Tingkatkan Ekspor-Impor, Industri Tekstil Perlukan Penanganan Masalah Internal Yang Efisien

Oleh : Hariyanto | Rabu, 22 Maret 2017 - 05:44 WIB

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat (Kanan) bersama Kedubes AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr. (Fadli/ INDUSTRY.co.id)
Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat (Kanan) bersama Kedubes AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr. (Fadli/ INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat menuturkan, performance ekspor-impor memiliki dua pemasalahan yaitu internal dan eksternal.

"Eksternal tadi adalah masalah pasar, akses pasar terutama. Tapi yang jelas kalau eksternal itu Indonesia ini secara logistic adalah negara yang berada paling jauh diantara negara pesaing untuk tujuan pasar baik Amerika, Eropa maupun ke Jepang," tutur Ade saat ditemui INDUSTRY.co.id pada acara temu bisnis dengan sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) di Jakarta, Selasa (21/3/2017)

Menurutnya, sebagai jawaban dan solusi mengenai hal tersebut maka diperlukan penanganan internal yang lebih efisien.

"Internalnya yang perlu kita perbaiki tentu masalah energi. Ini yang masih belum terselesaikan walaupun pemerintah sudah memiliki niat yang kuat tinggal bagaimana kapan realisasinya yaitu bagaimana gas harganya di bawah 6 dolar," ujarnya.

Kemudian, menurut Ade, bagaimana listrik bisa berdaya saing dibandingkan dengan listrik negara lain. Karena energi ini menjadi tulang punggung daya saing keseluruhan.

"Yang ketiga yang sedang pemerintah lakukan sekarang ini adalah peningkatan fokasi tingkat keahlian daripada tenaga kerja kita, yang selain dilatih kemudian disertifikasi juga oleh pemerintah dan kita yang menerima menempatkan, tentu ini akan meningkatkan produktifitas kita disini , itu secara internal dari sumber daya manusianya," tambahnya.

Menurut Ade, yang masih belum dilakukan dalam program ini adalah restrukturing program karena pemerintah memiliki keterbatasan anggaran. Bagaimana merestrukturing permesinan kita lebih lanjut karena yang kemarin ini kurang lebih 13% dari seluruh industri

"Masih ada 87% industri yang belum restrukturisasi , jadi internal homeworknya itu pekerjaan internal lebih banyak daripada pekerjaan eksternal," tambahnya.

Untuk restrukturisasi, Lanjut Ade, pihaknya baru bisa memprediksi pada tahun 2018 mendatang karena hal tersebut terkait dengan penerimaan dari pajak.

"Kita mungkin di tahun depan baru bisa memprediksi penerimaan dari ekspor bagaimana, penerimaan pajak industrinya bagaimana, semuanya baru tergambarkan di 2018 lebih akurat lagi, sehingga semua alokasi anggaran dari APBN tidak overshoot ataupun tidak undershot," tambahnya

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Seminar Banten Outlook 2020

Kamis, 12 Desember 2019 - 19:42 WIB

Menteri Basuki: Pembangunan Infrastruktur Kerakyatan akan Kurangi Kesenjangan Antar Wilayah di Banten

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah di Provinsi Banten melalui penyediaan infrastruktur berbasis masyarakat (IBM).

Presiden Jokowi meresmikan Tol Layang Japek

Kamis, 12 Desember 2019 - 19:28 WIB

Diresmikan Presiden Jokowi, Jalan Tol Layang Japek Akan Kurangi Kemacetan Hingga 30 Persen

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusbandio dan Gubernur Jawa…

Presiden Joko Widodo saat melepas ekspor Isuzu Pick-up Traga (Foto: Setkab)

Kamis, 12 Desember 2019 - 19:10 WIB

Isuzu Bidik Target Ekspor 6.000 Unit Pick-up Traga Hingga Akhir 2020

PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menargetkan ekspor 6.000 unit kendaraan medium pick-up Isuzu Traga ke Filipina. Target tersebut ditetapkan sejak Desember 2019 hingga akhir  2020.

12.12 realme Carnival

Kamis, 12 Desember 2019 - 18:19 WIB

12.12 realme Carnival Hadir dengan Diskon Hingga 60 Persen

Tanggal 12 Desember menjadi tanggal penting bagi yang ingin mendapatkan barang impian dengan harga khusus. Seperti realme yang memberikan kejutan kepada pelanggan dalam rangka meramaikan momentum…

Penandatanganan kerjasama Pos Indonesia dengan SiCepat dan Haistar di Gedung Filateli Jakarta, Kamis 12 Desember 2019. (Kiri ke kanan) CEO Haistar Donny Maya Wardhana, Direktur Komersial Pos Indonesia Charles Sitorus dan CEO SiCepat The Kim Hai (sumber foto: beritasatu)

Kamis, 12 Desember 2019 - 18:01 WIB

Digandeng Pos Indonesia, Sicepat Ekspres Bakal Lari Kencang

Jakarta-Bertempat di Pos Indonesia Cohive Filateli, Jakarta, pada Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) (12/12/2019), PT Pos Indonesia resmi menjalin kerja sama dengan SiCepat Ekspres dan…