Tinjau Progres Renovasi Masjid Istiqlal, Presiden Jokowi Targetkan Pekerjaan Rampung Juli 2020

Oleh : Hariyanto | Selasa, 02 Juni 2020 - 14:36 WIB

Presiden Jokowi Tinjau Progres Renovasi Masjid Istiqlal
Presiden Jokowi Tinjau Progres Renovasi Masjid Istiqlal

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau progres renovasi Masjid Istiqlal, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2020).

Presiden menargetkan seluruh pekerjaan renovasi rampung pada awal Juli 2020 menyongsong rencana penerapan tatanan kehidupan normal baru (new normal) di tengah Pandemi COVID-19.

"Pagi hari ini, saya kembali ke Masjid Istiqlal untuk mengecek progres perkembangan renovasi besar Masjid Istiqlal. Sampai hari ini, tadi sudah disampaikan telah selesai sekitar 90 % dan renovasi besar ini akan diselesaikan insya Allah awal bulan Juli 2020. Memang agak mundur karena adanya pandemi COVID-19," kata Presiden Jokowi.

Terkait rencana dibukanya kembali Masjid Istiqlal, Presiden Jokowi mengatakan belum bisa memutuskan hal tersebut.

"Tetapi tadi saya sudah mendapatkan informasi dari Prof Nasaruddin, Bapak Imam Besar masjid Istiqlal bahwa direncanakan Masjid Istiqlal akan dibuka nanti pada bulan Juli. Namun keputusannya nanti ada di Bapak Imam Besar. Tentu saja mulai saat ini, saya titip mulai disiapkan protokol kesehatan sehingga nanti pada saat kita melaksanakan shalat di Masjid Istiqlal semuanya aman dari COVID-19," ujar Presiden.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, renovasi Masjid Istiqlal dilaksanakan sesuai protokol pencegahan COVID-19, seperti menjaga jarak fisik, menggunakan masker, dan menghindari kerumunan serta Inmen PUPR No 02/IN/M/2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi.

Lingkup pekerjaan renovasi Masjid Istiqlal meliputi penataan kawasan, pekerjaan struktur, pekerjaan arsitektur, mechanical electrical plumbing (MEP), pekerjaan interior dan signage dengan anggaran sebesar Rp 465 miliar.

Selain itu, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane Ditjen Sumber Daya Air juga tengah melaksanakan pekerjaan pengendalian banjir Kali Ciliwung lama segmen Masjid Istiqlal dengan lingkup pekerjaan pengerukan sedimen yang berfungsi untuk menambah kapasitas kali Ciliwung Lama, perkuatan tebing dan pembuatan amphiteater dengan anggaran Rp 17,8 miliar dan progres 65%.

Masjid Istiqlal memiliki luas area kawasan 91.629 meter persegi (tidak termasuk area sungai) dan luas bangunan masjid 80.948 meter persegi yang dapat menampung 200.000 orang.

Pekerjaan penataan kawasan meliputi di antaranya adalah pengembalian Axis Monas dan perapihan Zoning Kawasan, perbaikan gerbang, penambahan plaza-plaza sebagai ruang publik, perbaikan riverfront sepanjang sungai, penambahan gedung parkir lapis 2 (basement), perbaikan kantin dan penambahan area PKL.

Ruang-ruang parkir yang ada di permukaan kini dimanfaatkan sebagai taman hijau dan area publik. Bahkan di sisi sungai disediakan amphiteater untuk berbagai kegiatan pendukung.

Pekerjaan arsitektur mencakup pekerjaan fasad, lantai, dinding, kusen, jendela, pintu, ruang wudhu, toilet dan kamar mandi. Pekerjaan interior di antaranya adalah interior ruang salat utama, area VIP dan perkantoran pengurus masjid.

Pekerjaan MEP di antaranya adalah perbaikan sistem MEP keseluruhan bangunan, instalasi solar panel pada atap selasar, dan perbaikan tata pencahayaan interior dan eksterior. Pekerjaan signage meliputi pergantian signage gerbang, ruang luar dan interior.

Dalam melakukan renovasi, Menteri Basuki menekankan kepada kontraktor pelaksana untuk tidak hanya memaksimalkan fungsi Masjid Istiqlal sebagai tempat ibadah, tetapi juga memperhatikan arsitektur, seni, estetika, dan yang tidak kalah penting tetap mempertahankan pada kaidah-kaidah cagar budaya bangunan masjid.

Renovasi Masjid Istiqlal ini adalah renovasi pertama dan terbesar sejak dibangun 41 tahun lalu yang merupakan tindak lanjut perintah Presiden Joko Widodo usai menerima kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Masjid Istiqlal pada tanggal 30 Mei 2018 lalu.

Renovasi ini dilaksanakan oleh PT Waskita Karya selaku kontraktor pelaksana dan PT Virama Karya selaku konsultan manajemen konstruksi.

Turut hadir dalam tinjauan tersebut Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. K.H Nasaruddin Umar, Direktur Jenderal Cipta Karya Danis Sumadilaga, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Jarot Widyoko, Direktur Bina Penataan Bangunan Diana Kusumastuti, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane Bambang Hidayah, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Dukungan Menuju Indonesia Cashless Society di Era New Normal

Selasa, 14 Juli 2020 - 10:15 WIB

Shopee: Pembayaran Digital Meningkat di Era New Normal

Shopee, platform e-commerce terdepan di Asia Tenggara dan Taiwan, melihat adanya peningkatan masyarakat Indonesia memilih opsi pembayaran digital dalam memenuhi kebutuhan harian secara online.

Coronavirus (ist)

Selasa, 14 Juli 2020 - 10:10 WIB

Jubir COVID-19 Yurianto: Droplet Bertahan Lama Dalam Ruangan, Cegah dengan Masker bukan Face Shield

Marak pemberitaan mengenai penularan COVID-19 melalui udara beredar ditengah masyarakat membuat juru bicara penanganan COVID-19 Achmad Yurianto angkat bicara.  Menurutnya bahwa merujuk rilis…

Bambang Soesatyo Ketua MPR RI (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 14 Juli 2020 - 10:00 WIB

Home Industri Modifikasi Otomotif Berkembang Signifikan

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong berkembangnya home industri motor dan mobil custom (modifikasi otomotif) sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif. Terlebih orang nomor satu di…

Ilustrasi kredit perbankan

Selasa, 14 Juli 2020 - 09:55 WIB

Kabar Gembira! OJK Bakal Perpanjang Restrukturisasi Kredit

Berdasarkan hasil diskusi dengan kalangan perbankan, diputuskan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperpanjang restrukturisasi kredit.

Reklamasi Teluk Jakarta (Foto Ist)

Selasa, 14 Juli 2020 - 09:50 WIB

Inilah Keheranan Ahok, Soal Reklamasi Ancol di Zaman Gubernur Anies yang Menempel dengan Darat

Jakarta, Gubernur Anies Baswedan dinilai dianggap melanggar janji kampanye karena pernah menentang dengan keras reklamasi di masa Basuki Tjahaja Purnama menjabat Gubernur DKI Jakarta.