Lewat Politeknik STT Bandung, Kemenperin Ciptakan SDM Industri TPT yang Terampil

Oleh : Ridwan | Selasa, 06 November 2018 - 21:03 WIB

Industri Tekstil
Industri Tekstil

INDUSTRY.co.id - Bandung, Kementerian Perindustrian bertekad untuk senantiasa melakukan penguatan bidang pendidikan dan pelatihan di sektor industri, seperti industri tekstil dan produk tekstil (TPT) yang masih membutuhkan banyak tenaga kerja terampil.

"Industri TPT merupakan sektor padat karya dan berorientasi ekspor, yang menjadi salah satu prioritas dalam pengembangan," ujar Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar di Bandung (6/11).

Apalagi, tambah Haris, industri TPT menjadi satu dari lima sektor manufaktur yang ditetapkan sebagai pionir dalam kesiapan memasuki era revolusi industri keempat di Tanah Air sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0.

Merujuk catatan Kemenperin, industri TPT di dalam negeri telah menyerap tenaga kerja sebanyak 3,58 juta orang atau 21,2 persen dari total tenaga kerja di sektor industri manufaktur saat ini.

Selanjutnya, industri TPT temasuk penghasil devisa negara yang signifikan melalui nilai ekspor sebesar US6,48 miliar pada triwulan II-2018.

"Industri TPT memiliki peranan strategis, karena produk yang dihasilkan mulai dari bahan baku (seperti serat) sampai dengan barang konsumsi (pakaian jadi dan barang jadi), mempunyai keterkaitan baik antar industri maupun sektor ekonomi lainnya," jelas Haris.

Oleh karena itu, guna semakin menggenjot daya saing industri TPT nasional di kancah global, Politeknik STTT Bandung sebaai salah satu unit pendidikan yang dimiliki Kemenperin selalu fokus untuk mencetak SDM terampil sesuai kebutuhan industri TPT yang dapat mengikuti perkembangan teknologi terkini. 

Tahun ini, STTT Bandung mewisuda 369 lulusannya. Mereka terdiri dari 286 orang lulusan Program Diploma IV atau Sarjana Terapan serta 83 orang lulusan Program Diploma I hasil kerja sama dengan Asosiasi dan perusahaan industri tekstil. Sebanyak 70 persen lulusan sudah terserap kerja di industri, sebelum waktu tiga bulan wisuda.

"Kami berharap, dalam waktu 3-6 bulan ke depan, seluruh lulusanya sudah bekerja atau melanjutkan program pendidikan tingkat yang tinggi," papar Haris.

Bahkan, seiring dengan banyaknya perusahaan TPT yang melakukan relokasi ke Jawa Tengah terutama di wilayah Solo dan sekitarnya, Kemenperin telah mendirikan Akademi Komunitas Industri TPT Program Diploma 2 di Solo untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja tersebut. 

Sedangkan, untuk memenuhi tenaga kerja industri TPT tingkat operator, Kemenperin menyelenggarakan diklat sistem 3 in 1 (pelatihan, sertifikasi kompetensi dan penempatan kerja). Pada tahun 2017, program tersebut diikuti 7.764 peserta dan untuk tahun ini sudah menembus hingga 11.200 orang.

Direktur Politeknik STTT Bandung Tina Martina menjelaskan, tahun ini pihaknya mencetak 68 lulusan atau 18,42 persen yang berpredikat Dengan Pujian. Selain itu, pada tahun ini, kami menerima calon pendaftar mahasiswa baru hingga 3.000 orang, sementara yang bisa kami terima hanya 307 orang.

"Ini menunjukkan bahwa kampus Politeknik STTT memiliki nilai kompetitif yang baik," tegasnya.

Di samping itu, untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja tingkat ahli yang mampu melakukan riset dan pengembangan teknologi serta diversifikasi produk tekstil menuju advance textile, mulai tahun ini telah dibuka program studi S2 Rekayasa Tekstil dan Apparel.

"Saat ini, gedung Magister Terapan Teknologi Tekstil telah dibangun dan akan dilengkapi dengan peralatan sesuai standar industri," imbuhnya. 

Politeknik STTT Bandung juga menyelenggarakan program D1 dan D2 bidang tekstil dan garmen kelas jarak jauh, dengan menggendeng asosiasi dan perusahaan industri tekstil. Lulusannya langsung ditempatkan bekerja di industri TPT baik di Jawa Tengah maupun di Jawa Timur.

"Upaya-upaya yang dilakukan ini karena Politeknik STTT Bandung hanya mampu meluluskan 300 orang dari program diploma IV, sedangkan permintaan di industri setiap tahunnya mencapai 500 orang," tutup Haris.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kerja Sama Jet Commerce Bersama MINISO Perkuat Bisnis di e-Commerce Selama Pandemi

Selasa, 14 Juli 2020 - 15:00 WIB

Kerja Sama Jet Commerce Bersama MINISO Perkuat Bisnis di e-Commerce Selama Pandemi

Meningkatnya tren belanja online di Indonesia selama masa pandemi telah mendorong MINISO untuk melakukan optimasi bisnisnya melalui kerja sama dengan Jet Commerce, perusahaan e-commerce enabler…

AkzoNobel Indonesia- SOS Children’s Villages Indonesia Latih 150 Anak Muda Siap dengan New Normal

Selasa, 14 Juli 2020 - 15:00 WIB

AkzoNobel Indonesia- SOS Children’s Villages Indonesia Latih 150 Anak Muda Siap dengan New Normal

Menyambut “World Youth Skills Day”, AkzoNobel Indonesia dan SOS Children’s Villages Indonesia Latih Lebih dari 150 Anak Muda untuk Siap dengan “New Normal”Generasi muda (usia 15-24…

Dokter Reisa

Selasa, 14 Juli 2020 - 14:59 WIB

Zona Merah COVID-19 Buat Jutaan Orang Kehilangan Pekerjaan, Dokter Reisa Beri Saran Agar Daerah Bisa Kembali ke Zona Hijau

Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Gugus Tugas Nasional Dokter Reisa Broto Asmoro menjelaskan bahwa dampak negatif dari COVID-19 membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan sehingga mempengaruhi kondisi…

Bank Syariah Mandiri sebar masker ke kalangan milenial

Selasa, 14 Juli 2020 - 14:48 WIB

Mandiri Syariah Ajak Milenial Pakai Masker Sekaligus Beramal

PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) bersama milenial menyerahkan bantuan 3.000 kilo beras sehat kepada 10 panti asuhan di Jabodetabek. Bantuan berasal dari partisipasi milenial dalam program…

Ilustrasi Pengembangan Energi Biogas dan Limbah (JIM WEST/Getty Images)

Selasa, 14 Juli 2020 - 14:29 WIB

Mengerikan! Pandemi Covid-19 Tidak Akan Berakhir Jika Limbah B3 Rumah Sakit Belum Teratasi Dengan Baik

Jakarta-Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI turut berpartisipasi dalam diskusi daring Online Joint Dialogue mengenai Waste Management in the context of COVID-19 Pandemic.