Ekonom: Tingkatkan Literasi Untuk Ciptakan Tenaga Kerja Premium

Oleh : Hariyanto | Rabu, 17 Juli 2019 - 07:35 WIB

Focus Group Discussion Meningkatkan Daya Saing Nasional Melalui Pelatihan Vokasi
Focus Group Discussion Meningkatkan Daya Saing Nasional Melalui Pelatihan Vokasi

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Ekonom senior Raden Pardede mendorong pemerintah dapat menciptakan tenaga kerja premium. Salah satunya adalah dengan meningkatkan literasi bagi para siswa.

"Tenaga kerja premium ini adalah mereka yang memiliki skill dan agility yang mumpuni," kata Raden dalam Focus Group Discussion "Meningkatkan Daya Saing Nasional Melalui Pelatihan Vokasi" di Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Menurut Raden, saat ini dunia pendidikan Indonesia belum dapat memunculkan generasi-generasi dengan literasi tinggi sebagaimana penelitian Program for International Student Assessment (PISA). Secara umum, dapat dinilai jika orang Indonesia tidak suka membaca buku.

Penelitian PISA menunjukkan rendahnya tingkat literasi Indonesia dibanding negara-negara di dunia. Dalam pemeringkatan itu, Indonesia berada di urutan 62 dari 70 negara yang disurvei.

Raden mengatakan tingkat literasi yang rendah tersebut juga memberi pengaruh terhadap kualitas keluaran tenaga kerja Indonesia. Kualitas naker dituntut mampu bersaing terlebih saat ini memasuki era Revolusi Industri 4.0.

Menurutnya, jika pengetahuan tenaga kerja kurang tentu akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan mereka beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan dunia kerja yang cenderung dinamis dan bergerak cepat.

Tenaga kerja yang premium, lanjut Raden, harus tersedia dalam jumlah yang banyak di Indonesia jika memang mau bersaing di masa kini. Jika keadaan tidak berubah maka Indonesia akan terus berada dalam jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

Maka dari itu, dia mendorong pemerintah agar juga memperhatikan bagaimana menggalakkan literasi bagi masyarakat sehingga mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Raden mengatakan terdapat persoalan lain terkait yang membuat Indonesia harus segera menggarap generasi muda sehingga menjadi tenaga kerja premium. Dia mengatakan saat ini produk dunia pendidikan baik reguler maupun kejuruan masih belum bisa mencetak tenaga siap kerja.
Bahkan, kata dia, lulusan SMK yang fokus pada vokasi justru menyumbang angka pengangguran yang lebih besar dibanding alumnus SMA.

Untuk itu, dia mendorong agar dilakukan pembenahan dalam dunia pendidikan dalam menyajikan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. "Pelajaran yang disampaikan tidak bisa terus menerus diterapkan secara tradisional tapi harus revolusioner," katanya.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Vaksin Covid-19 (ist)

Selasa, 11 Agustus 2020 - 01:15 WIB

Masyarakat RI Minta Doanya, 1.620 Relawan Akan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Sebanyak 1.620 relawan akan mengikuti uji klinis dari calon vaksin COVID-19 Sinovac buatan Tiongkok. Pelaksanaan uji vaksin itu akan dilakukan di Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Padjajaran,…

Dirjen Bimas Katolik RI Yohanes Bayu Samodro

Selasa, 11 Agustus 2020 - 01:13 WIB

Dipilih Jokowi! Ini Sosok Dirjen Bimas Katolik RI Yohanes Bayu Samodro

Jakarta, Presiden Jokowi akhirnya memilih Yohanes Bayu Samodro menjadi Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama yang baru. Yohanes Bayu dipilih menjadi Dirjen Bimas Katolik melalui sistem lelang…

CSR ONDA di MONAS

Senin, 10 Agustus 2020 - 23:39 WIB

Bersihkan Monas! Cara Keren ONDA Menginspirasi Semangat Perjuangan Rakyat

Jakarta - Sebentar lagi Indonesia akan merayakan HUT RI ke‐75, dengan tema "Indonesia Maju". Suatu slogan singkat yang menggambarkan mentalitas dan keyakinan bangsa kita ditengah perjuangan…

Ilustrasi Palu Hakim (Foto Ist)

Senin, 10 Agustus 2020 - 23:22 WIB

Terus Berjuang! Alumni Kanisius & FEUI 1983 Harapkan Keadilan

Jakarta ̶ Sidang perkara tuduhan Tindak Pidana Perbankan terhadap mantan direksi dan karyawan Bank Permata bergulir semakin jelas. Sejak minggu lalu, sidang berlangsung dengan mendengarkan…

Ilustrasi pekerja yang dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

Senin, 10 Agustus 2020 - 22:44 WIB

BPJAMSOSTEK Ungkap Progres Pengumpulan Rekening Penerima Bantuan Rp600 Ribu

BPJAMSOSTEK - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan bakal memberikan subsidi kepada pekerja swasta yang telah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) dengan ketentuan penerima…