Sutedja Sidarta Darmono: Kedepan, Kawasan Timur Jakarta Akan Sangat Hebat

Oleh : Hariyanto | Rabu, 18 September 2019 - 21:25 WIB

Sutedja Sidarta Darmono, Presiden Direktur Jababeka Residence
Sutedja Sidarta Darmono, Presiden Direktur Jababeka Residence

INDUSTRY.co.id - Bekasi – Kawasan Timur Jakarta bakal makin ranum dengan kehadiran beragam infrastruktur anyar. Bahkan, potensi properti di wilayah ini diprediksi akan lebih menarik dibanding wilayah lain di sekitar Ibukota Jakarta.

Sutedja Sidarta Darmono, Presiden Direktur Jababeka Residence mengatakan, kawasan Timur Jakarta memiliki banyak sekali kelebihan dibanding wilayah lain. Pertama, pembangunan infrastruktur yang sangat masif. Kedua potensi wilayah yang memiliki ekosistem kawasan industri yang merupakan pusat manufakturing terbesar di Indonesia dengan daya ekspor besar.

“Belum lagi banyaknya jumlah pengembang yang ‘bermain’ di kawasan Timur Jakarta ini. Ini yang belum banyak orang tahu. Bisa juga orang tahu, tetapi tidak terlalu memerhatikan,” jelas Sutedja Sidarta Darmono seperti dikutip dari Rumahhokie, Rabu (18/9/2019).

Sutedja mengungkapkan, hampir semua pengembang yang ada di Barat Jakarta juga memiliki proyek di Timur Jakarta, ini salah satu penyebab mengapa jumlah pengembang di Timur Jakarta lebih banyak, dia menghitung lebih dari sepuluh pengembang besar.

“Saat ini, di Timur Jakarta pengembang sudah masuk dan berlomba mengembangkan kawasan ini. Dengan pembangunan infrastruktur, dampaknya akan sangat eksponensial. Jadi, perkembangan di Timur Jakarta ke depan akan sangat hebat,” katanya.

Sinergi Antarpengembang

Sutedja mengungkapkan, pengembang-pengembang di Timur Jakarta sebenarnya mempunyai tujuan yang sama, yaitu memajukan kawasan ini. Itu sebabnya, para pengembang di kawasan ini tengah membangun sinergi.
Menurutnya, banyak yang bisa didapatkan dari sinergi tersebut. Hal pertama yang akan dibangun adalah sinergi marketing untuk mengangkat kelebihan Timur Jakarta ke permukaan.

“Ada beberapa pengembang yang bergabung (untuk melakukan sinergi) dan prediksi saya akan ada banyak lagi yang bergabung. Jadi, sinergi ini untuk semua, bukan hanya satu atau dua pengembang,” imbuhnya.

Sutedja menjelaskan, sinergi antar-pengembang sebenarnya telah terlihat dari integrasi di beberapa kawasan pengembangan. Misalnya, Jababeka dan Lippo Cikarang membuat exit toll bersama di KM34 Tol Cikampek (exit toll Cibatu).

“Exit toll ini merupakan hasil kolaborasi fifty-fifty antara Lippo Cikarang dengan Jababeka. Di sini kami membuat interchange yang menghubungkan Jababeka dengan Lippo Cikarang. Selain itu, ada koneksi baru antara Lippo Cikarang dengan Deltamas, bahkan nanti akan terkoneksi juga dengan kawasan MM2100. Antar kawasan terbangun konektivitas sedemikian rupa dan ini akan terus berkembang, tidak hanya jalan, tetapi juga moda transportasi,” ungkap Sutedja.

Dampak Infrastruktur Bagi Properti

Masifnya pembangunan infrastruktur di Timur Jakarta menurut Sutedja memiliki dampak positif bagi sektor properti. Pasalnya, pembangunan infrastruktur berimbas pada kenaikan nilai properti dan membuka peluang dikembangkannya proyek properti baru.

“Di sini setidaknya ada sepuluh infrastruktur baru, bahkan lebih. Sebut saja LRT, MRT, double-double track (Manggarai – Bekasi), kereta cepat Jakarta Bandung, elevated toll road, JORR 2, Tol Cikampek Selatan, Bandara Kertajati, Patimban Seaport, dan Tol Becakayu. Belum lagi CBL (Cibitung Bekasi Laut) yang akan mencapai pantai utara. Jadi banyak sekali. Ini yang saya pikir perlu orang-orang ketahui,” paparnya.

Kendati demikian, urai Sutedja, para pengembang perlu mencermati kenaikan harga yang terjadi saat infrastruktur-infrastruktur tersebut rampung dan beroperasi.

“Kita seharusnya belajar dari Barat Jakarta dan daerah lain, dimana kenaikan properti naik bisa 30% sampai 40% setahun. Dengan dukungan infrastruktur yang masif, bisa saja. Tetapi apakah kita akan melakukan hal yang sama? Sudah sepatutnya kita sama-sama belajar bahwa kenaikan harga properti yang terlalu tinggi bisa menyebabkan bubble,” jelasnya.

Sutedja mengatakan para pengembang di Timur Jakarta bisa saja bersinergi dan membuat kesepakatan untuk tidak menaikkan harga properti terlalu tinggi, sehingga lebih sustainable (berkesinambungan).

Bisa Melebihi Barat Jakarta

Melihat indikator dan potensi yang ada, Sutedja meyakini dalam sepuluh tahun ke depan, kawasan Timur Jakarta bakal bersaing, bahkan mungkin melebihi Barat Jakarta.
Optimisme ini bukan tanpa sebab. Dia mencatat ada beberapa kelebihan Timur Jakarta dibanding Barat Jakarta.

“Timur Jakarta punya banyak poin, terutama infratsruktur yang lebih baik. Kemudian, Timur Jakarta merupakan pintu menuju kota-kota besar di Pulau Jawa. Jadi arus dari Jakarta menuju kota-kota besar di Jawa harus melalui Timur Jakarta ini. Begitu pula sebaliknya. Nah, potensi ekonomi akibat dampak trafik ini sangat besar,” pungkasnya. (Anto)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Prajurit Marinir Surabaya Jaga Stamina Tubuh dengan Bermain Bulutangkis

Rabu, 03 Juni 2020 - 03:00 WIB

Prajurit Marinir Surabaya Jaga Stamina Tubuh dengan Bermain Bulutangkis

Dalam rangka menjaga dan meningkatkan stamina dan imunitas tubuh guna menangkal virus corona (Covid-19), prajurit ‘Gurita Cakti’ (sebutan Yonif 5 Marinir) melaksanakan pembinaan fisik dengan…

Fenny Sweety, Konsultan Diet Sehat asal surabaya

Rabu, 03 Juni 2020 - 02:53 WIB

Konsultan Cantik Asal Surabaya Ini, Punya Saran Dasyat Hadapi New Normal

Jakarta-Setelah lama memberlakukan karantina atau istilah kerennya work from home (WFH), Pemerintah tengah mempersiapkan Indonesia memasuki fase new normal atau kenormalan baru di tengah pandemi…

Alvin Suryohadiprojo

Rabu, 03 Juni 2020 - 01:55 WIB

Soal Perusahaan Rintisan, Lawyer Ganteng Ini Punya Tiga Jurus Pendekatan Agar Mood Investor Tetap Tinggi

Jakarta-Dalam sepuluh tahun terakhir, perkembangan bisnis startup di Indonesia dapat dikatakan cukup pesat didukung oleh kemajuan teknologi digital serta tumbuhnya pengguna internet di tanah…

Pemprov Jabar kerjasama dengan Telkom University dan Cisco

Selasa, 02 Juni 2020 - 21:26 WIB

Pemprov jabar Gandeng Telkom University dan Cisco Wujudkan Kota Cerdas di Tengah Pandemi

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Telkom University, dan Cisco setuju untuk berkolaborasi dalam inisiatif Kota Cerdas, yang salah satunya mendukung Ketahanan Pelayan Publik dalam menghadapi COVID-19…

Aktifitas bongkar muat pelabuhan

Selasa, 02 Juni 2020 - 20:19 WIB

PT Pelabuhan Indonesia II (IPC) Berhasil Cetak Pendapatan Rp3,5 triliun Periode Januari-April 2020

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC membukukan pendapatan sebesar Rp. 3,5 triliun selama periode Januari-April 2020. Dengan capaian ini, IPC masih optimistis pendapatan usaha perseroan…