Vale Refisi Target Produksi Menjadi 75.000 Metrik Ton

Oleh : Herry Barus | Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:36 WIB

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) (Foto ist)
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) (Foto ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT Vale Indonesia Tbk perusahaan tambang nikel merevisi target produksi selama tahun 2018 menjadi 75.000 metrik ton dari rencana sebelumnya yaitu 77.000 metrik ton.

Memasuki akhir tahun, PT Vale memproduksi nikel sebanyak 18.193 metrik ton pada periode triwulan ketiga tahun 2018, di mana hal tersebut berada di bawah target.

"Produksi di triwulan ketiga tahun 2018 berada di bawah rencana sebagai akibat dari aktivitas pemeliharaan yang tidak direncanakan untuk mengatasi masalah operasional yang teridentifikasi dan juga untuk memastikan keselamatan operasi kami," kata CEO dan Presiden Direktur PT Vale Nico Kanter di Jakarta, Senin (15/10/2018)

Dalam data yang diterima Antara, karena aktivitas pemeliharaan di triwulan tiga yang tidak terencana ini, PT Vale merevisi target produksi tahun penuh, menjadi 75.000 metrik ton di 2018, turun dari target sebelumnya 77.000 metrik ton di triwulan kedua 2018.

"Kami dapat memajukan jadwal pemeliharaan yang sebelumnya direncanakan di triwulan empat 2018 menjadi di triwulan ketiga 2018, sehingga diharapkan tidak ada lagi tambahan aktivitas pemeliharaan besar hingga akhir tahun," kata Nico seperti dilansir Antara.

Volume produksi di triwulan ketiga sekitar 4 persen lebih rendah dibandingkan volume produksi yang direalisasikan di triwulan kedua. Secara year-on-year atau perbandingan tahun ke tahun, produksi di triwulan ketiga tahun 2018 sekitar 10 persen lebih rendah dibandingkan produksi di triwulan ketiga tahun 2017.

Selain itu, produksi di September 2018 adalah 6 persen lebih rendah dibandingkan di September 2017 terutama disebabkan oleh tingkat kandungan nikel rata-rata yang lebih rendah di 2018 dan dampak dari aktivitas pemeliharaan yang tidak terencana pada triwulan III.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Danone-AQUA raih Penghargaan Industri Hijau

Senin, 16 Desember 2019 - 16:41 WIB

15 Pabrik Danone-AQUA Raih Penghargaan Hijau 2019 dari Kemenperin

Danone-AQUA mendapatkan Penghargaan Industri Hijau 2019 melalui 15 pabriknya dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia atas upaya Danone-AQUA yang secara aktif dan bijak menggunakan…

Fadel Muhammad berbincang dengan Direktur Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muhammad Maulana.

Senin, 16 Desember 2019 - 16:24 WIB

Crowdfunding Bisa Danai UKM di Pasar Modal

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perusahaan untuk go publik. Kelebihannya, perusahaan yang sudah jadi emiten sebutan yang sudah listing di pasar modal, akan diawasi banyak orang.

Kolaborasi EXSPORT x Shane Tortilla Bag

Senin, 16 Desember 2019 - 15:43 WIB

Exsport Ajak Remaja Perempuan Untuk Jadi Diri Sendiri Lewat Kolaborasi Exsport X Shane Tortilla

EXSPORT x Shane Tortilla Bag menggambarkan ekspresi remaja wanita saat ini dengan desain yang colorful dalam tas jenis sling bag dan totebag.

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 16 Desember 2019 - 14:30 WIB

Asaki Desak Pemerintah Terapkan Safeguard dan Pembatasan Kouta Impor Keramik Asal India dan Vietnam

Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto mengatakan, saat ini impor produk keramik dari India dan Vietnam angkanya sudah sangat mengkhawatirkan.

Sekjen Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono saat memberikan penghargaan industri hijau (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 16 Desember 2019 - 13:02 WIB

Penerapan Industri Hijau Mampu Hemat Energi Sebesar Rp 3,49 Triliun

Berdasarkan data self asessment industri tahun 2018, dapat dihitung penghematan energi sebesar Rp 3,49 triliun dan penghematan air sebesar Rp 228,9 miliar.