Melalui Stop Work Order, RSPO Wujudkan Industri Sawit Berkelanjutan

Oleh : Ahmad Fadli | Rabu, 26 September 2018 - 22:16 WIB

kelapa sawit (ilustrasi)
kelapa sawit (ilustrasi)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Roundtable on Sustainable Palm Oil atau sebuah lembaga kelompok kerja bersama turut mewujudkan minyak sawit berkelanjutan, salah satunya ialah program Stop Work Order suatu mekanisme yang diambil ketika kondisi dilapangan memerlukan penghentian sementara agar kondisi yang menyebabkan degradasi lingkungan tidak terganggu.

Stefano Savi, Global Outreach and Engagement Director RSPO mengatakan saat ini sejak dibentuk 2003-2004 keanggotaan RSPO mencapai 4.000 anggota. Di tahun 2013, Indonesia merupakan tuan rumah pertemuan RSPO terbesar di dunia yang dihadiri 784 delegasi.

Di tahun yang sama, badan yang menangani sertifikasi, ASI (Accreditation Services International) terbentuk untuk melakukan program sertifikasi yang ada ke depannya. Secara prinsip dan kriteria, RSPO juga menerbitkan panduannya agar pelaksanaannya bisa diserap dan mengikuti ketentuan yang berlaku di negara-negara pesertanya, atau yang dikenal sebagai National Interpretations (NIs).

“Untuk memperoleh akreditasi yang mendapat mandat dari RSPO, bukanlah hal yang mudah karena skala pelaksanaannya cukup luas dan kompleks, yang membawahi wilayah pengelolaan yang luas, pihak-pihak ketiga yang menjadi supplier dan kontraktor serta komunitas setempat,” kata Stefano dalam siaran tertulisnya, Rabu (26/9).

Arahan untuk Stop Work Order dari RSPO merupakan bagian dari proses ketika ada hal-hal yang terkait dengan cara atau manajemen alam dan sumber daya manusia yang belum sepenuhnya ramah lingkungan dan penghargaan atas hak-hak atau hajat hidup masyarakat setempat.

RSPO Stop Work Order merupakan sebuah proses yang mesti diikuti oleh anggota yang menjadi terlapor untuk melakukan perbaikan-perbaikan sehubungan dengan keluhan yang disampaikan oleh masyarakat dan lembaga.

Sebagai lembaga yang kredibel, RSPO memandu anggota-anggotanya untuk mengadakan evaluasi ulang dan perbaikan dengan praktek manajemen lingkungan yang lebih baik.

RSPO juga sekaligus menjadi penengah yang baik, sehingga Stop Work Order ini menjadi pengawal atas proses perbaikan dan musyawarah, agar menemukan titik temu kesepakatan yang maksimal.

Sehingga ketika pelaksanaan pengolahan lahan dan penanaman dan sebagainya yang dilakukan di lapangan berjalan dengan baik, ramah terhadap konservasi sumber daya alam dan daya dukung lingkungan terhadap kehidupan manusia dan habitat lainnya secara harmonis dan lestari.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 16 Desember 2019 - 14:30 WIB

Asaki Desak Pemerintah Terapkan Safeguard dan Pembatasan Kouta Impor Keramik Asal India dan Vietnam

Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto mengatakan, saat ini impor produk keramik dari India dan Vietnam angkanya sudah sangat mengkhawatirkan.

Sekjen Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono saat memberikan penghargaan industri hijau (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 16 Desember 2019 - 13:02 WIB

Penerapan Industri Hijau Mampu Hemat Energi Sebesar Rp 3,49 Triliun

Berdasarkan data self asessment industri tahun 2018, dapat dihitung penghematan energi sebesar Rp 3,49 triliun dan penghematan air sebesar Rp 228,9 miliar.

(kiri) Direktur Bisnis Komersil BRIsyariah Kokok Alun Akbar

Senin, 16 Desember 2019 - 12:45 WIB

BRI Syariah Tingkatkan Potensi Bisnis Muhammadiyah

Jakarta--- BRIsyariah menandatangani nota kesepahaman bersama PP Muhammadiyah pada 16 Desember 2019. Penandatanganan tersebut dilakukan di Jakarta. Nota kesepahaman ditandatangani oleh Direktur…

Bluebird Group Gandeng HMD Global Hadirkan Pengalaman Mobile Bagi Pengemudi dan Konsumen

Senin, 16 Desember 2019 - 11:34 WIB

Bluebird Group Gandeng HMD Global Hadirkan Pengalaman Mobile Bagi Pengemudi dan Konsumen

Sebagai bagian dari kemitraan ini, Bluebird Group akan mendapatkan harga khusus untuk sejumlah tipe smartphone Nokia guna memastikan para pengemudi mendapatkan teknologi yang mereka perlukan…

Toni EB Subari, Direktur Utama Mandiri Syariah bersama Muhammadiyah

Senin, 16 Desember 2019 - 10:56 WIB

Mandiri Syariah Salurkan Pembiayaan Senilai Rp1,5 Triliun ke Muhammadiyah

Jakarta-PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) perkuat kerja sama dengan Muhammadiyah melalui penyediaan fasilitas pembiayaan senilai total Rp1,5 triliun.