LinkedIn: Tiga Rising Skills Ini Pengaruhi Inovasi dan Transformasi Perusahaan di Indonesia

Oleh : Ridwan | Senin, 24 Juni 2019 - 18:10 WIB

LinkedIn
LinkedIn

INDUSTRY.co.id - Jakarta - LinkedIn, jaringan profesional terbesar di dunia, meluncurkan Laporan Future of Skills 2019, yang mengidentifikasi 10 rising skills (peningkatan keterampilan) yang paling tinggi di antara anggota LinkedIn di wilayah Asia Pasifik selama lima tahun terakhir.

Sebagian bagian dari laporan ini, LinkedIn juga melakukan riset mengenai kesiapan karyawan dalam menghadapi tenaga kerja masa depan dan bagaimana profesional di bidang Learning & Development (Pembelajaran & Pengembangan) menanggapi transformasi keterampilan tersebut.

Mengantisipasi Rising Skills untuk Memastikan Perusahaan tetap Kompetitif.

Saat industri tradisional mengadopsi teknologi baru dan memimpin transformasi digital untuk meningkatkan operasional serta memperkenalkan produk dan layanan baru, tidak mengherankan jika mayoritas rising skills di Asia Pasifik didominasi oleh keterampilan yang berhubungan dengan teknologi.

Rising skills ini dapat digunakan sebagai rambu bagi perusahaan untuk menentukan bagaimana industri dapat berinovasi dan bertransformasi, serta membantu karyawan mereka mengatasi laju perubahan melalui peningkatan keterampilan.

Pada Laporan Future of Skills 2019, LinkedIn juga memaparkan bahwa Indonesia memiliki 3 (tiga) rising skills (peningkatan keterampilan) dari para pekerja profesional yang mempengaruhi inovasi serta transformasi perusahaan tempat mereka bekerja. Peningkatan keterampilan ini didominasi oleh pertumbuhan teknologi, namun beberapa keterampilan di luar teknologi juga masih terlihat menonjol. 

Ketiga kemampuan tersebut antara lain Pemasaran Sosial Media (Social Media Marketing), Desain yang Berpusat pada Manusia (Human-Centred Design), dan Teknologi Pengenalan Isyarat (Gesture Recognition Technology).

Feon Ang, Vice President, Talent and Learning Solutions, Asia Pacific, LinkedIn mengatakan, saat era digitalisasi terus mengubah peranan tenaga kerja dengan cepat, keterampilan tertentu menjadi semakin kurang diminati karena munculnya keterampilan baru yang diperlukan untuk mendukung era transformasi ini. 

"Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memiliki pemahaman yang mendalam tentang keterampilan dan bakat karyawan saat ini, dan bagaimana mengembangkannya untuk tujuan jangka panjang bisnis mereka," kata Feon Ang melalui keterangan resminya di Jakarta, Senin (24/6).

Menurutnya, membantu mengembangkan bakat yang ada saat ini atau melatih kembali bakat tersebut dapat menjadi aset bagi perusahaan bahwa kebutuhan akan keterampilan mereka di masa depan dapat terpenuhi.

"Kami percaya bahwa menggunakan budaya untuk belajar sama pentingnya bagi perusahaan untuk tetap bertahan di tengah peranan tenaga kerja yang berubah dengan cepat saat ini," kata Ang. 

"Pada saat yang sama, karyawan juga perlu diberdayakan dan dimotivasi untuk belajar dengan cara mereka sendiri, diberikan tantangan dan mengeksplorasi peluang yang ada." tambahnya.

Sebagai bagian dari Laporan Future of Skill 2019, LinkedIn melakukan penelitian dengan mensurvei 4136 karyawan dan 844 profesional L&D di seluruh Australia, India, Jepang dan Singapura untuk mengeksplorasi sikap terhadap L&D, keadaan pembelajaran saat ini di tempat kerja, persyaratan keterampilan dan pendekatan di L&D. 

Penelitian ini ditugaskan oleh LinkedIn dan dilakukan oleh ACA Research antara 13 Maret dan 15 April 2019.

Untuk menentukan the Top Rising Skill, LinkedIn menganalisis data keterampilan yang terdaftar oleh anggota pada platform LinkedIn selama 5 tahun terakhir dan mengidentifikasi keterampilan yang telah mengalami pertumbuhan eksponensial (peningkatan jumlah yang terus meningkat dari bulan ke bulan). 

Ada tiga kali lebih banyak permintaan untuk para profesional dengan keterampilan yang meningkat dibandingkan dengan para profesional lainnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Karna Brata Lesmana (Kedua dari kanan), pengusaha asal Jakarta yang Mengaku Jadi Korban Pembatalan Sertifikat Lahan Miliknya

Selasa, 23 Juli 2019 - 23:03 WIB

Pengusaha Ini Membantah Pernyataan Yusril

Jakarta - Salah satu penyebab terjadinya masalah pertanahan di Indonesia adalah tak adanya kepastian hukum. Kerap terjadi dalam kasus sengketa lahan, klaim atas bukti kepemilikan yang sah. Jika…

200 anak panti asuhan merayakan Hari Anak Nasional dengan melakukan berbagai hal menarik di Haluun by Haluu.(ist)

Selasa, 23 Juli 2019 - 22:03 WIB

Keceriaan 200 Anak Panti Rayakan HAN di Baluun By Haluu World

Berbagai aktivitas seru seperti ber-selfie ria di Baluun Exhibition hingga bermain sambil berkenalan dengan teman baru.

Pariwisata di Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur (Foto Ist)

Selasa, 23 Juli 2019 - 22:00 WIB

Labuan Bajo NTT Diharapkan Jadi Destinasi Wisata Premium

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya berharap Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa menjadi destinasi ekowisata yang berkelas atau destinasi pariwisata premium.

Mewakili Indonesia Wowbid Hadir di Konfrensi Teknologi Digital Rise 2019 di Hongkong

Selasa, 23 Juli 2019 - 21:59 WIB

Mewakili Indonesia Wowbid Hadir di Konfrensi Teknologi Digital Rise 2019 di Hongkong

Sebuah konferensi besar di dunia yang didatangi para pelaku bisnis digital dan para startup, RISE 2019 diadakan selama tiga hari di Hong Kong Convention Centre pada tanggal 8 Juli 2019 hingga…

Rosdiana Setyaningrum MPsi, MHPEd, seorang Psikolog anak dan keluarga.(ist)

Selasa, 23 Juli 2019 - 21:50 WIB

Pentingnya Kembangkan Keterampilan Anak Saat SD

Keterampilan bersosialisasi, IQ, dan kreatifitas anak akan selesai di usia 12 tahun.