku semen dapat digunakan untuk material sand blasting dan agregat beton. Limbah cair berupa sludge cake yang mengandung tembaga 6-10% didaur ulang ke pabrik peleburan. Material bekas dari bag filter dan masker yang masih mengandung logam berharga didaur ulang di pabrik peleburan.

Selain itu Tembaga bekas (scrap) dan sisa hasil pengolahan yang mengandung tembaga di pabrik lainnya dapat diproses di PT Smelting. Semua emisi gas buang dan limbah cair yang dilepaskan ke lingkungan dipantau secara reguler sehingga nilainya dibawah ambang batas.

Business Feasibility Manager PT Antam Tbk Helminton Sitanggang menyebutkan, residu dari hasil pengolahan emas berupa lumpur halus di Unit Bisnis Pertambangan Emas Pongkor telah dimanfaatkan untuk perkerasan lantai kerja tambang bawah tanah dan bahan baku material konstruksi.

“PT Antam merupakan pelopor dari pemanfaatan tailing sebagai bahan baku material konstruksi yang ramah lingkungan dimana produknya sudah diberi merek GFA (Green Fine Agregate) dan tersertifikasi SNI. Produk material konstruksi ini berupa paving block dan conblock, batako, genteng. GFA ini digunakan oleh PT Antam untuk kebutuhan internal di perusahaan dan untuk program Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat,“ jelas Helminton.

PERHAPI berharap, industri pertambangan ke depan harus seoptimal mungkin memanfaatkan sisa hasil produksinya, baik di tambang maupun di industri lanjutannya seperti peleburan (smelter) serta pengolahan dan pemurnian. Jika ini dilakukan secara maksimal, SDA Indonesia akan semakin bermanfaat dan dampak negatif tambang dapat minimalisasi.

PERHAPI adalah asosiasi profesi independen dan profesional yang menaungi ahli-ahli pertambangan di Indonesia. PERHAPI memiliki 6.232 orang anggota (data per 31 Maret 2020) yang tersebar tidak hanya di Indonesia tetapi juga di belahan lain dunia. PERHAPI didirikan pada tahun 1991 dan saat ini sudah menginjak usia yang ke-30.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

SiCepat mengadakan giveaway Program Hujan Hadiah Youtube SiCepat dengan total hadiah 7.5 M, kategori hadiah diantaranya 1 BMW 520i, 20 Honda PCX, 175 Honda Beat dan uang tunai Rp 3M.

Kamis, 06 Agustus 2020 - 23:29 WIB

Keren! Jumlah Subscribernya Lebih dari 1 Juta , Kini Sicepat Ekspres Bagikan Hujan Hadiah Youtube Sebesar 7.5 Milyar

Jakarta-SiCepat mengadakan giveaway Program Hujan Hadiah Youtube SiCepat dengan total hadiah 7.5 M, kategori hadiah diantaranya 1 BMW 520i, 20 Honda PCX, 175 Honda Beat dan uang tunai Rp 3M.

Ketua DPR Puan Maharani dan Ketua Partai Demokrat Agus Yudhoyono

Kamis, 06 Agustus 2020 - 21:38 WIB

Ketum Demokrat Agus Yudhoyono Temui Ketua DPR Puan Maharani di Ruang Kerja, Ada Apa?

Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono bertemu diruang kerja Puan Maharani di gedung DPR pada Kamis (6/8) Pertemuan kedua tokoh muda tersebut…

Tidak semua brand mampu menciptakan inovasi dan menjadi yang pertama di kategori produk atau jasanya. Hanya brand dengan tim Research & Development yang super kreatif yang bisa memenangkan persaingan di era kompetisi bisnis yang sangat ketat ini.

Kamis, 06 Agustus 2020 - 20:59 WIB

Pertama di Indonesia! Inilah Brand-Brand yang Super Kreatif dan Sukses Memenangkan Persaingan di Era Kompetisi Bisnis yang Sangat Ketat

Jakarta– Inovasi dan menjadi yang pertama di kategori produk/jasa secara nyata telah memberikan dampak yang positif bagi sebuah brand untuk tetap survive dan bersaing di kompetisi bisnis yang…

Nasrullah, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan (Doc: Kementan)

Kamis, 06 Agustus 2020 - 20:04 WIB

Nasrullah Didapuk Jadi Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan

Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan penyegaran organisasi pada pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama lingkup Kementerian Pertanian. Dalam penyegaran ini, Direktur Jenderal Peternakan…

Pabrik Semen Baturaja (Bm)

Kamis, 06 Agustus 2020 - 19:30 WIB

20,48 Persen Laba Bersih 2019 Semen Baturaja Dibagikan Sebagai Dividen Tunai

Jakarta - Para pemegang saham PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR), sebuah BUMN industri semen di Sumatera Selatan, dalam Rapat Umum Pemegang Sahan Tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (05/08/2020),…