Danone-AQUA Perkuat Kolaborasi Ekosistem Ekonomi Sirkular

Oleh : Herry Barus | Jumat, 02 November 2018 - 18:39 WIB

Proses pemilahan botol bekas di Bali PET Recycling Center (Foto Dok Industry.co.id0
Proses pemilahan botol bekas di Bali PET Recycling Center (Foto Dok Industry.co.id0

INDUSTRY.co.id - Bali - Danone-AQUA bersama sejumlah pemangku kepentingan mengeksplorasi cara untuk memperkuat kolaborasi antar institusi dalam ekosistem ekonomi sirkular.

Eksplorasi ini dilakukan dengan mengunjungi berbagai tempat disepanjang rantai nilai untuk mengevaluasi potensi dan melihat kesempatan untuk berinovasi lebih lanjut. Kunjungan ini diselenggarakan untuk menyelaraskan perspektif dan pemahaman dalam pengelolaan limbah plastik dan mendesaknya adanya kolaborasi lintas sektor.

Kunjungan diawali di Pantai Serangan, yang menjadi tempat terdamparnya limbah plastik, untuk memperlihatkan jejak asal sampah. Para partisipan kemudian mengunjungi SMP Wisata Sanur Bali, sebuah sekolah yang memprakarsai program inspirasi generasi muda menjadi pemimpin yang sadar lingkungan. Sekolah ini, dengan didukung oleh Eco Bali, memberikan waktu 1 jam per minggu untuk edukasi lingkungan dan kesadaran akan sampah.

Kunjungan diakhiri di Bali PET Recycling Center untuk memberi pemahaman mendalam tentang aspek teknis dari proses daur ulang, yang telah dipelopori oleh Danone-AQUA di tahun 1993.

Presiden Direktur PT Tirta Investama (Danone-AQUA), Corine Tap, mengatakan, untuk bisa menangani permasalahan ini dalam skala yang lebih besar, perlu adanya kesamaan perspektif dari pemangku kepentingan yang terkait, terutama dalam memahami permasalahannya dan usaha menemukan solusi yang potensial.

"Bergerak menuju bottle-to-bottle closed loop economy sangat memungkinkan, sebagaimana dibuktikan oleh individu dan berbagai organisasi di Bali ini. Namun, untuk memberi dampak yang lebih besar dibutuhkan keterlibatan dari seluruh pemangku kepentingan-dari skala kecil ke besar, dari sektor pemerintahan ke swasta, dan dari tingkat organisasi ke individu," jelas Corine dalam siaran pers yang diterima redaksi, Jumat (2/11/2018).

Menurutnya, ketergantungan pada plastik telah menimbulkan krisis baru pada lingkungan hidup, yang antara lain disebabkan oleh cara kita dalam menangani dan membuang sampah plastik. "Kini, sampah di laut telah menjadi salah satu isu global yang mendesak, dan perlu mendapat perhatian dari berbagai negara serta seluruh pemangku kepentingan dari berbagai tingkatan dan latar belakang," jelasnya.

Danone-AQUA menyadari adanya isu ini dan sekarang menggalang dukungan untuk bisa mempercepat pencapaian target inovasi kemasan yang menggunakan materi yang 100 persen dapat digunakan kembali, didaur ulang atau mudah terurai pada tahun 2025.

 

"Kami sudah dalam perjalanan meraih target untuk mengumpulkan lebih banyak plastik dari yang dipakai oleh Danone-AQUA di Indonesia pada tahun 2025. Kami sudah melakukannya di Bali. Namun, kami sadar perlu melakukan lebih," kata Corine.

Peluncuran Kemasan Daur Ulang

Selain memperkuat kolaborasi antar institusi, Danone-AQUA juga meluncurkan inovasi desain terbarunya, kemasan botol AQUA dari 100 persen bahan daur ulang, dan 100 persen dapat didaur ulang. Peluncuran awal kemasan botol AQUA 100 persen daur ulang ini, dilakukan pada perhelatan Our Ocean Conference (OCC) 2018 di Bali pada tanggal 29-30 Oktober yang lalu. Desain kemasan terbaru ini, merupakan sebuah tonggak pencapaian yang penting untuk mencegah tambahan sampah di laut dan menerapkan prinsip sirkuler reduce-reuse- recycle.

"Sebagai botol daur ulang 100 persen pertama di Indonesia, desain kemasan ini diluncurkan dalam tampilan minimalis tanpa label plastik dan dekorasi tambahan. Pemakaian 100 persen material rPET juga berarti kemasan botol AQUA yang baru akan dibuat sepenuhnya dari botol lainnya. Sehingga, tidak ada plastik tambahan yang digunakan untuk memproduksi kemasan botol ini," kata Corine.

Desain baru ini membuktikan pihaknya dapat menerapkan daur ulang plastik seutuhnya dan dapat beralih ke sistem ekonomi terbarukan dan restoratif untuk pengelolaan plastik sebagai sumber daya secara terus menerus. Proses produksi yang inovatif juga mengurangi jumlah emisi karbon secara signifikan dibandingkan proses konvensional.

"Kami membangun sebuah ekosistem bersama para mitra untuk membantu kami mendesain ulang berbagai produk demi meraih misi kami, yaitu memberi kebaikan melalui penyediaan hidrasi yang sehat kepada komunitas Indonesia, sembari melestarikan kekayaan alam negara ini," tutur Corine.

Kemasan ini menandakan sebuah kemajuan dalam mewujudkan komitmen #BijakBerplastik dalam pilar Inovasi Produk dan merupakan sebuah langkah konkret menuju model bisnis sirkuler tanpa limbah plastik.

Saat ini, semua kemasan botol plastik AQUA bisa didaur ulang 100 persen(untuk semua kemasan 98 persen) dan mengandung hingga 25 persen . Bahkan, saat ini 70 persen produk AQUA dikemas dalam kemasan galon yang bisa dikembalikan dan digunakan kembali.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Industri Otomotif (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Jumat, 13 Desember 2019 - 13:01 WIB

Menperin AGK Pacu Produk Otomotif Berorientasi Ekspor

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu daya saing industri otomotif nasional, agar mampu memberikan kontribusi positif terhadap devisa negara. Salah satu hal yang dilakukan adalah…

Ulang Tahun Slank Band ke 36 di Waingapu NTT

Jumat, 13 Desember 2019 - 12:00 WIB

Ulang Tahun Slank Band ke 36 di Waingapu NTT

Bimbim Slank jatuh cinta dengan keperawanan dan keseksian Pulau Nusa Tenggara Timur (NTT) padahal sebelumnya Bim-Bim buta tentang NTT. Tapi lantaran keinginannya untuk membahagiakan keluarga…

Petani desa di tengah sawah (Foto: Dok Industry.co.id)

Jumat, 13 Desember 2019 - 11:33 WIB

Perlakuan Benih Cegah Serangan Hama dan Penyakit

Karawang Pengendalian hama atau Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) tidak harus selalu dilakukan pada saat pertanaman sudah tumbuh. Akan tetapi bisa dilakukan juga pada benih padi sebelum ditanam.

Pengurus Asosiasi Bela Hak Cipta yang dipimpin oleh Erwanda Lukas alias Papa T Bob ( berdiri, paling kiri) beraudiensi dengan Komisioner Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) James F Sundah, Rien Uthami Dewi, Yessi Kurniawan dan Rapin Mudiarjo Kawaradji (Duduk).

Jumat, 13 Desember 2019 - 11:06 WIB

Di Hadapan Musisi Senior, LMKN Tegaskan Pembagian Royalti 2 X Setahun

Lembaga Manajemen Kolektif Nasional atau LMKN yang merupakan Lembaga resmi yang berwenang memungut royalti dan menyalurkannya ke pemilik karya dan hak cipta, menegaskan bahwa mereka menyalurkan…

Bank Permata (Foto Industry News)

Jumat, 13 Desember 2019 - 10:37 WIB

PermataBank Akan Dibeli Bankok Bank

Jakarta – Sehubungan dengan pelaksanaan Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat yang diumumkan oleh pemegang saham mayoritas, Standard Chartered Bank (Standard Chartered) dan PT Astra International…