Tembus 20,5 Persen, Kontribusi Sektor Manufaktur Indonesia Terhadap Ekonomi Dunia Tertinggi di Asean

Oleh : Ridwan | Rabu, 05 Desember 2018 - 19:10 WIB

Ilustrasi Industri Manufaktur (Foto: Ridwan/Industry.co.id)
Ilustrasi Industri Manufaktur (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Berdasarkan laporan World Bank tahun 2017, Indonesia mampu menempati peringkat tertinggi di Asean untuk kontribusi sektor manufaktur terhadap ekonomi dunia dengan porsi 20,5 persen.

"Dari capaian tersebut, Indonesia menempati peringkat kelima dunia untuk negara-negara yang tergabung di G20," ungkap Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Sedangkan, merujuk data United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), Indonesia menempati peringkat ke-4 dunia dari 15 negara yang kontribusi industri manufakturnya terhadap produk domestik bruto (PDB) di atas 10 persen.

"Kita sering mendengar deindustrialisasi itu karena kontribusi manufaktur ke PDB harus di atas 30 persen. Kalau kita melihat data UNIDO dan World Bank, kontribusi sektor manufaktur di dunia tidak ada yang di atas 30 persen," ungkapnya.

Data UNIDO menunjukkan, di negara industri, rata-rata sektor manufakturnya menyetor ke PDB hanya mencapai 17 persen. Sementara Indonesia mampu menyumbang hingga 22 persen, di bawah Korea Selatan (29%), China (27%), dan Jerman (23%).

Namun, Indonesia melampaui perolehan Meksiko (19%) dan Jepang (19%). Sedangkan, negara-negara dengan kontribusi sektor industrinya di bawah rata-rata 17 persen, antara lain India, Italia, Spanyol, Amerika Srikat, Rusia, Brasil, Perancis, Kanada dan Inggris.

Di samping itu, melihat hasil survei Nikkei dan IHS Markit, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia selama periode Januari-November 2018 masih di atas level 50, yang menunjukkan manufaktur tetap ekspansif. Pada November 2018, PMI Manufaktur Indonesia menduduki peringkat ke-4 di tingkat Asean, melampaui capaian Thailand (49,8), Malaysia (48,2), dan Singapura (47,4).

Menperin pun menambahkan, aspirasi besar Making Indonesia 4.0 adalah menjadikan Indonesia masuk dalam 10 jajaran negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030. Sasaran lainnya, meningkatkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil hingga 1-2 persen serta menciptakan lapangan kerja baru bagi 10 juta orang sampai tahun 2030.

Adapun lima sektor manufaktur yang bakal menjadi pionir dalam penerapan industri 4.0 di Indonesia, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, serta elektronika.

"Lima sektor itu yang tengah kita pacu. Sebab, mampu memberikan kontribusi sebesar 60 persen untuk PDB, menyumbang 65 persen terhadap total ekspor, dan 60 persen tenaga kerja industri ada di lima sektor tersebut," papar Airlangga.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), pada triwulan III tahun 2018, industri pengolahan nonmigas tumbuh sebesar 5,01 persen atau naik dibanding perolehan di triwulan II-2018 yang mencapai 4,27 persen. Bahkan, industri pengolahan masih konsisten memberikan kontribusi terbesar dalam struktur PDB dengan porsi mencapai 19,66 persen pada triwulan ketiga tahun ini.

Sementara itu, kinerja sektor-sektor yang mampu melampaui pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2018, di antaranya industri karet, barang dari karet dan plastik tumbuh sebesar 12,34 persen, industri tekstil dan pakaian jadi 10,17 persen, industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki 8,83 persen, industri logam dasar 8,11 persen, serta industri makanan dan minuman 8,10 persen.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Pabrik Kaca Lembaran

Rabu, 22 Mei 2019 - 14:30 WIB

Asosiasi Kaca Minta Presiden Baru Segera Tuntaskan Perpres 40/2016 Tentang Penurunan Harga Gas Bumi

Ketua Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) Yustinus Gunawan mengatakan, salah satu upaya yang bisa dilakukan pemerintahan baru adalah implementasi Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2016…

Nikmati Kemudahan Menginap saat Libur Lebaran bersama Traveloka

Rabu, 22 Mei 2019 - 14:07 WIB

Nikmati Kemudahan Menginap saat Libur Lebaran bersama Traveloka

Nikmati Kemudahan Menginap saat Libur Lebaran bersama Traveloka

Peringati Hari Jadi, CKB Logistics Bagi Berkah Ramadan untuk Anak Yatim dan Dhuafa

Rabu, 22 Mei 2019 - 13:59 WIB

Peringati Hari Jadi, CKB Logistics Bagi Berkah Ramadan untuk Anak Yatim dan Dhuafa

Peringati Hari Jadi, CKB Logistics Bagi Berkah Ramadan untuk Anak Yatim dan Dhuafa

Kerjasama Grab dan Pegadaian

Rabu, 22 Mei 2019 - 12:51 WIB

Jaring Nasabah Baru, Pegadaian dan Grab Kerjasama Produk #PegadaianGrabBenefit

Kerjasama ini merupakan bentuk program #PegadaianGrabBenefit yang bertujuan untuk mendapatkan segmen nasabah baru yaitu Mitra Grab serta mendorong peningkatan kinerja bisnis Produk Kreasi Multiguna…

Dirjen Kemensos, Harry Hikmat (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 22 Mei 2019 - 12:48 WIB

Penyaluran Bansos PKH Makin Transparan Dengan OM-SPAN

Kementerian Sosial berkomitmen untuk menyalurkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) lebih efektif, efisien, ekonomis, transparan dan akuntabel.