Cegah Penyelewengan Pupuk Bersubsidi, Pupuk Kujang Gandeng Polri

Oleh : Hariyanto | Senin, 27 Februari 2017 - 13:15 WIB

Pupuk Ilustrasi
Pupuk Ilustrasi

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Untuk mengantisipasi adanya penyalahgunaan dan penyelewengan pupuk bersubsidi pemerintah di wilayah Jawa Barat, PT Pupuk Kujang melakukan kersajama dengan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat.

Direktur Utama Dirut PT Pupuk Kujang Nugraha Budi Eka Irianto menyatakan, kerjasama ini selain pengamanan pupuk bersubsidi pemerintah di wilayah tanggung jawab distribusi di Jawa Barat, juga meliputi pengamanan Kawasan Industri Pupuk Kujang.

"Dimana pabrik pupuk merupakan salah satu objek vital nasional yang merupakan asset negara yang harus dijaga keamanannya," kata Anto, sapaan akrabnya melalui publikasi resmi dikutip Senin (27/2/2017).

Tujuan dari kesepahaman bersama adalah meningkatkan koordinasi, pembinaan dan kerjasama para pihak terkait dalam rangka pengamanan Kawasan dan Pendistribusian Pupuk Bersubsidi yang masuk dalam daerah hukum Kepolisian Daerah Jawa Barat.

"Diharapkan dengan kerjasama ini dapat mengatasi tindak penyalahgunaan atau penyelewengan pupuk bersubsidi sehingga mendukung terwujudnya prinsip 6T yaitu tepat waktu, jenis, harga, mutu, lokasi dan tepat jumlah dapat terwujud," tegasnya.

Sementara Kapolda Jabar Anton Charliyan menambahkan, Pupuk Kujang merupakan salah satu objek vital nasional yang merupakan anak perusahaan BUMN yang menjadi tanggung jawab kepolisian. OLeh sebab itu, di kepolisian terdapat direktorat khusus, yaitu Direktorat Pamobvit (Pengamanan Objek Vital).

"Begitu juga dengan pendistribusian pupuk bersubsidi pemerintah, di mana pupuk adalah salah satu bahan dasar pelengkap pertanian, dimana negara kita adalah negara agraris. Sehingga keberlangsungannya harus kita dijaga bersama dan menjadi tanggung jawab kita semua," ujar Anton.

Menurut Anton, sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo bahwa Polri tidak hanya sekedar represif juga harus pre-emtif dan pre-ventif untuk mengamanankan perekonomian nasional, sebab Pupuk Kujang adalah salah satu sentra perekonomian nasional yang ada di Jawa Barat.

Dalam kerjasama pengamanan Kawasan Industri Pupuk Kujang di Cikampek, bantuan pengamanan antara lain pengamanan orang, pengamanan barang/dokumen, pengamanan kegiatan dan pengamanan asset. Dengan kerjasama pengamanan ini diharapkan kegiatan operasional pabrik berjalan baik dan lancar sehingga tanggungjawab perusahaan untuk memenuhi kebutuhan petani dapat terpenuhi.

Dibidang pengamanan distribusi pupuk, upaya-upaya yang dilakukan Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) untuk mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan dan penyelewengan pupuk bersubsidi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab antara lain dengan menyeragaman karung/kemasaran ber-merk PT Pupuk Indonesia (Persero) Grup yaitu pupuk Urea, pupuk NPK Phonska, dan pupuk organik Petroganik.

Untuk pupuk urea non-subsidi berwarna putih sedangkan pupuk urea bersubsidi berwarna merah muda (pink). Selain itu, pada kemasan/karung pupuk urea bersubsidi dituliskan nama produsen dan kode distributor untuk menjaga menyelewengan penyaluran pupuk keluar daerah yang bukan peruntukannya. (Hry/ Imq)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Perhatian Dunia Pendidikan, Pengusaha Joune Ganda Terima Penghargaan

Sabtu, 21 September 2019 - 18:00 WIB

Perhatian Dunia Pendidikan, Pengusaha Joune Ganda Terima Penghargaan

Ikatan Guru Indonesia(IGI) memberikan penghargaan “Anugerah Pendidikan Indonesia 2019” (API 2019) sebagai wujud apresiasi terhadap komitmen dan kontribusi bagi dunia pendidikan oleh pejabat…

Penjualan perdana OPPO A9 2020

Sabtu, 21 September 2019 - 17:41 WIB

OPPO Lakukan Penjualan Perdana Perangkat Teranyar A9 2020 di Bekasi

Setelah resmi diperkenalkan pada 17 September 2019 kemarin, OPPO melakukan penjualan perdana perangkat A9 2020 di enam kota yakni Bekasi, Jakarta, Bandung, Balikpapan, Medan dan Bali.

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya seusai meluncurkan masterplan pengembangan wisata religi di Kecamatan Tanara

Sabtu, 21 September 2019 - 17:40 WIB

Menpar Luncurkan Masterplan Pengembangan Wisata Religi di Kecamatan Tanara

Masterplan pengembangan wisata religi mulai diterapkan di Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten, seiring dengan diluncurkannya rencana induk tersebut.

H. Priyadi Abadi, MPar Chairman Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF) paling kiri

Sabtu, 21 September 2019 - 17:11 WIB

Halal Tour Jamin Makanan dan Waktu Ibadah ke Luar Negeri

Jakarta -- Kenapa harus Halal Tour? Sebuah pertanyaan yang untuk sebagian orang akan merasa kurang nyaman menyebutnya, kenapa harus halal? Tapi bagi umat Islam, persoalan halal menjadi penting…

Tiga Kandidat Rektor akan Lakukan Debat Publik

Sabtu, 21 September 2019 - 17:00 WIB

Tiga Kandidat Rektor akan Lakukan Debat Publik

Memberi ruang bagi para kandidat untuk memaparkan sekaligus mempertahankan visi-misi mereka, berikut kesempatan mengkritisi pandangan para pesaingnya melatarbelakangi Majelis Wali Amanat Universitas…