Kemenperin Dorong UNHAS Kembangkan Program Jurusan Mineral Logam

Oleh : Ridwan | Sabtu, 04 Maret 2017 - 11:31 WIB

Ilustrasi Pabrik Besi dan Baja (Mikael Karlsson /EyeEm/Getty Images)
Ilustrasi Pabrik Besi dan Baja (Mikael Karlsson /EyeEm/Getty Images)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Kemenperin meminta kepada Universitas Hasanuddin agar bisa mengembangkan center of excellence untuk bidang mineral logam.

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan mengungkapkan, Kawasan timur Indonesia saat ini difokuskan untuk pengembangan industri berbasis mineral logam, khususnya pengolahan baham baku bijih nikel

"Karena mengolah barang tambang tidak mudah, tetapi kita punya banyak tambang nikel. Kalau teknologinya tidak juga didukung, yang keluar bukan stainless steel, malah ternyata bisa lumpur," ungkap Putu di Jakarta (3/3/2017).

Putu berharap, apabila nanti ada pusat desain dan rekayasa untuk mineral logam, Sulawesi akan kaya dengan produk nikel dan logam ikutan lainnya.  

Menanggapi permintaan tersebut, Wakil Rektor bidang Inovasi dan Kerjasama Universitas Hasanuddin, Budu mengatakan, pihaknya siap melaksanakan program jurusan untuk mineral logam karena di fakultas teknik telah didukung sebanyak 100 engineer lulusan luar negri.

"Kalau Unhas diberikan tugas khusus oleh Kemenperin seperti itu, kami siap untuk melaksanakan," ungkapnya.  

Indonesia berpeluang punya keunggulan komparatif dalam pengembangan nikel hingga mencapai produk final.

"Apalagi, di Sulawesi sebenarnya terdapat sumber chrome. Untuk itu perlu dikembangkan lagi, " terang Budu.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Raisa

Minggu, 05 April 2020 - 13:15 WIB

VLIVE Mendorong Para Artis dan Penggemar Tetap di Rumah

Platform komunitas hiburan global dari Naver Corp, VLIVE, mengajak sejumlah artis dan influencers Indonesia yang tergabung dalam channel VLIVE dalam untuk ikut serta dalam kampanye V PAKET #dirumahaja…

Tips untuk Bekerja atau Belajar dari Rumah

Minggu, 05 April 2020 - 13:15 WIB

Tips untuk Bekerja atau Belajar dari Rumah

Kerja dan Belajar dari Rumah (work from home, school from home) menjadi tren global beberapa waktu terakhir ini.

PT Indika Energy Tbk (INDY) (Foto Tambang)

Minggu, 05 April 2020 - 13:00 WIB

PT Indika Energy Tbk Raub Laba sebesar US$ 75,5 Juta di Tahun 2019

Perusahaan energi terintegrasi PT Indika Energy Tbk. (Perseroan) merilis Laporan Keuangan konsolidasi yang diaudit untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2019. Perseroan berhasil membukukan…

Obat Kloroquin (foto - Antara)

Minggu, 05 April 2020 - 12:41 WIB

dr. Siti Nadia Tirmizi: Bukan Obati Malaria, Klorokuin adalah Obat Covid-19

Klorokuin saat ini dijadikan sebagai obat Covid-19. Beredar di masyarakat bahwa klorokuin merupakan obat malaria yang masih digunakan. Padahal, Klorokuin tersebut sudah tidak lagi digunakan…

Sony Heru Priyanto, Peneliti President University

Minggu, 05 April 2020 - 12:25 WIB

Meningkatkan Kegiatan CSR di Masa Wabah Covid-19

CSR adalah bagian tak terpisahkan dari perusahaan apakah perusahaan itu untung atau tidak. Ketika perusahaan berdiri, wajib hukumnya untuk menyelenggarakan CSR sebagai bentuk tanggung jawabnya.…